Drama 6 Gol: Inter Milan Tertahan 3-3 oleh Bologna di Laga Pamungkas Serie A | SBH.co.id | SBH Nation
serie a
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Drama 6 Gol: Inter Milan Tertahan 3-3 oleh Bologna di Laga Pamungkas Serie A

bolt SBH Quick Take
  • Inter Milan bermain imbang 3-3 melawan Bologna di giornata terakhir Serie A 2025/2026.
  • Nerazzurri sempat tertinggal lebih dulu, lalu berbalik unggul, sebelum akhirnya harus puas dengan satu poin.
  • Hasil ini menegaskan masalah konsistensi Inter yang kerap kehilangan fokus di menit-menit krusial.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

BOLOGNA — Musim Serie A 2025/2026 resmi ditutup dengan sebuah pertandingan yang penuh drama dan emosi. Inter Milan harus puas berbagi angka dengan tuan rumah Bologna setelah pertandingan sengit di Stadion Renato Dall’Ara berakhir dengan skor 3-3. Laga yang seharusnya menjadi penutup manis bagi Nerazzurri justru berubah menjadi roller coaster yang membuat para pendukungnya gigit jari.

Bermain tanpa beban karena posisi klasemen sudah pasti, kedua tim justru menyuguhkan permainan terbuka dan atraktif. Inter yang datang dengan status runner-up ingin mengakhiri musim dengan kemenangan, sementara Bologna yang tampil di kandang sendiri ingin memberikan hadiah perpisahan manis bagi para penggemar setianya. Namun, apa yang terjadi di lapangan jauh dari kata tenang.

Kronologi Gol: Dari Tertinggal Hingga Berbalik Unggul

Pertandingan baru berjalan 15 menit ketika publik tuan rumah sudah dibuat bergemuruh. Bologna berhasil memecah kebuntuan lebih dulu melalui skema serangan balik cepat. Umpan terobosan dari lini tengah berhasil diterima dengan baik oleh striker mereka, yang dengan tenang menaklukkan kiper Inter. Gol ini sontak membuat skema permainan Simone Inzaghi berantakan.

Inter Milan tidak tinggal diam. Mereka langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, pada menit ke-28, Lautaro Martinez berhasil menyamakan kedudukan. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok, kapten Inter itu melepaskan tendangan keras yang tidak mampu diantisipasi kiper Bologna. Skor berubah menjadi 1-1.

Namun, kebahagiaan Inter tidak bertahan lama. Bologna kembali unggul lima menit sebelum turun minum. Sebuah tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Inter disambut dengan sundulan keras oleh bek Bologna. Yann Sommer hanya bisa memandang bola masuk ke gawangnya. Babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Kebangkitan Inter di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Inter Milan tampil dengan determinasi tinggi. Inzaghi melakukan beberapa perubahan taktis yang membuat permainan timnya lebih cair. Hasilnya, pada menit ke-55, Inter berhasil menyamakan kedudukan lagi. Kali ini giliran Marcus Thuram yang mencatatkan namanya di papan skor. Umpan silang dari sayap kanan disambut dengan sepakan first-time yang indah oleh penyerang asal Prancis tersebut.

Tak puas hanya dengan satu gol, Inter terus menekan. Tujuh menit berselang, giliran gelandang serang mereka yang menjadi pahlawan. Sebuah tendangan jarak jauh yang melengkung indah membuat kiper Bologna hanya bisa terdiam. Inter berhasil berbalik unggul 3-2! Para pemain dan suporter Inter yang hadir di stadion larut dalam euforia.

Sayangnya, euforia itu tidak bertahan lama. Bologna yang pantang menyerah terus berusaha menekan. Pada menit ke-78, mereka berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter. Sebuah umpan silang yang tidak sempurna berhasil ditepis oleh kiper, namun bola jatuh tepat di kaki pemain Bologna yang dengan sigap menyontek bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 3-3.

Analisis Taktis: Masalah Konsistensi yang Tak Kunjung Usai

Pertandingan ini kembali menyoroti masalah klasik Inter Milan sepanjang musim: inkonsistensi. Mereka mampu tampil dominan di babak kedua dan berbalik unggul, namun gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Lini belakang yang seharusnya menjadi benteng kokoh justru kerap melakukan kesalahan individu di momen-momen krusial.

Dari sisi taktis, skema high press Bologna terbukti efektif merepotkan Inter. Mereka mampu memotong aliran bola dari lini tengah ke depan, sehingga Lautaro Martinez dan Marcus Thuram kerap kelaparan bola. Inzaghi mencoba mengatasinya dengan menarik gelandang lebih ke belakang, namun celah di sisi sayap justru sering dieksploitasi oleh pemain sayap Bologna.

“Saya kecewa dengan hasil ini. Kami sudah berada di jalur kemenangan, tetapi kembali kehilangan fokus. Ini adalah pelajaran berharga yang harus kami bawa ke musim depan,” ujar Simone Inzaghi dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip dari sumber terkait.

Implikasi Akhir Musim: Pekerjaan Rumah untuk Inzaghi

Hasil imbang ini membuat Inter Milan mengakhiri musim di posisi kedua klasemen akhir, tertinggal cukup jauh dari sang juara. Meskipun finis di zona Liga Champions, performa tim di laga-laga besar dan pertandingan penutup musim ini meninggalkan banyak pertanyaan.

Masalah utama yang harus segera dibenahi adalah mentalitas tim. Inter seringkali tampil brilian saat menekan, namun lengah saat unggul. Selain itu, rotasi pemain yang dilakukan Inzaghi di beberapa laga juga kerap menuai kritik. Para pemain pengganti dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan saat dibutuhkan.

Bologna, di sisi lain, patut mendapat pujian. Mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa dengan tidak menyerah meski sempat tertinggal. Hasil imbang ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi musim depan.

Pertanyaan untuk pembaca setia SBH Nation: Menurut kalian, apa yang paling perlu dibenahi oleh Simone Inzaghi di Inter Milan musim depan? Apakah masalah di lini belakang atau mentalitas tim yang kurang kuat? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel