Al Nassr Juara Liga Arab Saudi, Ronaldo Kalah Top Skor dari Raksasa Baru | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Al Nassr Juara Liga Arab Saudi, Ronaldo Kalah Top Skor dari Raksasa Baru

bolt SBH Quick Take
  • Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi musim 2025/2026, mengakhiri puasa gelar domestik klub.
  • Namun, CR7 harus mengakui keunggulan striker lawan dalam perburuan gelar pencetak gol terbanyak (top skor).
  • Dominasi Al Nassr di papan atas menunjukkan kekuatan tim kolektif, meski individu Ronaldo gagal memuncaki daftar pencetak gol.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Musim yang penuh drama dan emosi akhirnya usai di Liga Arab Saudi. Al Nassr berhasil mengangkat trofi juara untuk pertama kalinya sejak kedatangan megabintang Cristiano Ronaldo. Namun, di balik euforia gelar juara, ada satu catatan pahit yang mewarnai perjalanan sang kapten: ia gagal menjadi top skor liga. Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah tim bisa bersinar meskipun bintang utamanya harus mengakui kehebatan lawan.

Gelar juara adalah obsesi utama Al Nassr sejak Ronaldo mendarat di Riyadh. Musim lalu mereka finis sebagai runner-up, dan musim ini mereka tampil sebagai tim paling konsisten. Namun, perebutan gelar individu top skor menjadi milik pemain lain. Ini adalah bukti bahwa sepak bola adalah olahraga tim, dan meskipun Ronaldo adalah mesin gol, sepak bola tidak pernah hanya tentang satu orang.

## Perjalanan Epik Al Nassr Menuju Gelar Juara

Al Nassr menjalani musim yang nyaris sempurna. Di bawah asuhan pelatih anyar yang menerapkan filosofi sepak bola menyerang, tim ini memenangkan 28 dari 34 pertandingan liga. Mereka hanya kalah tiga kali, dengan total kebobolan yang sangat minim. Kunci kesuksesan mereka terletak pada solidnya lini pertahanan yang hanya kebobolan 29 gol, serta ketajaman lini depan yang mampu mencetak 78 gol.

Salah satu momen krusial terjadi pada pekan ke-30 saat Al Nassr menjamu Al Hilal di laga El Clasico Arab Saudi. Dalam pertandingan yang disaksikan puluhan ribu suporter, Ronaldo mencetak satu gol dan memberikan assist untuk kemenangan 3-1. Kemenangan itu membuat mereka unggul 7 poin dari Al Hilal yang saat itu masih memiliki satu pertandingan tunda. Dari situ, Al Nassr tidak pernah melihat ke belakang.

Yang menarik adalah bagaimana Ronaldo berhasil mengubah perannya. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia tidak hanya sebagai predator kotak penalti, tetapi juga menjadi playmaker kedua. Ia sering turun ke tengah untuk menjemput bola dan mendistribusikannya ke sayap. Ini adalah adaptasi taktis yang membuat Al Nassr lebih sulit diprediksi lawan.

## Drama Perburuan Top Skor: Ronaldo Dikalahkan Striker Muda

Meski membawa tim juara, Ronaldo harus puas finis di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak. Ia mengoleksi 26 gol dari 34 pertandingan. Jumlah itu sebenarnya impresif, namun tidak cukup untuk mengalahkan striker Al Ahli, yang musim ini tampil ganas dengan 30 gol.

Striker Al Ahli itu tampil konsisten sepanjang musim. Ia mencetak hattrick sebanyak tiga kali, termasuk satu saat melawan Al Wehda di pekan terakhir yang mengokohkan posisinya di puncak. Kecepatan, naluri membunuh, dan kemampuannya bermain di ruang sempit membuatnya menjadi momok bagi setiap bek di Liga Arab Saudi.

Ronaldo sendiri sebenarnya sempat memimpin perburuan top skor di paruh pertama musim. Namun, cedera ringan yang ia alami pada bulan Maret membuatnya absen selama tiga pertandingan. Saat itulah sang rival sukses memanfaatkan peluang untuk memimpin. Meskipun Ronaldo kembali dan mencetak gol di lima pertandingan terakhir, jaraknya sudah terlalu jauh untuk dikejar.

Dalam konferensi pers usai pertandingan terakhir, Ronaldo mengakui kehebatan lawannya. “Gelar tim adalah yang utama. Saya senang bisa membawa Al Nassr juara. Soal top skor, selamat untuk dia. Dia pemain hebat dan pantas mendapatkannya musim ini,” ujar CR7 dengan nada sportif.

## Analisis Taktis: Kekuatan Kolektif vs Individu Gemilang

Keberhasilan Al Nassr juara dan kegagalan Ronaldo menjadi top skor adalah dua sisi mata uang yang menarik untuk dianalisis. Al Nassr tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Ronaldo. Mereka memiliki distribusi gol yang merata. Pemain sayap kiri mereka mencetak 9 gol, gelandang serang mencetak 7 gol, dan bahkan bek tengah mereka ikut menyumbang 5 gol dari situasi bola mati.

Ini adalah perubahan besar dibanding musim lalu, di mana Al Nassr sangat bergantung pada Ronaldo. Jika Ronaldo mati, tim mati. Sekarang, lawan tidak bisa hanya fokus menghentikan Ronaldo karena ada ancaman dari pemain lain. Ini adalah filosofi sepak bola modern yang diterapkan dengan baik oleh pelatih.

Sementara itu, sang top skor justru menjadi tumpuan tunggal timnya. Al Ahli memang tidak sekuat Al Nassr secara kolektif, namun mereka memiliki seorang predator sejati. Gaya bermain Al Ahli yang mengandalkan serangan balik cepat sangat cocok dengan karakter sang striker. Ia menjadi titik fokus serangan dan hampir semua bola umpan silang diarahkan kepadanya.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa dalam sepak bola, ada dua jalan menuju kesuksesan. Al Nassr memilih jalan kolektif dan berhasil juara. Al Ahli memilih jalan individu gemilang dan berhasil mendapatkan top skor.

## Dampak Musim Ini bagi Masa Depan Liga Arab Saudi

Musim ini menjadi bukti bahwa Liga Arab Saudi tidak lagi sekadar tempat pensiun bagi pemain bintang. Level kompetisinya meningkat drastis. Kehadiran pemain-pemain top seperti Ronaldo, Karim Benzema, Neymar, dan lainnya telah meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.

Bagi Al Nassr, gelar ini adalah awal dari sebuah era baru. Mereka harus mampu mempertahankan konsistensi dan bersaing di level Asia. Target selanjutnya jelas: Liga Champions Asia. Ronaldo sudah pernah menjuarai Liga Champions Eropa, dan kini ia ingin mengulang sukses itu di Asia.

Bagi Ronaldo secara pribadi, meskipun gagal menjadi top skor, musim ini tetap monumental. Ia berhasil membuktikan bahwa di usia 41 tahun, ia masih bisa menjadi pemimpin tim juara. Rekor golnya tetap fantastis, dan pengaruhnya di luar lapangan (seperti penjualan jersey dan sponsor) sangat besar bagi klub.

Ke depan, persaingan akan semakin ketat. Klub-klub lain pasti akan berbenah. Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli pasti akan melakukan perombakan besar-besaran musim depan. Liga Arab Saudi akan menjadi salah satu liga paling menarik untuk diikuti.

Pertanyaan untuk pembaca setia SBH.co.id:

Menurut kalian, apakah kegagalan Ronaldo menjadi top skor adalah tanda bahwa ia mulai menurun, atau justru bukti bahwa ia lebih mementingkan tim? Dan siapa yang pantas menjadi Pemain Terbaik musim ini: Ronaldo (juara) atau sang top skor? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel