Big Board 7.0 Pochettino: Siapa Saja Pemain Kunci USMNT untuk Piala Dunia 2026?
- Mauricio Pochettino akan mengumumkan skuad final USMNT pada Selasa (23/5/2026) untuk Piala Dunia 2026.
- Big Board 7.0 dari ESPN memproyeksikan 23 pemain, dengan kejutan seperti Brian White dan kemungkinan absennya Gio Reyna.
- Keputusan akhir bergantung pada performa di laga pramusim dan kebugaran pemain kunci seperti Christian Pulisic.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Siapa yang Aman? Analisis Lini Demi Lini USMNT
- 1. Kiper: Persaingan Ketat di Bawah Mistar
- 2. Lini Belakang: Pertahanan Kokoh dengan Ancaman Cedera
- 3. Gelandang: Jantung Permainan yang Harus Stabil
- Kejutan dan Pemain yang Terancam Tersingkir
- Dampak Keputusan Pochettino bagi Grup A Piala Dunia 2026
- Kesimpulan: Antara Harapan dan Realita
Mauricio Pochettino, pelatih asal Argentina yang kini menukangi Timnas Amerika Serikat (USMNT), akan segera mengumumkan skuad final untuk Piala Dunia 2026. Pengumuman yang dijadwalkan pada Selasa (23/5/2026) ini menjadi momen yang paling dinantikan oleh para penggemar sepak bola Negeri Paman Sam. Dalam Big Board 7.0 yang dirilis oleh ESPN, jurnalis senior Jeff Carlisle memberikan prediksi mendalam tentang siapa saja yang akan masuk dalam daftar 23 pemain yang akan membela USMNT di panggung terbesar sepak bola dunia.
Artikel ini akan mengupas tuntas analisis Carlisle, mulai dari kiper, lini belakang, gelandang, hingga penyerang. Kami juga akan membahas kejutan-kejutan yang mungkin terjadi, serta dampaknya bagi persaingan di Grup A yang juga dihuni oleh tim-tim kuat seperti Inggris, Iran, dan Skotlandia.
Siapa yang Aman? Analisis Lini Demi Lini USMNT
Dalam Big Board 7.0, Carlisle menyusun daftar pemain berdasarkan performa terkini, kebugaran, dan kecocokan dengan filosofi Pochettino. Berikut adalah rincian prediksi untuk setiap posisi:
1. Kiper: Persaingan Ketat di Bawah Mistar
Untuk posisi kiper, Carlisle memproyeksikan tiga nama yang akan masuk: Matt Turner (Nottingham Forest), Ethan Horvath (Cardiff City), dan Zack Steffen (Colorado Rapids). Turner, yang menjadi pilihan utama di kualifikasi, diprediksi akan tetap menjadi starter. Namun, Horvath yang tampil gemilang di Championship musim ini memberikan tekanan besar. Sementara itu, Steffen yang pernah menjadi andalan di masa lalu harus berjuang keras untuk merebut tempat ketiga.
Yang menarik, nama Gabriel Slonina (Chelsea) yang sempat menjadi harapan masa depan, justru tidak masuk dalam prediksi. Carlisle menilai Slonina masih terlalu mentah untuk turnamen sebesar Piala Dunia, meskipun ia memiliki potensi besar di masa depan.
2. Lini Belakang: Pertahanan Kokoh dengan Ancaman Cedera
Lini belakang menjadi sorotan utama karena beberapa pemain kunci mengalami cedera. Carlisle memproyeksikan bek tengah Chris Richards (Crystal Palace) dan Tim Ream (Fulham) sebagai duet utama. Ream, yang sudah berusia 38 tahun, tetap diandalkan karena pengalamannya yang luar biasa. Namun, ada kekhawatiran mengenai kebugaran Miles Robinson (FC Cincinnati) yang baru pulih dari cedera hamstring.
Untuk posisi bek sayap, Antonee Robinson (Fulham) dan Sergiño Dest (PSV Eindhoven) diprediksi menjadi pilihan utama. Namun, Dest yang sering cedera membuat Pochettino mungkin akan membawa Joe Scally (Borussia Mönchengladbach) sebagai pelapis. Carlisle juga mengejutkan dengan memasukkan Brian White (Vancouver Whitecaps) sebagai bek tengah alternatif, yang jarang disebut-sebut sebelumnya.
3. Gelandang: Jantung Permainan yang Harus Stabil
Di lini tengah, Tyler Adams (AFC Bournemouth) menjadi sosok yang tak tergantikan sebagai gelandang bertahan. Carlisle menilai Adams adalah pemain paling penting di skuad ini setelah Christian Pulisic. Namun, masalah kebugaran Adams yang sering cedera membuat Weston McKennie (Juventus) dan Yunus Musah (AC Milan) harus siap menjadi alternatif.
Yang menjadi perdebatan adalah nasib Gio Reyna (Borussia Dortmund). Carlisle memprediksi Reyna tidak akan masuk skuad final karena masalah konsistensi dan cedera. Meskipun memiliki bakat luar biasa, Pochettino dinilai lebih memilih pemain yang lebih bisa diandalkan secara fisik, seperti Luca de la Torre (Celta Vigo) atau Malik Tillman (PSV).
Kejutan dan Pemain yang Terancam Tersingkir
Salah satu kejutan terbesar dalam Big Board 7.0 adalah masuknya Brian White. Penyerang Vancouver Whitecaps ini bukanlah nama yang biasa disebut dalam skuad USMNT. Namun, Carlisle menilai White memiliki fisik kuat dan kemampuan mencetak gol yang dibutuhkan Pochettino, terutama jika Folarin Balogun (AS Monaco) mengalami cedera.
Di sisi lain, pemain seperti Brenden Aaronson (Leeds United) dan Jordan Pefok (Union Berlin) diprediksi akan tersingkir. Aaronson dianggap kurang efektif di level internasional, sementara Pefok gagal bersaing dengan Balogun dan Ricardo Pepi (PSV). Pepi, yang tampil impresif di Eredivisie, menjadi pilihan utama sebagai penyerang tengah.
Dampak Keputusan Pochettino bagi Grup A Piala Dunia 2026
Keputusan Pochettino akan sangat memengaruhi peluang USMNT di Grup A. Dengan Inggris sebagai unggulan, Amerika Serikat harus bersaing ketat dengan Iran dan Skotlandia untuk merebut posisi kedua. Jika Pochettino memilih pemain yang lebih berpengalaman seperti Tim Ream dan Matt Turner, maka pertahanan bisa menjadi kunci. Namun, jika ia memilih pemain muda seperti Cade Cowell (San Jose Earthquakes) yang memiliki kecepatan, serangan balik bisa menjadi senjata mematikan.
Carlisle juga mencatat bahwa Pochettino sangat menyukai pemain yang bisa bermain di beberapa posisi. Contohnya, Weston McKennie yang bisa menjadi gelandang serang atau bek sayap, dan Sergiño Dest yang bisa bermain di kedua sisi. Fleksibilitas ini akan sangat berharga dalam turnamen yang padat.
Kesimpulan: Antara Harapan dan Realita
Big Board 7.0 dari Jeff Carlisle memberikan gambaran yang jelas tentang skuad USMNT yang akan diumumkan. Meskipun ada beberapa kejutan, seperti Brian White yang masuk dan Gio Reyna yang absen, keputusan akhir tetap ada di tangan Mauricio Pochettino. Yang jelas, Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian bagi sepak bola Amerika Serikat. Dengan dukungan publik tuan rumah, mereka harus mampu melampaui pencapaian 16 besar di edisi 2022.
Pertanyaan untuk pembaca SBH.co.id: Menurut kalian, apakah keputusan Pochettino untuk tidak membawa Gio Reyna adalah langkah tepat? Atau justru sebaliknya, ia seharusnya diberi kesempatan karena bakatnya? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


