Fabregas Geram: Nico Paz Cuma Dua Pilihan, Balik Madrid atau Tetap di Como | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Fabregas Geram: Nico Paz Cuma Dua Pilihan, Balik Madrid atau Tetap di Como

bolt SBH Quick Take
  • Cesc Fabregas meradang dengan pernyataan Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti, yang menyebut Nico Paz sebagai target transfer.
  • Fabregas menegaskan Nico Paz hanya punya dua pilihan: kembali ke Real Madrid atau bertahan di Como — tidak ada opsi ke klub lain.
  • Situasi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di bursa transfer dan bagaimana Como berusaha mempertahankan talenta mudanya.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Fabregas Panas: Komentar Zanetti soal Nico Picu Kemarahan

Suasana di kubu Como mendadak memanas. Pelatih kepala mereka, Cesc Fabregas, secara terbuka meluapkan kekesalannya terhadap komentar yang dilontarkan oleh Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti. Pernyataan Zanetti yang menyebut gelandang muda berbakat Como, Nico Paz, sebagai target potensial Inter pada bursa transfer mendatang, sontak membuat Fabregas angkat bicara dengan nada yang cukup tajam.

Bagi Fabregas, komentar seperti itu bukan hanya tidak etis, tetapi juga bisa mengganggu konsentrasi pemain dan stabilitas tim. Dalam wawancara yang dikutip oleh DetikSport, mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu dengan tegas menepis spekulasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa masa depan Nico Paz sudah sangat jelas dan hanya memiliki dua kemungkinan, tanpa ada ruang bagi klub lain untuk ikut campur.

“Javier Zanetti adalah legenda, saya sangat menghormatinya. Tapi soal Nico, saya harus bicara tegas. Tidak ada negosiasi, tidak ada tawaran yang bisa dipertimbangkan. Pilihan Nico Paz hanya dua: kembali ke Real Madrid atau terus berkembang bersama kami di Como. Titik,” ujar Fabregas dengan nada penuh keyakinan.

Nico Paz: Bukan Sekadar Target, Tapi Aset Berharga Como

Untuk memahami mengapa Fabregas begitu defensif, kita perlu melihat sosok Nico Paz. Gelandang serang berusia 19 tahun ini bukanlah pemain sembarangan. Ia adalah produk jebolan akademi La Fabrica milik Real Madrid yang bergabung dengan Como pada musim panas lalu dengan status pinjaman. Namun, performanya di Serie A musim ini telah melampaui ekspektasi.

Paz dengan cepat menjadi motor serangan Como. Visi bermainnya yang matang, kemampuan melewati lawan, serta tendangan jarak jauhnya yang mematikan, membuatnya menjadi sosok kunci di lini tengah. Dalam beberapa pertandingan, ia mampu menjadi pembeda, mencetak gol-gol krusial dan memberikan assist yang brilian. Tak heran jika banyak klub besar, termasuk Inter Milan, mulai meliriknya.

Namun, bagi Fabregas, Nico Paz bukanlah sekadar komoditas yang bisa diperjualbelikan. Ia adalah proyek jangka panjang. “Kami membangun tim ini di sekelilingnya. Dia punya potensi luar biasa untuk menjadi salah satu gelandang terbaik di Eropa. Melepasnya sekarang sama saja dengan menghancurkan fondasi yang sudah kami bangun,” tambah Fabregas, menekankan betapa pentingnya Paz bagi proyek ambisius Como.

Klausul Khusus: Real Madrid Punya Hak Tawar yang Kuat

Kunci dari situasi ini terletak pada struktur kepemilikan Nico Paz. Meskipun saat ini bermain untuk Como, Real Madrid masih memegang kendali atas masa depannya. Menurut laporan yang beredar, Los Blancos menyertakan klausul khusus dalam kesepakatan peminjaman Paz ke Como.

Klausul tersebut memberikan Real Madrid hak untuk membeli kembali (buy-back clause) Paz dengan harga yang telah disepakati. Selain itu, Madrid juga memiliki hak veto jika ada klub lain yang ingin membeli sang pemain secara permanen. Ini berarti, meskipun Inter Milan atau klub lain datang dengan tawaran menggiurkan, Real Madrid tetap menjadi pihak yang paling berkuasa.

Inilah yang membuat pernyataan Fabregas menjadi sangat masuk akal. “Real Madrid adalah rumahnya. Mereka punya prioritas. Jika mereka menginginkannya kembali, dia akan kembali. Jika tidak, dia akan terus bersama kami. Tidak ada jalan tengah, tidak ada negosiasi dengan klub Italia lainnya,” tegas Fabregas, seolah menutup pintu rapat-rapat bagi Inter dan klub peminat lainnya.

Dampak bagi Como: Antara Ambisi dan Realitas

Situasi ini menempatkan Como dalam posisi yang rumit. Di satu sisi, mereka ingin mempertahankan bintang mudanya untuk terus membangun tim yang kompetitif. Namun di sisi lain, mereka sadar bahwa Real Madrid memiliki daya tarik dan kekuatan finansial yang sulit ditandingi.

Bagi Fabregas, yang dikenal sebagai pelatih muda dengan visi sepak bola modern, kehilangan Nico Paz akan menjadi pukulan telak. Ia telah merancang skema permainan yang berpusat pada kreativitas Paz. Kehilangan pemain seperti itu bisa mengganggu rencana jangka panjang mereka untuk menembus papan atas Serie A.

Namun, Fabregas juga realistis. “Kami harus siap dengan segala kemungkinan. Yang terpenting sekarang adalah Nico tetap fokus dan memberikan yang terbaik untuk Como hingga akhir musim. Urusan transfer biarlah berjalan dengan sendirinya,” pungkasnya.

Komentar pedas Fabregas ini jelas menjadi sinyal bagi semua klub peminat, terutama Inter Milan, untuk segera mengalihkan target mereka. Pertarungan untuk mendapatkan tanda tangan Nico Paz mungkin baru akan dimulai di musim panas nanti, dan Como harus bersiap untuk menghadapi badai yang akan datang.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apakah langkah Fabregas yang secara terbuka ‘menutup pintu’ untuk Inter Milan ini adalah strategi yang tepat? Atau justru sebaliknya, ia terlalu gegabah dan bisa membuat Nico Paz merasa terkekang? Bagaimana pendapat kalian soal masa depan pemain muda berbakat Indonesia, apakah ada yang bisa mengikuti jejak Nico Paz di Eropa? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel