Al Nassr Juara Liga Saudi, Ronaldo Kehilangan Gelar Top Skor | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Al Nassr Juara Liga Saudi, Ronaldo Kehilangan Gelar Top Skor

bolt SBH Quick Take
  • Cristiano Ronaldo mengantarkan Al Nassr juara Saudi Pro League 2025/2026.
  • CR7 gagal mempertahankan gelar top skor yang ia raih dua musim beruntun.
  • Musim ini jadi bukti bahwa Ronaldo lebih mementingkan tim daripada individu.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Kabar gembira sekaligus pahit menghampiri Cristiano Ronaldo di penghujung musim Saudi Pro League 2025/2026. Megabintang asal Portugal itu sukses mengantarkan Al Nassr meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Namun, di balik euforia tersebut, ada satu rekor individu yang gagal ia pertahankan: Sepatu Emas alias gelar top skor.

Ya, setelah dua musim beruntun menjadi mesin gol paling produktif di Arab Saudi, Ronaldo harus rela melihat nama pemain lain yang menempati puncak daftar pencetak gol musim ini. Ini adalah cerita tentang pengorbanan, prioritas tim, dan perubahan peran sang legenda hidup di penghujung kariernya. Mari kita bedah tuntas.

Perjalanan Panjang Menuju Gelar yang Dinanti

Ini bukanlah musim yang mudah bagi Al Nassr. Sejak kedatangan Ronaldo pada Januari 2023, target utama klub adalah merebut mahkota liga dari penguasa sebelumnya. Musim lalu mereka gagal total. Musim ini, dengan skuad yang lebih solid dan strategi yang matang, akhirnya mimpi itu terwujud.

Perjalanan Al Nassr di musim 2025/2026 bisa dibilang seperti roller coaster. Awal musim mereka tampil dominan, memenangkan delapan dari sepuluh laga pertama. Namun, cedera beberapa pemain kunci membuat performa mereka sempat menurun di pertengahan musim. Di sinilah peran Ronaldo sebagai kapten dan pemimpin menjadi krusial.

Ia bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi motor semangat di ruang ganti. Kutipan dari pelatih Al Nassr, Stefano Pioli, yang diterjemahkan tim menjelaskan: “Cristiano adalah pemimpin sejati. Ketika tim kesulitan, dialah yang pertama bangkit dan mendorong yang lain. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim, dan Cristiano adalah bagian terpenting darinya.”

Puncaknya terjadi di pekan terakhir. Al Nassr membutuhkan kemenangan melawan Al Hilal untuk memastikan gelar. Dalam laga yang menegangkan, Ronaldo mencetak satu gol dan memberikan satu assist, membawa timnya menang 3-2. Stadion Al Awwal Park bergemuruh. Gelar yang sudah lama dinanti akhirnya tiba.

Ronaldo ‘Kehilangan’ Sepatu Emas: Pengorbanan atau Kemunduran?

Nah, inilah sisi lain dari kisah sukses Al Nassr. Sepatu Emas atau top skor Saudi Pro League musim ini jatuh ke tangan Aleksandar Mitrovic dari Al Hilal. Mitrovic finis dengan 27 gol, unggul 4 gol dari Ronaldo yang mengoleksi 23 gol.

Apakah ini berarti performa Ronaldo menurun? Tidak juga. Faktanya, Ronaldo tetap menjadi pemain paling berpengaruh di liga. Perbedaannya terletak pada peran yang ia mainkan. Di musim-musim sebelumnya, ia adalah ujung tombak utama yang selalu diharapkan mencetak gol. Musim ini, dengan kehadiran pemain sayap muda seperti Abdulrahman Ghareeb dan Sadio Mane yang lebih eksplosif, Ronaldo lebih sering turun ke belakang untuk menjadi playmaker.

Statistik membuktikan hal ini. Musim ini, Ronaldo mencatatkan 12 assist, tertinggi di liga bersama dengan pemain Al Ittihad. Ia juga menciptakan peluang terbanyak kedua di liga. Ini menunjukkan bahwa ia rela menggeser fokusnya dari sekadar mencetak gol menjadi lebih banyak membantu rekan setimnya mencetak gol. Bagi Ronaldo, gelar juara tim jelas lebih berharga daripada gelar individu.

“Ronaldo ‘kehilangan’ Sepatu Emas, tapi ia ‘mendapatkan’ mahkota juara yang lebih berharga,” komentar salah satu analis sepak bola Arab Saudi dalam program tayangan olahraga. “Ia membuktikan bahwa di usia 41 tahun, ia masih bisa beradaptasi dan menjadi pemain tim yang luar biasa.”

Analisis Taktis: Perubahan Peran CR7

Dari sisi taktis, perubahan peran Ronaldo sangat terlihat. Di bawah asuhan Stefano Pioli, Al Nassr menerapkan formasi 4-3-3 yang lebih cair. Ronaldo tidak lagi diplot sebagai False Nine atau target man statis. Ia lebih sering bergerak ke sisi kiri atau kanan, memberikan ruang bagi gelandang serang seperti Otavio atau Marcelo Brozovic untuk menusuk dari lini kedua.

Salah satu momen paling ikonik musim ini adalah saat Ronaldo memberikan assist brilian kepada Sadio Mane dalam laga melawan Al Shabab. Alih-alih menyelesaikan peluang sendiri dari jarak dekat, ia justru memberikan umpan terobosan datar yang sempurna untuk Mane. Mane pun mencetak gol dan Al Nassr menang 2-0. Tindakan ini menunjukkan evolusi Ronaldo sebagai pemain yang lebih matang dan tidak egois.

High Press yang diterapkan Pioli juga membuat Ronaldo harus bekerja lebih keras di luar bola. Ia sering turun membantu pressing di lini tengah, sesuatu yang jarang ia lakukan di musim-musim sebelumnya. Hal ini tentu menguras tenaga, namun Ronaldo tetap melakukannya dengan disiplin tinggi. Ini adalah bukti dedikasinya terhadap tim.

Implikasi untuk Masa Depan

Dengan gelar juara ini, status Ronaldo di Al Nassr semakin tak tergoyahkan. Kontraknya yang akan berakhir pada 2027 kemungkinan besar akan diperpanjang. Namun, pertanyaan besarnya adalah: akankah ia tetap menjadi pemain utama musim depan?

Mengingat usianya yang sudah 41 tahun, manajemen Al Nassr mungkin akan mulai memikirkan regenerasi. Namun, melihat performa dan pengaruhnya musim ini, Ronaldo masih layak menjadi starter. Ia bisa menjadi mentor bagi para pemain muda seperti Ghareeb dan Ayman Yahya.

Kehilangan Sepatu Emas mungkin menjadi alarm bagi Ronaldo bahwa era dominasinya sebagai pencetak gol utama mulai memudar. Namun, ia telah menunjukkan bahwa ia bisa menjadi pemain dengan peran berbeda yang sama efektifnya. Jika ia bisa mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan memimpin Al Nassr meraih lebih banyak gelar di masa depan.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Gol

Kisah Cristiano Ronaldo musim ini adalah pelajaran berharga tentang prioritas. Ia memilih untuk mengorbankan rekor pribadi demi kejayaan tim. Inilah yang membedakan seorang pemain hebat dengan seorang legenda. Ronaldo telah membuktikan bahwa ia adalah seorang legenda yang selalu menempatkan tim di atas segalanya.

Selamat untuk Al Nassr dan Cristiano Ronaldo atas gelar juara Saudi Pro League 2025/2026. Dan untuk Sepatu Emas, mungkin musim depan ia akan kembali merebutnya. Tapi untuk saat ini, biarkan ia menikmati momen indah ini bersama timnya.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apakah keputusan Ronaldo untuk lebih banyak membantu tim dan kehilangan gelar top skor adalah langkah yang tepat? Ataukah ia seharusnya tetap fokus menjadi mesin gol utama Al Nassr? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel