Malaysia Masters: Gagal di 16 Besar, Ginting dan Adnan/Indah Tersingkir | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 21 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Mei 2026

Malaysia Masters: Gagal di 16 Besar, Ginting dan Adnan/Indah Tersingkir

bolt SBH Quick Take
  • Anthony Ginting kalah straight game dari wakil tuan rumah di babak 16 besar Malaysia Masters.
  • Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga gagal melaju setelah kalah dari ganda campuran unggulan.
  • Kekalahan ini menjadi pukulan bagi sektor tunggal putra dan ganda campuran Indonesia di turnamen BWF Super 500 ini.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Hari kelabu mewarnai perjuangan wakil Indonesia di Malaysia Masters 2026. Dua andalan utama, Anthony Sinisuka Ginting dari sektor tunggal putra dan pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, harus menelan pil pahit setelah takluk di babak 16 besar, Kamis (21/5/2026). Kekalahan ini sontak menjadi sorotan tajam publik bulu tangkis Tanah Air yang menaruh harapan besar pada mereka.

Pertandingan yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, itu menyisakan banyak pertanyaan. Apakah ini sekadar hasil kurang maksimal di turnamen biasa, atau indikasi masalah yang lebih dalam? Mari kita bedah satu per satu.

Ginting Kembali Gagal di Malaysia Masters

Anthony Ginting kembali gagal menunjukkan taringnya di turnamen favoritnya? Faktanya, performa Ginting di Malaysia Masters kali ini memang kurang meyakinkan. Berlaga di hadapan publik Malaysia yang fanatik, Ginting yang merupakan unggulan kelima harus mengakui keganasan wakil tuan rumah, Leong Jun Hao.

Pertarungan berlangsung sengit sejak awal. Ginting sebenarnya mencoba bermain agresif dengan reli-reli cepat dan dropshot khasnya. Namun, Leong Jun Hao tampil sangat disiplin. Ia mampu membaca arah serangan Ginting dan membalas dengan pukulan-pukulan presisi tinggi.

Gim pertama menjadi milik Leong dengan skor 21-18. Di gim kedua, Ginting sempat memimpin di interval, tetapi lagi-lagi ia kehilangan fokus di poin-poin krusial. Leong berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan dengan skor 21-16. Kekalahan ini menambah catatan buruk Ginting di turnamen BWF Super 500 ini. Mentalitasnya dalam menghadapi tekanan dan ketidakmampuan mengubah strategi di tengah pertandingan kembali menjadi sorotan.

Adnan/Indah Kandas di Tangan Unggulan Tuan Rumah

Nasib serupa dialami oleh pasangan ganda campuran andalan baru Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Berlaga di babak 16 besar, mereka ditantang oleh ganda campuran unggulan asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat, namun kenyataannya Adnan/Indah harus mengakui keunggulan lawan.

Sejak awal, Chen/Toh bermain sangat percaya diri. Mereka memanfaatkan dukungan penuh dari tribun penonton. Pukulan-pukulan silang dan netting cepat dari pasangan Malaysia membuat Adnan/Indah kesulitan mengembangkan permainan. Adnan yang biasanya menjadi motor serangan, beberapa kali terjebak dalam posisi defensif.

Gim pertama berakhir dengan skor 21-14 untuk Chen/Toh. Di gim kedua, Adnan/Indah mencoba bangkit dengan merubah tempo permainan. Mereka sempat memimpin tipis di awal, namun Chen/Toh kembali menunjukkan kelasnya. Dengan variasi serangan dan pertahanan yang solid, mereka menutup gim kedua dengan skor 21-17. Kekalahan ini menjadi pembelajaran berharga bagi Adnan/Indah yang masih dalam proses pendewasaan sebagai pasangan elite.

Analisis Taktis: Apa yang Salah?

Dari kedua pertandingan tersebut, ada beberapa pola yang terlihat. Pertama, ketidakmampuan mengatasi tekanan. Baik Ginting maupun Adnan/Indah tampak gugup saat meladeni pemain tuan rumah. Ini bukan hal baru, tetapi menjadi masalah yang terus berulang. Kedua, variasi serangan yang minim. Ginting terlalu bergantung pada kecepatan dan pola pukulan yang itu-itu saja. Begitu lawan bisa membaca pola tersebut, ia kesulitan mencari solusi lain. Hal serupa terjadi pada Adnan/Indah yang terlalu sering memaksakan serangan ke area lawan yang sudah dijaga ketat.

Ketiga, faktor fisik dan fokus. Di poin-poin krusial, konsentrasi pemain Indonesia seringkali menurun. Mereka kehilangan poin mudah karena kesalahan sendiri, seperti pukulan yang keluar atau servis yang gagal. Ini menunjukkan bahwa aspek mental dan kebugaran masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Dampak bagi Skuad Garuda dan Pelajaran ke Depan

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi skuad bulu tangkis Indonesia di Malaysia Masters. Harapan untuk meraih gelar dari sektor tunggal putra dan ganda campuran kini menipis. Namun, ini juga bisa menjadi alarm yang berguna.

Bagi PBSI, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan. Bukan hanya soal teknik, tetapi juga mental bertanding dan strategi menghadapi pemain tuan rumah. Turnamen seperti Malaysia Masters adalah ajang yang tepat untuk mengukur sejauh mana perkembangan pemain. Hasil yang kurang memuaskan harus dijadikan bahan bakar untuk berlatih lebih keras lagi.

Untuk Ginting, ini adalah pengingat bahwa persaingan di tunggal putra semakin ketat. Ia perlu menemukan kembali konsistensi dan kepercayaan dirinya. Sementara bagi Adnan/Indah, kekalahan ini adalah bagian dari proses pembelajaran yang harus mereka lalui. Yang terpenting adalah bagaimana mereka bangkit dan memperbaiki kelemahan di turnamen berikutnya.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apa yang paling perlu dibenahi dari Anthony Ginting dan Adnan/Indah agar bisa lebih kompetitif di turnamen-turnamen besar selanjutnya? Apakah faktor mental yang paling utama, atau ada aspek teknis lain yang lebih mendesak? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel