baru saja mengumumkan kemitraan dengan salah platform blockchain Tezos. Dengan kesepakatan ini, nama Tezos akan tampil di seragam latihan tim pria maupun wanita.
Traning-kit dengan logo Tezos akan digunakan skuad tim utama untuk pertama kalinya pada pertandingan akhir pekan melawan Southampton. Kemitraan ini sekaligus dipakai untuk teknologi Web3 pada fans Man Utd.
Tidak hanya pada seragam latihan, kemitraan ini juga termasuk menghadirkan beberapa pengalaman baru untuk para fans yang dibangun di atas blockchain Tezos.
Selain itu, platform ini juga akan mendukung Manchester United Foundation dengan donasi berkelanjutan dalam bentuk mata uang Tezos, yakni tez untuk melatih, mendidik, serta menginspirasi kaum muda dalam komunitas lokal.
Seperti diketahui, Tezos merupakan salah satu jaringan blockchain yang terhubung dengan token digital bernama tez atau tezzie. Sama seperti Bitcoin dan Ethereum, Tezos merupakan decentralized ledger.
Namun yang sedikit membedakan Tezos dengan jaringan lain adalah tata kelolanya. Sebagian besar blockchain pada awalnya biasa bergantung pada tim pengembang dan komunitas penambangan untuk merumuskan pilihan desain baru.
Sementara Tezos mencoba membangun proses pengambilan keputusan pada jaringan pengguna itu sendiri. Untuk itu, Tezos menciptakan insentif bagi partipasi pengguna dalam proses pengembangan layanannya.
Cara ini membuat platform Tezos disebut lebih demokratis dari sisi proses pengembangan, serta pemeliharaannya tidak terpusat. Lewat sistem ini, Tezos mengklaim platformnya didesain untuk berkembang.
Keputusan Manchester United menggandeng Tezos tidak lepas dari platform ini yang dikenal sebagai open source, hemat energi, fokus pada keamanan, serta dapat ditingkatkan kemampuannya dengan mulus.
Fitur ini disebut konsisten dengan upaya Manchester United untuk mempromosikan kelestarian lingkungan, sekaligus berkembang dengan dukungan komunitas global.
CEO Aliansi dan Kemitraan Manchester United, Victoria Timpson, mengatakan kemitraan ini merupakan salah satu langkah klub untuk mempromosikan lingkungan hemat energi dan berkelanjutan.
Sementara Kepala Adopsi dan Pengembangan Bisnis Ekosistem Tezos, Edward Adlard, menuturkan kemitraan ini memungkinkan MU menggunakan teknologi blockchain dan Web3 untuk mengubah penggemar, pemain, tim, dan keterlibatan mitra.
Teknologi blockchain besutan Tezos dibangun dengan desain hemat energi sehingga bisa beroperasi dengan cara yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan dibanding sistem blockchain lainnya.