🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Guardiola Pamit: 'Tak Ada yang Abadi' di Manchester City | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Guardiola Pamit: 'Tak Ada yang Abadi' di Manchester City

bolt SBH Quick Take
  • Pep Guardiola akan hengkang dari Manchester City pada akhir musim 2025/26 setelah 10 tahun membesut klub.
  • Kepergian ini menandai berakhirnya era paling dominan dalam sejarah Premier League yang diwarnai 6 gelar liga dan 1 trofi Liga Champions.
  • SBH Nation menganalisis faktor kelelahan, sanksi finansial yang membayangi, serta calon pengganti potensial seperti Xabi Alonso atau Mikel Arteta.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

SBH.co.id – Kabar yang sudah lama berembus akhirnya menjadi kenyataan. Pep Guardiola secara resmi mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan memperpanjang kontraknya di Manchester City dan akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/26. Dalam pernyataan emosional yang dirilis oleh klub, pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa “tidak ada yang abadi” dan bahwa ia merasa waktunya sudah tepat untuk mencari tantangan baru.

Keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang yang telah membayangi Etihad Stadium selama dua musim terakhir. Guardiola, yang bergabung pada tahun 2016, telah mengubah City menjadi mesin sepak bola paling dominan di Inggris, namun seperti kata pepatah, setiap dinasti pasti menemui akhirnya.

Kronologi Kepergian: Dari Bisik-bisik Hingga Konfirmasi Resmi

Proses kepergian Guardiola bukanlah peristiwa yang terjadi dalam semalam. Sejak musim 2024/25, banyak laporan dari media Inggris yang menyebut bahwa Guardiola mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Tekanan dari investigasi 115 pelanggaran finansial yang dilakukan Premier League terhadap City juga disebut-sebut menjadi faktor yang menggerogoti semangatnya.

Puncaknya terjadi pada Mei 2026, ketika dalam sebuah konferensi pers pasca pertandingan melawan Arsenal, Guardiola memberikan jawaban diplomatis ketika ditanya soal masa depannya. “Saya hanya fokus pada pertandingan berikutnya,” katanya saat itu. Namun, sumber internal klub membocorkan bahwa pertemuan dengan CEO City Football Group, Ferran Soriano, sudah berlangsung selama berminggu-minggu.

Baru pada 22 Mei 2026, klub merilis pernyataan resmi. “Setelah diskusi yang panjang dan penuh pertimbangan, Pep Guardiola telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada 30 Juni 2026. Klub menghormati keputusan ini dan berterima kasih atas segalanya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Guardiola sendiri mengaku bahwa keputusan ini adalah yang tersulit dalam kariernya. “Saya mencintai klub ini, para pemain, dan para penggemar. Tapi tubuh dan pikiran saya memberi sinyal bahwa inilah saatnya. Tidak ada yang abadi, dan saya harus jujur pada diri sendiri,” ujarnya.

Warisan Abadi: 6 Gelar Premier League dan Satu Mahkota Eropa

Jika ada satu kata yang bisa menggambarkan era Guardiola di Manchester City, kata itu adalah “dominasi”. Dalam 10 musim, ia berhasil mempersembahkan 6 gelar Premier League, termasuk treble domestik yang langka pada 2023. Prestasi paling gemilang tentu saja adalah keberhasilan membawa City meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub pada musim 2022/23, mengalahkan Inter Milan di final.

Namun, warisan Guardiola tidak hanya diukur dari trofi. Ia mengubah DNA sepak bola City. Filosofi “possession football” yang ia tanamkan, dengan full-back yang berperan sebagai gelandang tengah (inverted full-back), menjadi standar baru di Premier League. Pemain seperti Kevin De Bruyne, Phil Foden, dan Erling Haaland berkembang menjadi monster sepak bola di bawah arahannya.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Guardiola juga punya tempat spesial. Gaya bermainnya yang atraktif sering menjadi bahan diskusi di warung kopi dan forum daring. Banyak yang menganggapnya sebagai pelatih terbaik yang pernah mampir ke Inggris, bahkan mengalahkan Sir Alex Ferguson dalam hal konsistensi taktis.

Faktor di Balik Keputusan: Kelelahan dan Bayang-bayang Sanksi

Pertanyaan besar yang muncul adalah: mengapa Guardiola pergi sekarang? Analisis SBH Nation menunjukkan bahwa ada dua faktor utama yang mendorong keputusannya.

Pertama, kelelahan mental. Guardiola dikenal sebagai pelatih yang perfeksionis dan sangat intens. Ia menghabiskan energi luar biasa untuk mempersiapkan setiap pertandingan. Setelah satu dekade, tekanan itu mulai terasa. Ia sendiri pernah mengakui bahwa ia butuh “istirahat total” dari sepak bola, seperti yang ia lakukan setelah meninggalkan Barcelona pada 2012.

Kedua, ketidakpastian hukum. Kasus 115 pelanggaran finansial yang diajukan Premier League terhadap Manchester City masih bergulir. Meskipun City membantah semua tuduhan, proses hukum yang berkepanjangan menciptakan atmosfer yang tidak stabil. Guardiola, yang selalu menuntut fokus penuh, mungkin merasa bahwa ia tidak ingin terlibat dalam pusaran kontroversi yang bisa berlangsung bertahun-tahun.

“Ketika Anda sudah memberikan segalanya, dan di luar lapangan ada hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan, mungkin inilah saatnya untuk mundur dengan anggun,” tulis jurnalis olahraga kenamaan, Henry Winter, dalam analisisnya.

Masa Depan Manchester City: Siapa Pengganti Guardiola?

Dengan kepergian Guardiola, Manchester City harus segera mencari pengganti. Nama-nama besar langsung muncul dalam bursa calon pelatih. Xabi Alonso dari Bayer Leverkusen menjadi kandidat terkuat. Gaya bermainnya yang progresif dan kemampuannya mengembangkan pemain muda sangat cocok dengan filosofi City.

Nama lain yang tidak kalah menarik adalah Mikel Arteta. Meskipun saat ini membesut Arsenal, Arteta adalah produk langsung dari sekolah Guardiola. Ia pernah menjadi asisten di City sebelum pindah ke London Utara. Namun, memulangkannya tentu tidak mudah mengingat ia masih terikat kontrak panjang.

Ada juga spekulasi tentang Roberto De Zerbi, yang saat ini menangani Brighton. Pelatih asal Italia itu dipuji karena kemampuannya memainkan sepak bola menyerang yang indah, mirip dengan Guardiola. Namun, pengalamannya di level tertinggi masih dipertanyakan.

Satu hal yang pasti: siapa pun yang menggantikan Guardiola akan menghadapi tekanan luar biasa. Ia harus bisa mempertahankan standar tinggi yang sudah ditetapkan, sambil membawa identitas barunya sendiri. Ini bukan tugas yang mudah, bahkan untuk pelatih sekaliber Guardiola sekalipun.

Pertanyaan untuk Pembaca

Kepergian Pep Guardiola menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah Premier League. Bagi kita di Indonesia, ini adalah momen untuk merenung: apakah Manchester City bisa mempertahankan dominasinya tanpa sang arsitek? Atau justru ini akan menjadi awal dari keruntuhan dinasti biru langit itu?

Menurut kamu, siapa yang paling cocok menggantikan Guardiola di Manchester City? Apakah Xabi Alonso, Mikel Arteta, atau nama lain? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel