Kapan Italia Tunjuk Pelatih Baru? Baldini Hanya Juru Damai Sementara
- Silvio Baldini ditunjuk sebagai pelatih sementara Italia untuk laga uji coba melawan Luksemburg dan Yunani.
- FIGC masih bungkam soal pelatih permanen, sementara nama-nama seperti Antonio Conte dan Roberto Mancini kembali dikaitkan.
- Keterlambatan penunjukan pelatih tetap bisa mengganggu persiapan Gli Azzurri menuju kualifikasi Piala Dunia 2026.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id – Jakarta. Kabar mengejutkan datang dari negeri pizza. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya mengambil langkah darurat dengan menunjuk Silvio Baldini sebagai pelatih sementara untuk laga uji coba bulan Juni melawan Luksemburg dan Yunani. Namun, keputusan ini bukannya menjawab pertanyaan, malah memunculkan teka-teki baru: kapan tepatnya Italia akan memiliki nahkoda tetap untuk mengarungi kualifikasi Piala Dunia 2026?
Keputusan FIGC ini terbilang aneh di mata publik. Baldini, yang dikenal sebagai pelatih kawakan di level klub Serie B dan Serie C, bukanlah nama yang biasa dikaitkan dengan kursi panas tim nasional. Pengalamannya di level internasional hampir nihil. Ini jelas bukan solusi jangka panjang, melainkan plester luka untuk menutupi kebingungan di tubuh federasi.
Mengapa FIGC Begitu Lamban?
Pertanyaan besar yang menghantui suporter Italia bukanlah siapa pelatih sementaranya, melainkan mengapa proses pencarian pelatih tetap berjalan sangat alot. Sejak kepergian pelatih sebelumnya, FIGC seperti kehilangan kompas. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama kelambanan ini.
Pertama, faktor finansial. FIGC tidak memiliki dana segar yang cukup untuk membayar gaji pelatih bintang. Nama-nama seperti Antonio Conte, yang notabene adalah pelatih top dengan gaji selangit, sebenarnya sangat diidamkan. Namun, gaji Conte yang mencapai angka fantastis membuat FIGC berpikir ulang. Apalagi, Conte dikenal sebagai pelatih yang menuntut kendali penuh atas tim, mulai dari pemanggilan pemain hingga strategi, yang kadang berbenturan dengan struktur federasi.
Kedua, masalah ego dan visi. FIGC menginginkan pelatih yang mau bekerja sama dengan struktur yang ada, bukan malah merombak total. Sementara itu, para kandidat potensial seperti Roberto Mancini (yang pernah sukses membawa Italia juara Euro 2020) atau Luciano Spalletti (yang baru saja sukses di Napoli) memiliki gaya kepelatihan yang sangat kuat. Mereka tidak mau menjadi sekadar “boneka” federasi. Negosiasi pun mentok di sana-sini.
Ketiga, kebuntuan ini diperparah dengan absennya Italia dari Piala Dunia 2022. Gagal lolos ke Qatar adalah tamparan keras yang membuat FIGC harus berpikir ulang tentang arah pembangunan tim. Mereka tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Alhasil, proses seleksi pelatih menjadi sangat hati-hati, bahkan cenderung takut salah.
Siapa Calon Kuat Pengganti Baldini?
Meski belum ada pengumuman resmi, beberapa nama sudah santer dikabarkan masuk dalam daftar incaran FIGC. Selain Conte dan Mancini, nama pelatih muda seperti Vincenzo Italiano (Fiorentina) juga mulai mencuat. Italiano dinilai memiliki filosofi sepak bola modern yang cocok dengan generasi pemain Italia saat ini.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah kembalinya Roberto Mancini ke bursa pelatih. Setelah sukses di level klub bersama Inter Milan dan Manchester City, serta membawa Italia juara Euro, Mancini dianggap sebagai figur yang tepat untuk membangun kembali kepercayaan diri Gli Azzurri. Namun, tantangannya adalah apakah Mancini bersedia kembali dengan segala keterbatasan yang ada?
Sementara itu, Antonio Conte tetap menjadi favorit suporter. Gaya permainan agresif dan mentalitas pemenangnya sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat juang Italia yang sempat redup. Tapi lagi-lagi, masalah gaji dan kewenangan menjadi batu sandungan.
Dampak Keterlambatan bagi Kualifikasi Piala Dunia 2026
Keterlambatan penunjukan pelatih tetap bukanlah masalah sepele. Setiap hari yang terbuang tanpa kepastian adalah kerugian besar bagi persiapan tim. Italia tergabung dalam grup kualifikasi yang tidak mudah. Mereka harus bersaing dengan tim-tim seperti Ukraina, Swiss, atau bahkan tim kuda hitam lainnya.
Tanpa pelatih tetap, mustahil bagi Italia untuk membangun sistem permainan yang solid. Pemain tidak tahu filosofi apa yang akan diterapkan. Rotasi pemain pun menjadi kacau. Baldini, sebagai pelatih sementara, hanya akan menjalankan tugasnya untuk dua laga uji coba. Setelah itu, tim kembali memasuki masa ketidakpastian.
Jika penunjukan pelatih tetap molor hingga akhir tahun, Italia bisa kehilangan momentum penting. Padahal, jendela internasional berikutnya sangat krusial untuk menguji taktik dan membangun chemistry tim. Jika terus begini, bukan tidak mungkin Italia akan kembali menghadapi mimpi buruk gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Opini SBH Nation: Saatnya FIGC Berani Ambil Keputusan!
Dari sudut pandang situasi ini sangat memprihatinkan. Italia adalah negara dengan sejarah sepak bola yang luar biasa. Memiliki empat gelar Piala Dunia dan segudang pemain bintang, tapi kini terpuruk dalam kebingungan administratif.
FIGC harus segera membuang ego dan mengambil keputusan tegas. Jangan sampai drama kepelatihan ini berlarut-larut hingga mengorbankan prestasi tim. Jika perlu, ambil risiko dengan merekrut pelatih muda seperti Italiano yang haus prestasi. Atau, jika dana memungkinkan, datangkan Conte untuk memberikan efek kejut.
Yang jelas, Silvio Baldini hanyalah solusi sementara. Italia butuh nahkoda sejati, bukan sekadar penjaga gawang sementara. Waktu terus berjalan, dan Piala Dunia 2026 tidak akan menunggu.
Pertanyaan untuk Pembaca:
Menurut kalian, siapa pelatih yang paling cocok untuk membawa Italia bangkit kembali: Antonio Conte yang garang, Roberto Mancini yang tenang, atau Vincenzo Italiano yang modern? Tulis pendapatmu di kolom komentar, SBH Nation!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


