🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: INTER-MILAN VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Baggio Bongkar Akar Masalah dengan Lippi di Inter: 'Dia Sengaja Memprovokasi Say | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 21 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Mei 2026

Baggio Bongkar Akar Masalah dengan Lippi di Inter: 'Dia Sengaja Memprovokasi Saya'

bolt SBH Quick Take
  • Roberto Baggio mengungkap penyebab konflik dengan Marcello Lippi di Inter Milan pada era 1998-2000.
  • Baggio menilai Lippi sengaja memprovokasi dirinya dan menciptakan suasana tidak kondusif di ruang ganti.
  • Konflik ini menjadi salah satu penyebab utama Baggio jarang dimainkan dan akhirnya hengkang dari Inter.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

SBH.ID – Roberto Baggio, salah satu ikon terbesar sepak bola Italia, kembali membuka lembaran lama terkait hubungannya yang renggang dengan pelatih legendaris, Marcello Lippi. Dalam sebuah wawancara eksklusif yang dikutip dari Football Italia, Baggio dengan gamblang menjelaskan mengapa chemistry di antara mereka tidak pernah berjalan baik selama sama-sama membela Inter Milan pada akhir 1990-an.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, detail yang diungkapkan Baggio kali ini cukup mengejutkan. Ia menyatakan bahwa Lippi bukan hanya seorang pelatih yang keras, tetapi juga seorang yang sengaja “memprovokasi” dirinya secara psikologis. Apa sebenarnya yang terjadi di balik layar Giuseppe Meazza saat itu? Mari kita bedah tuntas.

Awal Mula Ketegangan: Ketika Filosofi Berbenturan

Baggio bergabung dengan Inter Milan pada tahun 1998 dengan status sebagai pahlawan nasional setelah penampilan gemilangnya di Piala Dunia 1998. Namun, kedatangan Lippi pada musim yang sama menjadi titik balik yang kelam bagi karier si “Kuncir Kuda”.

Menurut Baggio, masalah dimulai dari perbedaan pandangan taktis dan filosofi sepak bola. Lippi, yang terkenal dengan pendekatan disiplin militer dan sistem catenaccio modern, menginginkan pemain yang patuh dan bisa berkorban untuk tim. Sementara Baggio, seorang trequartista murni, membutuhkan kebebasan untuk berkreasi di lini depan.

“Lippi adalah pelatih hebat, tidak ada yang menyangkal itu,” ujar Baggio dalam wawancara tersebut. “Tapi cara kami memandang sepak bola sangat berbeda. Dia ingin saya bermain sebagai penyerang sayap yang bertahan, sementara saya adalah pemain nomor 10 klasik. Itu seperti memaksakan kotak bundar ke dalam lubang persegi.”

Ketidakcocokan ini bukan hanya soal posisi di atas kertas. Baggio merasa bahwa Lippi tidak pernah benar-benar percaya padanya. Akibatnya, ia seringkali ditempatkan di bangku cadangan atau dimainkan di posisi yang tidak sesuai dengan kemampuannya.

‘Dia Sengaja Memprovokasi Saya’

Bagian paling menarik dari pernyataan Baggio adalah tuduhannya bahwa Lippi sengaja melakukan provokasi psikologis. Dalam budaya sepak bola Italia, provokasi verbal dan psikologis sering digunakan pelatih untuk menguji mental pemain. Namun, Baggio merasa bahwa Lippi melakukannya dengan niat jahat.

“Saya ingat suatu hari di sesi latihan, dia (Lippi) mengatakan sesuatu di depan seluruh tim yang membuat saya terlihat seperti pemain yang tidak berguna,” kenang Baggio. “Dia tidak hanya mengkritik permainan saya, tetapi juga karakter saya. Dia bilang saya tidak punya semangat juang. Itu adalah provokasi yang jelas. Dia ingin saya bereaksi dan membuat kesalahan.”

Baggio mengaku bahwa ia mencoba untuk tetap tenang dan profesional, tetapi provokasi tersebut terus berlanjut. Situasi menjadi semakin tidak nyaman ketika Lippi mulai membanding-bandingkan Baggio dengan pemain lain, terutama Ronaldo, yang saat itu menjadi bintang utama Inter.

“Tidak mudah menjadi Baggio di Inter saat itu,” tambahnya. “Anda harus berbagi ruang ganti dengan Ronaldo, yang jelas-jelas menjadi favorit pelatih. Saya tidak pernah iri pada Ronaldo, dia adalah fenomena. Tapi cara Lippi memperlakukan saya seolah-olah saya adalah masalah utama tim sangat menyakitkan.”

Dampak pada Performa Tim dan Warisan

Konflik antara Baggio dan Lippi bukan hanya menjadi konsumsi media, tetapi juga berdampak langsung pada performa Inter Milan. Meskipun Inter memiliki skuad bertabur bintang seperti Ronaldo, Christian Vieri, dan Youri Djorkaeff, mereka gagal meraih Scudetto di bawah asuhan Lippi. Musim 1998-99 dan 1999-2000 menjadi musim yang penuh gejolak.

Baggio, yang seharusnya menjadi joker di lini depan, justru sering duduk di bangku cadangan. Ia hanya mencetak 9 gol di Serie A dalam dua musim bersama Lippi. Angka yang sangat kecil untuk pemain sekaliber Baggio. Akhirnya, pada tahun 2000, Baggio memutuskan untuk hengkang ke Brescia, klub yang kemudian menjadi saksi kebangkitan kembali kariernya.

“Saya pergi dari Inter dengan kepala tegak,” tegas Baggio. “Saya tidak menyesal. Saya hanya kecewa karena tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaik saya di klub sebesar Inter. Tapi sepak bola adalah hidup, dan saya harus move on.”

Bagi Baggio, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga. Ia menyadari bahwa tidak semua hubungan antara pemain dan pelatih bisa berjalan mulus, terutama jika ego dan visi berbenturan.

Pelajaran dari Konflik Baggio dan Lippi

Kisah Baggio dan Lippi adalah pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal taktik dan skill individu, tetapi juga soal manajemen manusia. Lippi, yang kemudian sukses besar bersama Juventus dan Timnas Italia, mungkin adalah pelatih yang brilian, tetapi pendekatannya yang keras tidak cocok untuk semua pemain.

Baggio, di sisi lain, adalah pemain dengan ego yang besar dan keyakinan yang kuat pada filosofi bermainnya. Ketika dua karakter kuat ini bertemu, hasilnya bisa menjadi bom waktu. Pelajaran untuk kita semua: dalam sepak bola, chemistry antara pelatih dan pemain seringkali lebih penting daripada nama besar.

Apakah menurut Anda Lippi memang sengaja memprovokasi Baggio, ataukah Baggio terlalu sensitif? Siapa yang lebih salah dalam konflik legendaris ini? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel