Bidik Reijnders dan Diaz, Nyonya Tua Cari Suksesor Bernardo Silva
- Juventus kesulitan mendatangkan Bernardo Silva, kini beralih ke target alternatif yaitu Tijjani Reijnders (AC Milan) dan Brahim Diaz (Real Madrid).
- SBH Nation menilai Reijnders lebih cocok secara taktik dan finansial dibanding Diaz, meski keduanya sama-sama punya pengalaman di Serie A.
- Langkah ini menunjukkan Juventus serius membangun kembali lini tengah kreatif musim depan, dengan target pemain yang memiliki jam terbang tinggi di Italia.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Profil Dua Target: Antara Pengalaman dan Potensi
- Mengapa Bernardo Silva Sulit Direbut?
- Analisis Taktis: Siapa yang Lebih Cocok untuk Thiago Motta?
- Dampak Finansial dan Strategi Transfer Juventus
- Kesimpulan: Langkah Realistis di Tengah Persaingan Ketat
- Yang jelas, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan direktur olahraga Juventus untuk bersaing dengan klub-klub kaya Eropa. Apakah mereka akan berhasil mendatangkan salah satu dari dua target ini? Ataukah akan ada kejutan lain di menit-menit akhir?
SBH.co.id – Bursa transfer musim panas selalu menjadi panggung drama yang tak pernah habis. Kali ini, kabar hangat datang dari Turin, di mana raksasa Italia, Juventus, tengah sibuk mengincar pemain baru untuk mengisi pos vital di lini tengah mereka. Setelah peluang mendatangkan bintang Manchester City, Bernardo Silva, diprediksi semakin menipis, Nyonya Tua pun mulai melirik dua nama yang tak asing di Serie A: Tijjani Reijnders dan Brahim Diaz.
Keputusan ini menjadi sinyal jelas bahwa pelatih Juventus, Thiago Motta, menginginkan seorang kreator serangan murni—pemain yang bisa memecah kebuntuan dengan umpan-umpan terobosan dan visi bermain yang tajam. Bernardo Silva memang menjadi target utama, namun nilai transfer dan persaingan dari klub-klub Premier League membuat Juventus harus realistis. Kini, fokus mereka beralih ke dua pemain yang sama-sama memiliki pengalaman berharga di Italia.
Profil Dua Target: Antara Pengalaman dan Potensi
Dua nama yang disebut-sebut berada dalam radar Juventus adalah Tijjani Reijnders dari AC Milan dan Brahim Diaz yang saat ini dipinjamkan Real Madrid ke AC Milan. Menariknya, keduanya adalah mantan pemain AC Milan, sehingga mereka sudah sangat paham dengan kerasnya persaingan di Serie A.
Tijjani Reijnders, gelandang serba bisa asal Belanda, menjadi sorotan utama. Sejak bergabung dengan AC Milan pada musim panas 2023, ia tampil impresif dengan kemampuan dribbling yang lincah dan kecerdasan dalam membaca permainan. Ia bukan sekadar gelandang box-to-box, melainkan juga seorang pengatur ritme yang bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan. Statistiknya musim ini menunjukkan kontribusi nyata dalam hal key passes dan akurasi umpan silang.
Sementara itu, Brahim Diaz adalah tipe pemain yang lebih eksplosif dan kreatif di sepertiga akhir lapangan. Meski sempat kesulitan menembus skuad utama Real Madrid, performanya bersama AC Milan musim lalu membuktikan bahwa ia adalah pemain berbakat yang bisa menjadi pembeda. Kemampuannya dalam melakukan cutting inside dari sayap dan melepaskan tembakan jarak jauh menjadi senjata andalan.
Mengapa Bernardo Silva Sulit Direbut?
Untuk memahami mengapa Juventus beralih ke target alternatif, kita perlu melihat situasi Bernardo Silva. Gelandang asal Portugal ini adalah salah satu pemain paling serbaguna di dunia saat ini. Namun, Manchester City sangat enggan melepasnya. Pep Guardiola menganggap Silva sebagai bagian integral dari sistem permainannya.
Selain itu, faktor finansial menjadi kendala utama. Harga Bernardo Silva diperkirakan mencapai angka yang sangat tinggi, mungkin di atas 80 juta euro. Juventus, yang sedang dalam masa transisi keuangan dan pembangunan kembali skuad, tentu tidak bisa seenaknya mengeluarkan dana sebesar itu. Apalagi, banyak klub kaya dari Premier League yang siap menawar lebih tinggi. Oleh karena itu, mencari alternatif yang lebih realistis adalah langkah cerdas dari direktur olahraga Juventus, Cristiano Giuntoli.
Analisis Taktis: Siapa yang Lebih Cocok untuk Thiago Motta?
Jika kita melihat gaya bermain Thiago Motta, ia sangat menginginkan gelandang yang memiliki kemampuan tinggi dalam menguasai bola (ball retention) dan mampu melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Dalam skema 4-2-3-1 atau 4-3-3 favoritnya, peran seorang “regista” atau playmaker dalam sangat krusial.
Tijjani Reijnders dinilai lebih cocok dengan kebutuhan ini. Ia memiliki postur tubuh yang baik (186 cm) namun tetap lincah. Ia bisa menjadi jangkar di lini tengah, memutus serangan lawan, lalu langsung memulai serangan balik dengan umpan-umpan pendek yang akurat. Kemampuannya untuk bergerak tanpa bola dan mencari celah di antara lini pertahanan lawan sangat mirip dengan karakteristik yang dimiliki pemain-pemain sukses di era Motta, seperti Marco Verratti dulu.
Brahim Diaz, di sisi lain, lebih cocok sebagai pemain sayap atau gelandang serang (trequartista). Ia memiliki kelincahan dan skill individu yang tinggi, namun mungkin kurang efektif jika ditempatkan sebagai gelandang tengah dalam formasi yang membutuhkan disiplin bertahan tinggi. Juventus sudah memiliki Federico Chiesa dan Kenan Yildiz di posisi sayap, sehingga Diaz mungkin akan menjadi opsi rotasi yang mahal.
Dampak Finansial dan Strategi Transfer Juventus
Dari segi finansial, mendatangkan Reijnders atau Diaz jelas lebih masuk akal bagi Juventus. AC Milan diperkirakan akan meminta harga sekitar 40-50 juta euro untuk Reijnders, sementara Brahim Diaz bisa ditebus dari Real Madrid dengan klausul buy-back yang mungkin lebih rendah. Bandingkan dengan harga Bernardo Silva yang bisa mencapai dua kali lipatnya.
Keputusan ini juga menunjukkan bahwa Juventus tidak sedang membangun tim untuk jangka pendek. Mereka mencari pemain yang masih berada di usia prima (Reijnders 25 tahun, Diaz 24 tahun) yang bisa menjadi fondasi untuk beberapa musim ke depan. Ini sejalan dengan proyek regenerasi skuad yang sudah dimulai sejak kepergian beberapa pemain senior seperti Leonardo Bonucci dan Juan Cuadrado.
Selain itu, merekrut pemain yang sudah malang melintang di Serie A akan memudahkan proses adaptasi. Tidak perlu waktu lama bagi Reijnders atau Diaz untuk menyesuaikan diri dengan ritme dan taktik sepak bola Italia. Mereka sudah terbukti mampu bersaing di level tertinggi liga domestik.
Kesimpulan: Langkah Realistis di Tengah Persaingan Ketat
Pada akhirnya, langkah Juventus mengincar Tijjani Reijnders dan Brahim Diaz adalah sebuah strategi yang realistis dan cerdas. Meski Bernardo Silva adalah bintang yang memikat, namun terkadang klub harus tahu kapan harus mundur dan mencari opsi lain yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas.
Bagi Reijnders adalah pilihan yang lebih menarik. Ia menawarkan kombinasi antara fisik, teknik, dan visi bermain yang jarang dimiliki gelandang lain. Jika Juventus berhasil memboyongnya, lini tengah mereka akan langsung naik level. Namun, Brahim Diaz juga bukan pilihan yang buruk. Kecepatan dan kreativitasnya bisa menjadi senjata rahasia saat pertandingan berjalan alot.
Yang jelas, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan direktur olahraga Juventus untuk bersaing dengan klub-klub kaya Eropa. Apakah mereka akan berhasil mendatangkan salah satu dari dua target ini? Ataukah akan ada kejutan lain di menit-menit akhir?
Pertanyaan untuk Sobat SBH: Menurut kalian, siapa yang lebih pas untuk Juventus musim depan: Tijjani Reijnders yang solid dan taktis, atau Brahim Diaz yang lincah dan kreatif? Atau mungkin kalian punya rekomendasi pemain lain yang lebih keren? Tulis pendapat kalian di kolom komentar, ya!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


