Daniel Dubois vs Usyk Lagi: Kali Ini Petinju Inggris Siap Balas Dendam? | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 21 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Mei 2026

Daniel Dubois vs Usyk Lagi: Kali Ini Petinju Inggris Siap Balas Dendam?

bolt SBH Quick Take
  • Daniel Dubois telah dua kali dikalahkan Oleksandr Usyk, tetapi kini ia menjadi juara WBO kelas berat.
  • Promotor Frank Warren menyatakan Dubois sudah tumbuh secara mental dan siap untuk pertarungan ketiga.
  • Jika trilogi terjadi, ini akan menjadi ujian terbesar bagi Dubois untuk membuktikan dirinya layak menjadi raja kelas berat.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Dunia tinju kelas berat kembali berpotensi dihidupkan oleh sebuah trilogi epik. Dua kali Daniel Dubois mencoba merebut tahta dari Oleksandr Usyk, dan dua kali pula ia harus mengakui keunggulan petinju asal Ukraina yang dianggap sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik sepanjang masa. Namun, kini angin telah berubah. Dubois, yang baru saja merebut sabuk juara WBO, mulai percaya diri untuk menantang Usyk untuk ketiga kalinya.

Promotor kawakan, Frank Warren, yang menaungi Dubois, dengan lantang menyatakan bahwa anak asuhnya sudah “tumbuh secara mental” dan tidak lagi sama seperti saat pertama kali bertemu Usyk di atas ring. Apakah mimpi Dubois untuk menjadi raja kelas berat yang tak terbantahkan akan terwujud? Ataukah Usyk akan kembali menunjukkan kelasnya yang superior?

Babak Pertama: Kontroversi Pukulan di Bawah Pinggang

Pertemuan pertama antara Dubois dan Usyk terjadi pada Agustus 2023 di Polandia. Saat itu, Dubois masih menjadi penantang yang haus akan pengakuan. Ia datang dengan rekor 19-1 dan percaya diri bisa menghentikan laju Usyk yang baru saja mengalahkan Anthony Joshua dua kali. Pertarungan berjalan sengit, tetapi momen paling kontroversial terjadi di ronde kelima.

Dubois melayangkan sebuah pukulan kanan keras yang mendarat di area perut Usyk. Usyk langsung jatuh dan tampak kesakitan. Wasit, Luis Pabon, memutuskan pukulan tersebut ilegal karena dianggap mengenai sabuk (low blow). Usyk diberikan waktu lima menit untuk pulih. Setelah itu, ia bangkit dan mendominasi sisa pertarungan.

Pada ronde kesembilan, Usyk berhasil menjatuhkan Dubois dengan pukulan ke tubuh, dan akhirnya pertarungan dihentikan. Dubois kalah TKO, tetapi ia dan timnya merasa telah dirampok kemenangan. “Itu pukulan bersih. Saya mengenai dia di perut, bukan di bawah sabuk,” protes Dubois saat itu.

Babak Kedua: Kemenangan yang Tidak Meyakinkan

Pertemuan kedua terjadi pada Februari 2025, kali ini di Arab Saudi. Dubois datang dengan status yang lebih percaya diri setelah mengalahkan Jarrell Miller dan Filip Hrgovic. Namun, Usyk juga baru saja mengalahkan Tyson Fury dalam pertarungan besar yang membuatnya menjadi juara tak terbantahkan kelas berat.

Pertarungan kedua berlangsung lebih kompetitif. Dubois menunjukkan peningkatan dalam hal ketahanan dan strategi. Ia berhasil mendaratkan beberapa pukulan keras, terutama di ronde-ronde awal. Namun, Usyk yang lebih berpengalaman kembali menunjukkan kelasnya. Ia menggunakan gerakan kaki yang lincah, kombinasi pukulan cepat, dan pertahanan yang solid untuk mengontrol pertarungan.

Pada akhirnya, juri memberikan kemenangan mutlak untuk Usyk. Banyak pengamat menilai pertarungan lebih ketat dari yang pertama, tetapi tetap saja Dubois belum cukup untuk mengalahkan sang juara. “Saya belajar banyak dari pertarungan itu. Saya tahu apa yang perlu diperbaiki,” ujar Dubois setelah pertandingan.

Mengapa Trilogi Ini Berbeda?

Kini, situasinya berbeda. Daniel Dubois telah menjadi juara WBO setelah mengalahkan Anthony Joshua di Wembley Stadium pada September 2025. Kemenangan itu menjadi titik balik kariernya. Ia tidak lagi dianggap sebagai petinju yang hanya mengandalkan kekuatan pukulan, tetapi juga memiliki mentalitas juara sejati.

Promotor Frank Warren yakin bahwa Dubois sekarang adalah petarung yang berbeda. “Dia sudah tumbuh secara mental. Dua kekalahan dari Usyk membuatnya menjadi petarung yang lebih bijaksana. Sekarang, dia memiliki sabuk, dia memiliki kepercayaan diri, dan dia siap untuk menghadapi tantangan terbesarnya,” kata Warren dalam wawancara baru-baru ini.

Selain itu, faktor usia dan regenerasi juga mulai bermain. Usyk kini sudah berusia 38 tahun, sementara Dubois baru 27 tahun. Kecepatan dan ketahanan Usyk mungkin mulai menurun, sementara Dubois berada di puncak kekuatannya. Jika pertarungan ketiga terjadi, ini bisa menjadi momen yang tepat bagi Dubois untuk memanfaatkan keunggulan fisiknya.

Analisis Taktis: Apa yang Harus Dubois Perbaiki?

Jika Dubois ingin memenangkan trilogi, ia harus belajar dari dua kekalahan sebelumnya. Pertama, ia harus bisa mengatasi gerakan kaki Usyk yang sangat sulit ditebak. Usyk adalah master dalam hal footwork dan sudut serangan. Dubois sering kali terlambat bereaksi dan hanya bisa memukul udara.

Kedua, Dubois harus lebih sabar dalam membangun serangan. Di pertarungan sebelumnya, ia sering kali terlalu agresif dan membuang energi dengan pukulan yang tidak efektif. Ia perlu menggunakan jab untuk mengukur jarak dan mengatur ritme pertarungan.

Ketiga, pertahanan Dubois harus lebih solid. Usyk adalah petinju yang sangat akurat, terutama dengan pukulan hook kiri dan straight kanan. Dubois harus belajar untuk melindungi dagunya dan tidak membiarkan Usyk leluasa masuk ke jarak dekat.

Terakhir, faktor mental. Dubois harus percaya bahwa ia bisa mengalahkan Usyk. Ia tidak boleh gentar dengan reputasi lawan. “Saya sudah merasakan kekuatannya. Saya tahu dia manusia biasa. Saya hanya perlu waktu dan kesempatan untuk membuktikan diri,” kata Dubois.

Dampak bagi Dunia Tinju Kelas Berat

Jika trilogi ini terjadi, dampaknya akan sangat besar bagi dunia tinju kelas berat. Saat ini, kelas berat sedang dalam masa transisi. Tyson Fury sudah pensiun, Anthony Joshua kalah dari Dubois, dan Usyk mulai memasuki usia senja. Seorang juara baru yang dominan sangat dinantikan.

Kemenangan Dubois atas Usyk akan mengukuhkan dirinya sebagai raja kelas berat yang sah. Ia akan memiliki sabuk WBO, IBF, dan WBA (jika Usyk mempertahankan semuanya). Ia juga akan menjadi petinju Inggris pertama yang secara resmi menjadi juara tak terbantahkan kelas berat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebaliknya, jika Usyk menang lagi, ia akan membuktikan bahwa ia adalah salah satu petinju terhebat sepanjang masa. Mengalahkan Dubois tiga kali akan menjadi pencapaian yang luar biasa, terutama di usia yang sudah tidak muda lagi.

Kesimpulan: Akankah Dubois Akhirnya Menang?

Pertanyaan besarnya adalah: apakah Daniel Dubois sudah siap untuk mengalahkan Oleksandr Usyk di pertarungan ketiga? Jawabannya tidak sederhana. Dari segi fisik dan usia, Dubois jelas unggul. Ia lebih muda, lebih kuat, dan lebih segar. Namun, dari segi pengalaman dan kecerdasan bertinju, Usyk masih jauh di atas.

Yang pasti, Dubois telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kemenangan atas Anthony Joshua membuktikan bahwa ia memiliki mentalitas juara. Ia tidak lagi menjadi petinju yang mudah menyerah. Ia belajar dari kekalahan dan terus bangkit.

Frank Warren, sang promotor, sangat percaya diri. “Saya yakin Daniel bisa melakukannya. Dia sudah matang, dia sudah siap. Sekarang saatnya dia menunjukkan kepada dunia bahwa dia adalah petinju terbaik di dunia,” tegas Warren.

Namun, satu hal yang pasti: jika trilogi ini terjadi, dunia tinju akan menyaksikan pertarungan yang epik. Dua petinju dengan gaya bertarung yang sangat berbeda akan saling berhadapan untuk memperebutkan supremasi kelas berat. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang? Kita tunggu saja.

Pertanyaan untuk pembaca: Menurut kalian, apakah Daniel Dubois sudah cukup matang untuk mengalahkan Oleksandr Usyk di pertarungan ketiga? Ataukah Usyk akan kembali menunjukkan kelasnya dan mempertahankan tahtanya? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel