Jadwal & Hasil
Andrea Pirlo Gagal, FIGC Kini Incar Roberto Mancini dan Antonio Conte untuk Timn | SBH.co.id | SBH Nation
timnas
calendar_today 28 Juli 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 28 Jul 2026

Andrea Pirlo Gagal, FIGC Kini Incar Roberto Mancini dan Antonio Conte untuk Timnas Italia

bolt SBH Quick Take
  • Andrea Pirlo resmi batal menjadi pelatih baru Timnas Italia, membuat FIGC harus mencari alternatif lain.
  • Roberto Mancini dan Antonio Conte menjadi dua kandidat utama yang diincar FIGC untuk menangani Gli Azzurri.
  • Kedua pelatih memiliki gaya taktis yang berbeda, dengan Mancini lebih menekankan penguasaan bola dan Conte mengandalkan disiplin pertahanan.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kembali dihadapkan pada situasi pelik setelah rencana menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia resmi gagal total. Kini, perhatian publik sepak bola Italia tertuju pada dua nama besar yang tengah menjadi kandidat kuat untuk mengisi kursi panas tersebut: Roberto Mancini dan Antonio Conte. Keduanya adalah pelatih dengan rekam jejak mentereng, namun dengan pendekatan taktis yang sangat berbeda. Pertanyaan besarnya, siapa yang lebih tepat untuk membawa Gli Azzurri kembali ke puncak kejayaan setelah kegagalan di Piala Eropa 2024? Artikel ini akan mengupas tuntas situasi ini dengan analisis mendalam, mulai dari kronologi kegagalan Pirlo, profil kedua kandidat, hingga implikasi taktis yang mungkin terjadi.

Kronologi Gagalnya Andrea Pirlo sebagai Pelatih Timnas Italia

Andrea Pirlo, legenda hidup sepak bola Italia yang pernah menjadi arsitek permainan di AC Milan dan Juventus, awalnya dianggap sebagai pilihan ideal untuk menggantikan Luciano Spalletti. Namun, negosiasi antara FIGC dan Pirlo menemui jalan buntu. Menurut sumber internal, perbedaan visi tentang proyek jangka panjang Timnas Italia menjadi penyebab utama kegagalan ini. Pirlo, yang kini melatih di Sampdoria, menginginkan kebebasan penuh dalam menentukan skuad dan metode latihan, tetapi FIGC menginginkan pendekatan yang lebih kolaboratif dengan akademi dan klub lokal. Kegagalan ini memaksa FIGC untuk segera beralih ke opsi lain, mengingat waktu yang semakin mendekati kualifikasi Piala Dunia 2026.

Profil Roberto Mancini: Kembalinya Sang Maestro ke Pangkuan Timnas

Roberto Mancini bukanlah nama asing bagi pencinta sepak bola Italia. Pelatih berusia 60 tahun ini sebelumnya pernah menangani Timnas Italia dari tahun 2018 hingga 2023, dan berhasil membawa Gli Azzurri meraih gelar juara Piala Eropa 2020. Mancini dikenal dengan filosofi permainan menyerang yang elegan, mengandalkan penguasaan bola dan tekanan tinggi. Gaya ini sangat cocok dengan generasi pemain Italia yang saat ini, seperti Nicolò Barella dan Federico Chiesa. Namun, kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2022 menjadi noda hitam dalam catatan Mancini. Meski begitu, pengalamannya di level klub, termasuk menangani Manchester City dan Inter Milan, membuatnya tetap menjadi salah satu pelatih paling dihormati di Italia.

Profil Antonio Conte: Disiplin dan Taktik Bertahan yang Keras

Antonio Conte adalah kebalikan dari Mancini dalam hal gaya kepelatihan. Pelatih berusia 55 tahun ini dikenal dengan pendekatan taktis yang sangat disiplin, mengutamakan soliditas pertahanan dan transisi cepat. Conte sukses besar bersama Juventus, Chelsea, dan Inter Milan, dengan total gelar liga yang mengesankan. Di Timnas Italia, Conte sebelumnya menangani Gli Azzurri pada periode 2014-2016, membawa tim ke perempat final Piala Eropa 2016. Kelebihan Conte adalah kemampuannya memotivasi pemain dan menciptakan mentalitas pemenang. Namun, gaya sepak bolanya yang pragmatis sering dikritik oleh penggemar yang mendambakan permainan indah.

Perbandingan Taktis: Mancini vs Conte

Dari segi taktis, perbedaan antara Mancini dan Conte sangat mencolok. Mancini lebih suka formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan fokus pada penguasaan bola dan kreativitas di lini tengah. Ia memberikan kebebasan kepada pemain sayap seperti Federico Chiesa untuk berimprovisasi. Sementara itu, Conte lebih sering menggunakan formasi 3-5-2 atau 3-4-3, dengan penekanan pada pressing ketat dan transisi vertikal. Conte juga terkenal dengan latihan fisik yang keras, yang bisa menjadi kelebihan di turnamen jangka pendek seperti Piala Dunia. Namun, di level Timnas, waktu latihan yang terbatas bisa menjadi kendala bagi Conte untuk menerapkan sistem kompleksnya.

Statistik dan Rekam Jejak Kedua Pelatih

Data statistik menunjukkan bahwa Mancini memiliki persentase kemenangan yang lebih baik di Timnas Italia: 62% dari 61 pertandingan, dengan 30 kemenangan. Conte, di sisi lain, memiliki persentase kemenangan 58% dari 25 pertandingan. Mancini juga lebih sukses dalam turnamen, dengan gelar Piala Eropa 2020, sementara Conte hanya mencapai perempat final. Namun, Conte lebih unggul dalam hal pengalaman di klub, dengan 4 gelar Serie A dan 1 gelar Premier League. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Mancini lebih cocok untuk proyek jangka panjang, sementara Conte bisa menjadi solusi instan untuk target kualifikasi Piala Dunia.

Reaksi Publik dan Media Italia

Kabar ini memicu perdebatan sengit di media Italia. Surat kabar olahraga terkemuka, La Gazzetta dello Sport, melakukan jajak pendapat yang menunjukkan 55% pembaca mendukung kembalinya Mancini, sementara 35% memilih Conte. Banyak penggemar yang merindukan gaya sepak bola menyerang Mancini, tetapi ada juga yang menginginkan disiplin taktis Conte untuk menghadapi tim-tim kuat seperti Prancis dan Jerman. Mantan pemain Timnas Italia, Gianluca Vialli, dalam wawancara eksklusif mengatakan, "Keduanya adalah pelatih kelas dunia. Tapi kita perlu melihat siapa yang bisa membangun chemistry dengan pemain muda saat ini."

Implikasi untuk Pemain Muda Italia

Keputusan FIGC akan berdampak besar pada pemain muda Italia. Jika Mancini yang terpilih, pemain seperti Sandro Tonali dan Gianluca Scamacca akan mendapatkan lebih banyak kesempatan karena gaya permainan Mancini yang mengandalkan kreativitas. Sebaliknya, Conte cenderung memilih pemain berpengalaman dan disiplin, yang bisa mengorbankan regenerasi skuad. Akademi seperti Atalanta dan Roma juga akan terpengaruh, tergantung pada filosofi pelatih yang dipilih.

Jadwal dan Target FIGC

FIGC menargetkan untuk mengumumkan pelatih baru sebelum akhir bulan ini. Hal ini penting mengingat Italia akan menghadapi laga persahabatan melawan Argentina pada Maret mendatang. Target utama FIGC adalah lolos ke Piala Dunia 2026, setelah gagal di edisi 2022. Tekanan ini membuat FIGC harus memilih pelatih yang tepat, baik dari segi taktis maupun manajerial. Pertemuan antara FIGC dengan agen Mancini dan Conte dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.

Analisis Akhir: Siapa yang Lebih Tepat?

Dari analisis mendalam, tidak ada jawaban mutlak siapa yang lebih baik. Mancini menawarkan stabilitas dan gaya sepak bola yang indah, sementara Conte menawarkan disiplin dan hasil instan. Namun, melihat kondisi Timnas Italia saat ini yang butuh regenerasi, Mancini mungkin lebih tepat. Ia sudah memiliki pengalaman menangani tim ini dan memahami kultur sepak bola Italia. Di sisi lain, jika FIGC ingin perubahan drastis, Conte bisa menjadi pilihan berani. Apapun keputusannya, publik Italia berharap pelatih baru bisa mengembalikan kejayaan Gli Azzurri yang sempat meredup.

FAQ

Apakah Andrea Pirlo benar-benar batal melatih Timnas Italia?

Ya, negosiasi antara Andrea Pirlo dan FIGC gagal karena perbedaan visi tentang proyek jangka panjang. Pirlo menginginkan kendali penuh, sementara FIGC menginginkan pendekatan kolaboratif.

Siapa kandidat terkuat antara Mancini dan Conte?

Menurut jajak pendapat dan analisis, Roberto Mancini sedikit lebih unggul berkat pengalamannya menangani Timnas Italia dan gelar Piala Eropa 2020. Namun, Antonio Conte juga memiliki dukungan kuat dari pihak yang menginginkan disiplin taktis.

Kapan FIGC akan mengumumkan pelatih baru?

FIGC menargetkan pengumuman sebelum akhir bulan ini, mengingat jadwal laga persahabatan melawan Argentina pada Maret mendatang.

🗣️ SBH Nation, Menurut kalian, siapa yang lebih cocok untuk Timnas Italia saat ini: Roberto Mancini dengan gaya menyerangnya atau Antonio Conte dengan disiplin taktisnya? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel

Menu Lainnya