🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
>- | SBH Nation
liga internasional
calendar_today 21 April 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Apr 2026

>-

format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Klub Championship menolak sistem VAR “challenge” untuk musim depan. Keputusan ini diambil setelah voting yang ketat di antara 24 klub. Sementara di Italia, Gian Piero Gasperini menyebut kebobolan dari sepak pojok sebagai pukulan telak bagi AS Roma. dua berita dari Inggris dan Italia ini bicara tentang inti sepak bola: keadilan dan detail taktik.

## Championship Pilih Jalan Tradisional Tanpa VAR

Dewan klub Championship secara resmi menolak proposal sistem VAR baru. Sistem yang ditawarkan adalah model “challenge” ala tenis. Setiap tim mendapat hak untuk meminta tinjauan ulang keputusan wasit beberapa kali per pertandingan.

  • 24 klub ikut dalam proses voting.
  • Mayoritas memutuskan tidak menerapkan sistem apapun untuk 2026/27.
  • Alasan utama: biaya implementasi dan kekhawatiran mengganggu ritme permainan.

“Kami percaya pada integritas wasit di lapangan. Sistem baru berisiko membuat permainan terfragmentasi,” ujar seorang sumber anonim dari klub Championship kepada BBC.

Keputusan ini kontras dengan Liga Primer Inggris yang sudah menggunakan VAR penuh. Bagi Championship, liga dengan 552 pertandingan reguler per musim, konsistensi adalah kunci. Mereka khawatir teknologi justru menciptakan lebih banyak kontroversi daripada solusi.

## Pelajaran dari Roma: Set Piece Masih Senjata Mematikan

Di sisi lain, kekalahan AS Roma 2-3 dari Torino memberikan pelajaran taktis yang dalam. Gian Piero Gasperini, sang juru taktik, geram dengan dua gol yang dibobolkan dari situasi bola mati. Andrea Belotti dan Pietro Pellegri menjadi eksekutor yang memanfaatkan kelemahan itu.

  • Roma telah kebobolan 8 gol dari sepak pojok musim ini.
  • 65% gol yang diterima Roma di 5 laga terakhir berasal dari set piece.
  • Gasperini menyoroti kegagalan zonal marking dan kurang agresifnya second ball.

“Kebobolan dari sepak pojok adalah pukulan telak. Itu menunjukkan kurangnya konsentrasi dan disiplin taktis,” ujar Gasperini. Analisis ini menunjukkan betapa vitalnya persiapan situasi dead ball dalam sepak bola modern. Bukan hanya soal fisik, tapi juga organisasi dan kewaspadaan mental selama 90 menit.

## Dampak untuk Sepak Bola Indonesia

Apa hubungannya Championship tolak VAR dan Roma bobol dari set piece dengan Liga 1? Sangat erat, SBH Nation. Mari kita bedah bersama.

Pertama, soal VAR. PSSI dan PT LIB kerap mendapat tekanan untuk menghadirkan VAR di Liga 1. Namun, kisah Championship menjadi cermin berharga. Biaya operasional teknologi ini sangat besar. Dana yang mungkin habis untuk VAR bisa dialihkan untuk peningkatan kualitas wasit, fasilitas klub, atau akademi sepak bola.

Kedua, pelajaran dari Gasperini. Pertahanan set piece adalah momok bagi banyak klub Indonesia. Lihat saja statistik kebobolan dari sepak pojok atau tendangan bebas di Liga 1. Pelatih lokal seperti Luis Milla di Persib atau Thomas Doll di Persija pasti paham betul masalah ini.

  • Apakah latihan khusus set piece sudah menjadi prioritas?
  • Seberapa detail analisis video lawan dilakukan?
  • Apakah ada pemain yang secara khusus ditugaskan sebagai “penjaga zonal marking”?

Ini adalah detail-detail kecil yang membedakan tim juara dan tim biasa. Championship memilih fokus pada manusia (wasit), sementara Roma diingatkan bahwa dasar-dasar pertahanan (set piece) tetap tak boleh diabaikan.

sepak bola selalu bergerak antara tradisi dan inovasi. Championship memegang teguh prinsip “wasit adalah penguasa lapangan”, sementara Roma dihukum karena melupakan basic defending. Untuk kita di Indonesia, mungkin jawabannya ada di tengah: berinovasi dalam hal yang esensial.

Teknologi seperti VAR memang menggiurkan, tapi apakah fondasi kompetisi kita sudah cukup kuat? Sebelum memikirkan chip di bola, mari pastikan dulu taktik bertahan dari sepak pojok sudah matang. Apa menurut mana yang lebih urgent untuk Liga 1: VAR atau sekolah pelatih yang fokus pada analisis taktis mendetail?

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel