🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
De Zerbi Bela Romero yang Pulang ke Argentina: Bukan Egois, Tapi Manusia | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

De Zerbi Bela Romero yang Pulang ke Argentina: Bukan Egois, Tapi Manusia

bolt SBH Quick Take
  • Cristian Romero memilih pulang ke Argentina untuk menonton klub masa kecilnya ketimbang mendampingi Tottenham di laga penentu melawan Everton.
  • Glenn Hoddle mengkritik keras keputusan Romero sebagai tindakan egois, sementara Roberto De Zerbi membelanya dengan alasan kemanusiaan dan rasa memiliki.
  • Keputusan ini membuka perdebatan besar soal loyalitas pemain, tekanan mental, dan budaya sepak bola modern yang seringkali melupakan sisi personal.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Kontroversi besar mengguncang markas Tottenham Hotspur jelang laga pamungkas Premier League musim 2025/2026. Sang kapten, Cristian Romero, memutuskan untuk tidak mendampingi timnya saat mereka bertandang ke markas Everton dalam laga hidup mati yang menentukan nasib mereka di Premier League. Alih-alih berada di bangku cadangan atau setidaknya memberikan dukungan moral dari London, Romero malah terbang pulang ke Argentina.

Keputusan ini sontak menuai kritik pedas, terutama dari legenda Tottenham, Glenn Hoddle. Dalam kolomnya di media Inggris, Hoddle dengan tegas melabeli Romero sebagai pemain yang “egois” dan tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Namun, manajer Tottenham, Roberto De Zerbi, bukannya ikut mengkritik, malah tampil sebagai tameng bagi kaptennya.

Kronologi: Cedera, Kerinduan, dan Sebuah Keputusan Kontroversial

Kisah ini bermula dari cedera lutut yang dialami Romero saat Tottenham menghadapi Sunderland pada pertengahan April lalu. Cedera tersebut memaksanya absen di beberapa laga krusial, termasuk laga penentu melawan Everton. Namun, yang membuat banyak pihak geram bukanlah cederanya, melainkan keputusannya untuk tidak hadir di Goodison Park.

Menurut laporan yang beredar, Romero memanfaatkan masa pemulihannya untuk pulang ke Argentina dan menonton langsung klub masa kecilnya, Club Atlético Belgrano, bertanding di liga domestik Argentina. Bagi seorang penggemar sepak bola sejati, mungkin ini terdengar romantis. Namun, bagi seorang kapten tim Premier League yang sedang berjuang menghindari degradasi, ini adalah sebuah tindakan yang sulit diterima.

Hoddle, yang pernah menjadi pemain dan manajer Tottenham, melontarkan kritik tajam. “Seorang kapten harus menjadi yang terdepan, bahkan saat cedera. Kehadirannya di stadion, di ruang ganti, memberikan energi pada rekan setim. Ini bukan soal bermain, ini soal menjadi bagian dari perjuangan. Keputusannya pulang ke Argentina adalah tindakan yang sangat egois,” ujar Hoddle dalam sebuah wawancara.

De Zerbi Buka Suara: “Kita Bicara Soal Manusia, Bukan Robot”

Di tengah badai kritik, Roberto De Zerbi justru tampil dengan perspektif yang sama sekali berbeda. Dalam konferensi pers jelang laga melawan Everton, pelatih asal Italia itu dengan tegas membela Romero. De Zerbi menekankan bahwa sepak bola bukan hanya tentang taktik dan strategi, tetapi juga tentang manusia dengan segala emosi dan kebutuhannya.

“Dia (Romero) adalah manusia. Dia memiliki keluarga, dia memiliki perasaan, dan dia memiliki klub yang dia cintai sejak kecil. Cedera membuatnya frustrasi karena dia tidak bisa membantu tim di lapangan. Mungkin, secara psikologis, dia butuh sesuatu yang membangkitkan semangatnya. Menonton klub masa kecilnya mungkin adalah caranya untuk mengisi ulang energi mentalnya,” ujar De Zerbi dengan nada datar namun penuh keyakinan.

De Zerbi juga menyindir balik kritik Hoddle dengan menyebut bahwa era sepak bola modern sudah berubah. “Dulu mungkin berbeda. Tapi sekarang, kita harus memahami bahwa pemain adalah individu dengan kehidupan pribadi. Jika Romero merasa ini yang terbaik untuk kesehatan mentalnya, saya mendukung penuh. Saya lebih suka dia kembali dengan semangat baru daripada dia duduk di tribun dengan wajah masam dan pikiran negatif,” tambahnya.

Analisis Taktis: Benarkah Kehilangan Romero Fatal?

Dari sisi taktis, absennya Romero memang menjadi pukulan telak bagi Tottenham. Sebagai bek tengah andalan, Romero adalah pemimpin di lini belakang. Tanpanya, pertahanan Tottenham menjadi lebih rapuh. Namun, statistik menunjukkan bahwa tanpa Romero, Tottenham justru mampu meraih kemenangan penting melawan Liverpool di pekan sebelumnya.

De Zerbi sendiri sudah menyiapkan antisipasi. Ia kemungkinan akan kembali memasang duet bek tengah Micky van de Ven dan Radu Drăgușin. Keduanya sudah menunjukkan chemistry yang cukup baik dalam beberapa laga terakhir. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah soal mentalitas tim. Tanpa kehadiran sang kapten, apakah para pemain Tottenham bisa tetap fokus dan disiplin?

Sisi positifnya, keputusan De Zerbi untuk membela Romero justru bisa menjadi perekat tim. Para pemain lain mungkin akan merasa bahwa manajer mereka adalah sosok yang melindungi, bukan sekadar bos yang otoriter. Ini bisa menciptakan suasana ruang ganti yang lebih solid, meskipun di tengah tekanan besar.

Implikasi Kedepan: Antara Loyalitas dan Kesehatan Mental

Kontroversi ini membuka kembali perdebatan klasik dalam sepak bola modern: sejauh mana loyalitas seorang pemain terhadap klubnya? Apakah seorang kapten harus mengorbankan segalanya, termasuk waktu bersama keluarga dan kebahagiaan pribadinya, demi klub?

Di satu sisi, budaya sepak bola Inggris sangat menjunjung tinggi nilai loyalitas dan pengorbanan. Steven Gerrard yang menangis saat Liverpool kalah, atau John Terry yang bermain dengan patah tulang, adalah contoh heroik yang selalu diingat. Di sisi lain, kesadaran akan kesehatan mental pemain kini semakin meningkat. Banyak klub mulai menyediakan psikolog dan konselor untuk membantu pemain mengatasi tekanan.

De Zerbi, dengan pembelaannya, seolah ingin mengatakan bahwa ada batasan antara pengabdian dan obsesi. “Kita ingin pemain memberikan segalanya di lapangan, tapi kita juga harus ingat bahwa mereka punya kehidupan di luar lapangan. Romero adalah kapten kami, dan dia akan tetap menjadi kapten kami. Saya percaya dia akan kembali lebih kuat,” tutup De Zerbi.

Pertanyaan untuk Pembaca SBH Nation:

Menurut kalian, siapa yang benar dalam kontroversi ini? Apakah Romero egois karena memilih pulang ke Argentina di saat timnya sedang terancam degradasi, atau justru De Zerbi yang benar dengan memahami sisi kemanusiaan pemainnya? Atau mungkin, ada titik tengah yang bisa diambil? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman sesama pecinta sepak bola agar diskusinya makin seru.

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel