Altcoin pada dasarnya adalah aset kripto yang merupakan alternatif dari Bitcoin. Sementara Bitcoin dianggap sebagai aset kripto generasi pertama, altcoin termasuk ke dalam aset kripto generasi kedua dan ketiga.

Altcoin memiliki beberapa jenis yaitu mining-based cryptocurrencies, stablecoins, governance token, security token, dan utility token.

5 Altcoin Terbaik 2022

Berikut adalah 5 altcoin terbaik di tahun 2022

1. Polygon (MATIC)

Polygon adalah platform pertama yang dapat memudahkan para penggunanya untuk scaling Ethereum dan pengembangan infrastruktur dengan menyediakan komponen inti dan berbagai alat untuk bergabung dengan ekonomi dan masyarakat baru tanpa batas.

Komponen inti yang dimiliki adalah Polygon SDK, sebuah kerangka kerja fleksibel yang dapat memudahkan para developer untuk membuat berbagai jenis aplikasi. Dengan adanya Polygon, para developer dapat meluncurkan jaringan blockchain yang telah ditetapkan dengan atribut yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Tahun 2022 dapat menjadi tahun untuk terbaik Polygon, dan ada banyak orang yang memperbincangkan altcoin ini.

2. Algorand (ALGO)

Algorand adalah blockchain two-tired open-source bersifat permissionless yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Stake.

Algorand dibangun untuk memecahkan trilemma blockchain dengan mengadopsi cara-cara unik dari rekan-rekannya dengan tujuan yang sama. Proyek kripto ini telah menarik banyak dana swasta dari investor besar.

Pengguna dapat melakukan staking dan mendapatkan hadiah dengan ALGO, yang merupakan token utilitas Algorand. Salah satu hal yang menonjol dengan ALGO adalah bahwa setiap kali token ALGO baru diperkenalkan, token tersebut langsung didistribusikan.

3. Avalanche (AVAX)

Bicara tentang Altcoin yang underrated, Avalanche adalah salah satunya. Avalanche adalah blockchain dengan konsensus Proof-of-Stake (PoS) dan juga merupakan platform smart contract. Aset kripto ini diciptakan dengan tujuan untuk memecahkan masalah skalabilitas, yang merupakan salah satu masalah blockchain yang menonjol saat ini.

Avalanche dapat memberikan layanan dengan kecepatan kilat dan berbiaya lebih rendah dibandingkan dengan kebanyakan rekan-rekannya. Saat ini, Avalanche telah berhasil mencapai throughput 4.500 transactions per second (TPS).

4. Litecoin (LTC)

Litecoin seakan menjadi adik yang terus-menerus berusaha menjadi lebih baik dari saudaranya. Dalam hal ini, Litecoin memang lebih baik dalam banyak hal jika dibandingkan dengan saudara kandungnya, yakni Bitcoin.

Meski bersaudara, pendiri dari Litecoin dan Bitcoin tidaklah sama, jadi kamu mungkin bertanya-tanya mengapa kami menyebut mereka saudara? Sebab Litecoin dibangun menggunakan kode Bitcoin dan mengimprovisasi banyak aspek yang sebelumnya tidak dimiliki oleh Bitcoin. Seperti meningkatkan kecepatan dan skalabilitas transaksi.

5. Chainlink (LINK)

Chainlink adalah jaringan terdesentralisasi yang diberdayakan melalui Oracle, sebuah penyedia data terdesentralisasi. Salah satu kekurangan yang dimiliki oleh smart contract adalah bahwa untuk menjalankan persyaratan mereka, sebagian besar dari mereka harus menggunakan sumber data eksternal.

Chainlink ingin menjadi jembatan antara blockchain dan dunia nyata. Salah satu langkah yang diambil Chainlink adalah dengan memperluas kemampuan smart contract dengan membuat aksesibilitas ke dunia nyata lebih mudah dan lebih cepat.

Kemampuannya meluas bahkan ke acara dan pembayaran tanpa harus berkompromi pada keamanan, dan keandalan teknologi blockchain.