Devine dan Green Bersinar, Selandia Baru Samakan Kedudukan Lawan Inggris di T20I | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Devine dan Green Bersinar, Selandia Baru Samakan Kedudukan Lawan Inggris di T20I

bolt SBH Quick Take
  • Sophie Devine (87) dan Maddy Green (56) membangun kemitraan 129 run untuk gawang kelima, yang merupakan kemitraan tertinggi kedua dalam sejarah T20I untuk gawang tersebut.
  • Selandia Baru berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal 28-4 di awal pertandingan, menunjukkan mentalitas juara yang luar biasa.
  • Kemenangan ini menyamakan kedudukan seri T20I menjadi 1-1, memberikan tekanan besar pada Inggris menjelang pertandingan penentuan.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Pertarungan sengit di dunia kriket putri kembali memanas! Dalam laga kedua seri T20I antara Inggris dan Selandia Baru, kita disuguhkan sebuah drama epik yang berakhir dengan kemenangan dramatis tim tamu. Sophie Devine dan Maddy Green menjadi pahlawan bagi Selandia Baru setelah membangun kemitraan spektakuler yang membawa tim mereka meraih kemenangan 14 run dan menyamakan kedudukan seri menjadi 1-1.

Awal yang Mimpi Buruk bagi White Ferns

Pertandingan yang digelar di kandang Inggris ini tidak dimulai dengan baik bagi Selandia Baru. Mereka harus menghadapi tekanan luar biasa dari para bowler Inggris yang tampil garang. Dalam waktu singkat, papan skor menunjukkan angka 28-4, sebuah situasi yang biasanya sulit untuk dipulihkan dalam format T20. Kehilangan empat gawang utama di awal inning membuat para pendukung Selandia Baru hampir putus asa.

Namun, di sinilah letak keindahan kriket. Ketika segalanya tampak suram, muncullah dua sosok yang siap mengubah narasi pertandingan. Sophie Devine, sang kapten yang berpengalaman, dan Maddy Green, pemain tengah yang tangguh, memutuskan untuk tidak menyerah begitu saja. Mereka mulai membangun fondasi perlawanan, satu per satu, dengan pendekatan yang hati-hati namun efektif.

Kemitraan Bersejarah yang Mengubah Segalanya

Apa yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang luar biasa. Devine dan Green mulai mengendalikan permainan. Mereka tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mulai mengambil inisiatif menyerang. Pukulan-pukulan mereka mulai menemukan celah di lapangan, dan boundary mulai berdatangan.

Kemitraan mereka mencapai total 129 run untuk gawang kelima, yang merupakan kemitraan tertinggi kedua dalam sejarah T20I untuk gawang tersebut. Ini bukanlah pencapaian biasa. Mereka berhasil mengubah skor dari 28-4 menjadi 157-5, sebuah kebangkitan yang fenomenal.

Devine tampil sebagai bintang utama dengan mencetak 87 run dari 60 bola, termasuk delapan boundary dan tiga six. Performanya adalah kombinasi sempurna antara ketenangan dan agresivitas. Sementara itu, Green juga tidak kalah gemilang dengan 56 run dari 45 bola, memberikan dukungan yang sempurna bagi kaptennya. Mereka berdua adalah contoh sempurna dari kerja sama tim dan determinasi.

Analisis Taktis: Mengapa Inggris Gagal Menahan Momentum?

Dari sisi taktis, kegagalan Inggris terletak pada ketidakmampuan mereka untuk memecah kemitraan Devine-Green. Para bowler Inggris, yang sebelumnya begitu dominan di awal inning, mulai kehilangan arah. Mereka tidak mampu menemukan variasi yang tepat untuk mengelabui kedua pemain ini.

High press yang diterapkan Inggris di awal pertandingan berhasil, tetapi mereka gagal mempertahankannya. Setelah melewati fase powerplay, para bowler Inggris mulai kebingungan. Mereka terlalu sering melempar bola di area yang nyaman bagi Devine, terutama di sisi leg yang menjadi favoritnya.

Selain itu, kapten Inggris juga terlihat kurang kreatif dalam mengatur field. Tidak ada field yang agresif untuk menekan Devine dan Green. Mereka membiarkan kedua pemain ini mengambil single dengan mudah, yang justru membuat tekanan terus berpindah ke pihak Inggris. Dalam kriket T20, membiarkan batter berlari dengan mudah adalah sebuah kesalahan fatal.

Respons Inggris yang Terlambat dan Kemenangan Meyakinkan

Meskipun Inggris sempat memberikan perlawanan di akhir inning, upaya mereka tidak cukup. Mereka membutuhkan 158 run untuk menang, dan meskipun ada beberapa pukulan bagus dari pemain seperti Nat Sciver-Brunt, mereka tidak mampu mempertahankan konsistensi.

Para bowler Selandia Baru tampil disiplin di bawah tekanan. Mereka tidak memberikan celah bagi Inggris untuk melaju kencang. Run rate yang dibutuhkan terus meningkat, dan akhirnya Inggris hanya mampu mencapai 143-6 dalam 20 over mereka.

Kemenangan 14 run ini sangat berarti bagi Selandia Baru. Setelah kalah di pertandingan pertama, mereka bangkit dengan cara yang spektakuler. Kemenangan ini bukan hanya tentang angka di papan skor, tetapi juga tentang mentalitas juara yang ditunjukkan oleh Devine dan Green.

Implikasi untuk Seri dan Masa Depan Kedua Tim

Dengan hasil ini, seri T20I antara Inggris dan Selandia Baru kini menjadi 1-1. Pertandingan ketiga nanti akan menjadi penentu siapa yang berhak membawa pulang trofi. Tekanan kini berada di pundak Inggris, yang harus segera memperbaiki kelemahan mereka dalam memecah kemitraan lawan.

Bagi Selandia Baru, momentum ini harus dijaga. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan. Kemitraan Devine-Green telah menjadi cetak biru bagi tim lain tentang bagaimana cara menghadapi tekanan di awal pertandingan.

Dari perspektif yang lebih luas, pertandingan ini juga menunjukkan bahwa kriket putri semakin kompetitif. Tim-tim seperti Selandia Baru tidak bisa dianggap remeh, terutama ketika mereka memiliki pemain sekaliber Sophie Devine yang bisa mengubah jalannya pertandingan sendirian.

Penutup

Pertandingan ini adalah pengingat bahwa dalam kriket, tidak ada yang mustahil. Dari skor 28-4, Selandia Baru berhasil bangkit dan meraih kemenangan yang manis. Sophie Devine dan Maddy Green telah menuliskan nama mereka dalam sejarah dengan kemitraan spektakuler ini.

Sekarang, semua mata akan tertuju pada pertandingan ketiga yang akan menentukan pemenang seri. Apakah Inggris akan bangkit kembali, atau Selandia Baru akan melanjutkan momentum kemenangan mereka? Satu hal yang pasti, kita akan menyaksikan pertarungan sengit lainnya di lapangan.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apakah Sophie Devine dan Maddy Green bisa mengulangi performa gemilang mereka di pertandingan penentuan nanti? Atau justru Inggris yang akan belajar dari kesalahan dan tampil lebih solid? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel