Riise Kecam Salah: Curhat Soal Slot Jadi Bumerang | SBH.co.id
internasional
calendar_today 20 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 20 Mei 2026

Riise Kecam Salah: Curhat Soal Slot Jadi Bumerang

bolt SBH Quick Take
  • Mohamed Salah mengkritik gaya permainan Arne Slot yang dianggapnya terlalu pragmatis.
  • John Arne Riise, legenda Liverpool, justru mengecam sikap Salah dan menyebutnya tidak profesional.
  • Situasi ini memicu perdebatan di kalangan suporter Liverpool tentang loyalitas dan masa depan Salah di Anfield.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Keruh sudah suasana di Anfield. Jika sebelumnya kita mendengar curhatan Mohamed Salah yang tidak senang dengan gaya permainan pragmatis ala Arne Slot, kini giliran legenda hidup Liverpool, John Arne Riise, yang angkat bicara. Dan bukan untuk membela, melainkan untuk mengecam keras sikap bintang asal Mesir itu.

Apa yang terjadi? Kenapa seorang legenda yang pernah merasakan kejayaan Istanbul 2005 justru balik melabrak pemain terbaiknya saat ini? SBH Nation akan mengupas tuntas kontroversi ini, dari akar masalah hingga dampaknya bagi masa depan Liverpool.

Curhat Salah yang Memicu Kemarahan

Semua bermula dari sebuah wawancara yang dilakukan Mohamed Salah kepada media internasional. Dalam wawancara tersebut, Salah secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pendekatan taktis yang diterapkan oleh manajer anyar Liverpool, Arne Slot. Salah merasa bahwa gaya bermain yang terlalu mengutamakan penguasaan bola dan bermain aman (possession-based) justru mengebiri insting menyerangnya.

“Saya butuh ruang, butuh kebebasan. Ketika saya harus terus-menerus mundur ke tengah untuk mengambil bola, itu bukan permainan saya,” ujar Salah dalam kutipan yang diterjemahkan oleh SBH Nation.

Pernyataan ini sontak menjadi bola liar di media sosial. Banyak yang menganggap Salah mulai kehilangan kesabaran, atau bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda “diva complex” setelah bertahun-tahun menjadi andalan. Namun, yang paling menarik adalah respons dari para legenda klub.

Riise: “Dia Tidak Boleh Lupa Sejarah”

John Arne Riise, bek kiri legendaris yang dikenal dengan tendangan roketnya, tidak tinggal diam. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio olahraga Inggris, Riise dengan tegas mengecam sikap Salah.

“Saya sangat tidak suka dengan apa yang dia katakan. Ini Liverpool. Klub ini lebih besar dari pemain mana pun, termasuk saya, termasuk Steven Gerrard, termasuk Mohamed Salah,” ujar Riise dengan nada tinggi.

Riise menambahkan bahwa Salah seharusnya bersyukur masih menjadi bagian dari skuad Liverpool di usianya yang kini sudah 33 tahun. Menurutnya, tidak banyak pemain di dunia yang bisa mempertahankan performa setinggi Salah selama hampir satu dekade di level tertinggi.

“Dia harus ingat, Arne Slot adalah manajer baru. Dia butuh waktu. Jika sejak awal dia sudah mengkritik, itu menunjukkan ketidakdewasaan. Saya lebih suka dia membuktikan di lapangan, bukan di depan mikrofon,” tegas Riise.

Analisis Taktis: Antara Pragmatisme Slot dan Ego Salah

Dari sisi taktis, apa yang dikeluhkan Salah sebenarnya masuk akal. Di bawah asuhan Arne Slot, Liverpool memang bermain lebih lambat dan lebih terstruktur dibanding era Jurgen Klopp yang terkenal dengan gegenpressing-nya. Slot lebih suka membangun serangan dari bawah (build-up play) dengan full-back yang ikut naik, bukan langsung melebar ke sayap seperti biasanya.

Bagi Salah yang terbiasa menjadi ujung tombak serangan balik cepat, perubahan ini jelas terasa membatasi. Data statistik menunjukkan bahwa sentuhan bola Salah di area penalti lawan menurun drastis pada awal musim ini. Ini yang membuatnya frustrasi.

Namun, dari sudut pandang manajemen klub, kritik publik seperti ini sangat tidak etis. Apalagi Liverpool sedang dalam masa transisi. Slot perlu waktu untuk menanamkan filosofinya. Dengan berbicara ke media, Salah justru memberikan tekanan tambahan yang tidak perlu pada ruang ganti.

Dampak pada Hubungan Klub dan Suporter

Insiden ini jelas meninggalkan luka. Suporter Liverpool terbelah. Sebagian membela Salah, mengingat jasa-jasanya yang sudah membawa klub meraih gelar Liga Champions dan Premier League. Namun, sebagian lainnya, terutama generasi yang tumbuh dengan semangat “You’ll Never Walk Alone”, kecewa dengan sikap Salah yang dianggap mulai egois.

Di sisi lain, manajemen klub pasti mulai berpikir ulang soal masa depan Salah. Kontraknya masih tersisa, tapi dengan usia yang tidak lagi muda dan sikap yang mulai kritis, bukan tidak mungkin Liverpool akan mempertimbangkan untuk melepasnya di bursa transfer musim panas mendatang.

Apalagi, Arne Slot adalah manajer yang dikenal tidak segan menyingkirkan pemain besar jika dianggap mengganggu harmoni tim. Kita lihat saja bagaimana ia menangani situasi di klub sebelumnya.

SBH Nation berpendapat, ini adalah momen kritis bagi Mohamed Salah. Ia harus memilih: tetap menjadi pahlawan yang dihormati dengan menyelesaikan masalah secara internal, atau menjadi pemain besar lainnya yang berakhir di klub lain karena mulut besarnya.

Pertanyaan untuk pembaca setia SBH Nation: Menurut kalian, apakah Mohamed Salah sudah saatnya hengkang dari Liverpool, atau Arne Slot yang harus menyesuaikan taktiknya? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel