5 Bintang Premier League yang Gagal Tampil di Piala Dunia 2026
- Mohamed Salah mencetak lebih dari 200 gol untuk Liverpool tapi Mesir tidak pernah lolos ke Piala Dunia di era kepemimpinannya.
- Riyad Mahrez membantu Manchester City memenangkan Liga Champions 2023 tapi Aljazair gagal menembus kualifikasi Afrika.
- Kalvin Phillips pernah disebut 'gelandang terbaik Inggris generasinya' oleh Pep Guardiola namun gagal masuk skuad akhir.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Mohamed Salah — Liverpool / Mesir: Superstar Tanpa Panggung Dunia
- Riyad Mahrez — Manchester City / Aljazair: Juara Eropa Tanpa Tiket Dunia
- Sadio Mane — Bayern Munich → Al-Nassr / Senegal: Hampir Sempurna
- Bernardo Silva — Manchester City / Portugal: Terlalu Banyak Bintang
- Kalvin Phillips — Manchester City → Ipswich / Inggris: Karir yang Tersandung
- Sepak Bola Tidak Pernah Menjanjikan Keadilan
- 🗣️ SBH Nation, Siapa yang Paling Kalian Sayangkan Absen?
Premier League adalah liga terbaik di dunia — itu bukan opini, itu fakta yang didukung oleh kualitas pemain, investasi keuangan, dan level persaingan yang tidak tertandingi oleh liga manapun. Setiap musim, lebih dari 500 pemain dari puluhan negara bersaing di level kompetitif tertinggi sepak bola klub global.
Namun ada ironi brutal yang selalu terulang setiap empat tahun: beberapa pemain paling berbakat di Premier League tidak akan hadir di Piala Dunia. Bukan karena mereka tidak layak, tapi karena tim nasional mereka tidak cukup kuat untuk lolos kualifikasi. Piala Dunia 2026 bukan pengecualian.
Mohamed Salah — Liverpool / Mesir: Superstar Tanpa Panggung Dunia
Mohamed Salah dari Liverpool adalah salah satu pemain terbaik yang pernah bermain di Premier League — bukan hanya satu era, tapi sepanjang sejarahnya. Lahir pada 15 Juni 1992 di Nagrig, Gharbia, penyerang kanan berusia 33 tahun ini sudah mencetak lebih dari 220 gol untuk Liverpool sejak bergabung pada 2017 seharga £36,9 juta dari AS Roma.
Tiga gelar Premier League Golden Boot (2017-18 dengan 32 gol rekor, 2021-22 bersama Son, 2023-24), satu gelar Liga Champions 2019, satu gelar Premier League 2020. Statistik yang menempatkannya dalam percakapan terbaik sepanjang masa di liga ini.
Namun Timnas Mesir tidak pernah berhasil lolos ke Piala Dunia di era Salah. Kualifikasi Afrika adalah zona yang sangat kompetitif — Maroko, Senegal, Nigeria, Ghana, Kamerun, Pantai Gading semuanya bersaing keras untuk slot yang sangat terbatas. Mesir secara kolektif tidak mampu bersaing konsisten meski memiliki pemain individu terbaik di dunia.
Di 2026, Salah berusia 34 tahun — kemungkinan besar ini adalah kesempatan terakhirnya untuk bermain di Piala Dunia, dan kesempatan itu tidak datang. Menyaksikan Salah bermain brilian setiap pekan di Anfield lalu absen dari turnamen terbesar dunia adalah salah satu kontradiksi paling menyakitkan dalam sepak bola modern.
Riyad Mahrez — Manchester City / Aljazair: Juara Eropa Tanpa Tiket Dunia
Riyad Mahrez membangun reputasinya sebagai pemain transformasional di Leicester City — kunci utama di balik gelar Premier League 2015-16 yang sampai sekarang dianggap sebagai kejutan terbesar dalam sejarah liga Inggris. Kemudian ia bergabung dengan Manchester City seharga £60 juta pada 2018, memenangkan 4 gelar Premier League, 1 FA Cup, 1 Liga Champions 2023.
Lahir pada 21 Februari 1991 di Sarcelles, Prancis, dari orang tua Aljazair, winger kanan ini memilih mewakili Aljazair secara internasional. Keputusan yang datang dengan konsekuensi berat: meski Aljazair memenangkan Africa Cup of Nations 2019 dengan Mahrez sebagai pemain kunci, mereka tidak pernah berhasil lolos ke Piala Dunia di era kepemimpinannya.
Kualifikasi Afrika 2022 berakhir dengan eliminasi Aljazair yang mengejutkan oleh Kamerun. Format yang lebih luas di 2026 seharusnya membuka peluang — namun Aljazair kembali tersandung, dan Mahrez yang kini bermain di Arab Saudi memasuki senja karir tanpa pernah merasakan panggung Piala Dunia.
Sadio Mane — Bayern Munich → Al-Nassr / Senegal: Hampir Sempurna
Sadio Mane adalah salah satu pemain Afrika terbaik yang pernah bermain di Premier League. Di Liverpool, ia memenangkan Liga Champions 2019, Premier League 2020, dan Premier League Golden Boot 2021-22 bersama Salah. Lahir pada 10 April 1992 di Sédhiou, Senegal, winger kiri eksplosif ini memiliki catatan 111 gol dari 269 penampilan untuk Liverpool.
Bedanya dengan Salah, Mane sudah pernah merasakan Piala Dunia. Senegal tampil di Qatar 2022 dan mencapai babak 16 besar sebelum dieliminasi oleh Inggris. Ia juga memimpin Senegal meraih Africa Cup of Nations 2022 — gelar pertama Senegal dalam sejarah turnamen itu.
Namun di 2026, Mane bermain di Al-Nassr Arab Saudi bersama Cristiano Ronaldo — level kompetisinya sudah jauh dari puncak Eropa. Penurunan level ini bisa berdampak pada kesiapan fisiknya untuk turnamen panjang seperti Piala Dunia. Jika Senegal lolos, pertanyaan besar adalah apakah Mane versi 2026 masih setajam yang dulu.
Bernardo Silva — Manchester City / Portugal: Terlalu Banyak Bintang
Bernardo Silva dari Manchester City adalah kasus yang sama sekali berbeda. Portugal lolos ke Piala Dunia 2026 — masalahnya adalah kompetisi di dalam skuad sendiri yang luar biasa ketat. Lahir pada 10 Agustus 1994 di Lisbon, gelandang serang berusia 31 tahun ini sudah memenangkan 6 gelar Premier League, 1 Liga Champions bersama City.
Di City, Bernardo adalah salah satu pemain terpenting Pep Guardiola — kegesitan, teknik, dan kerja kerasnya tidak tertandingi. Namun di Portugal, ia harus bersaing dengan Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, dan nama-nama lain yang juga dalam form terbaiknya.
Paradoks terbaik Portugal: skuad mereka terlalu penuh bintang untuk menampung semua orang secara bersamaan. Dan di sinilah keputusan pelatih Roberto Martinez menjadi sangat krusial dan penuh kontroversi.
Kalvin Phillips — Manchester City → Ipswich / Inggris: Karir yang Tersandung
Kalvin Phillips pernah disebut oleh Pep Guardiola sebagai “salah satu gelandang terbaik di dunia” — pujian yang luar biasa dari pelatih yang sudah bekerja bersama Xavi, Iniesta, dan David Silva. Lahir pada 2 Desember 1995 di Armley, Leeds, gelandang bertahan asal Leeds United ini menjadi kunci kebangkitan Leeds dan lonjakan besar timnas Inggris di era Gareth Southgate.
Namun kepindahannya ke Manchester City seharga £45 juta pada 2022 menjadi awal dari penurunan yang menyedihkan: cedera berulang, minimnya menit bermain, dan form yang tidak pernah kembali ke level terbaiknya. Pinjaman ke West Ham United dan kemudian pindah ke Ipswich Town tidak berhasil mengembalikannya ke radar timnas.
Sementara Kobbie Mainoo dan Declan Rice mengisi posisi yang dulu menjadi miliknya, Phillips harus menerima kenyataan bahwa jendela emasnya menutup lebih cepat dari yang semestinya.
Sepak Bola Tidak Pernah Menjanjikan Keadilan
Kisah lima pemain ini bukan tentang kegagalan individu — semua dari mereka adalah pemain kelas dunia yang prestasinya di level klub tidak perlu diragukan. Ini adalah kisah tentang betapa tidak adilnya sepak bola terkadang: kualitas individu tidak cukup ketika tim nasional tidak mampu bersaing secara kolektif.
Dan justru karena kesenjangan ini ada, Piala Dunia tetap menjadi turnamen paling istimewa di dunia. Bukan semua yang terbaik bisa hadir — dan mereka yang hadir harus membuktikan bahwa mereka layak atas keistimewaan itu.
🗣️ SBH Nation, Siapa yang Paling Kalian Sayangkan Absen?
Dari lima nama di atas, siapa yang paling ingin kalian lihat tampil di Piala Dunia 2026? Apakah Salah akhirnya akan merasakan panggung terbesar itu suatu hari nanti, atau karirnya akan berakhir tanpa Piala Dunia? Bagikan pendapat di kolom komentar!
Cek juga: Profil Lengkap Pemain Internasional dan analisis terkini hanya di SBH Nation.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


