🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: DONALD-TRUMP VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Karier Sepak Bola Donald Trump: Dari Korban Perundungan Hingga Presiden Sepak B | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 21 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Mei 2026

Karier Sepak Bola Donald Trump: Dari Korban Perundungan Hingga ‘Presiden Sepak Bola’

bolt SBH Quick Take
  • Donald Trump memiliki masa lalu yang tak terduga di sepak bola saat bersekolah di akademi militer New York.
  • Pengalaman menjadi korban perundungan dan hazing membentuk karakternya yang keras, sekaligus membuka jalannya menuju kepemimpinan.
  • Kini, sebagai Presiden AS, ia akan memainkan peran sentral di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Siapa sangka, di balik citra pengusaha properti dan politikus kontroversial, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ternyata menyimpan kisah masa lalu yang tak biasa di dunia sepak bola. Bukan sebagai pemain bintang, melainkan sebagai seorang anak muda yang harus bertahan dari perundungan (bullying) dan ritual hazing di sekolah militer, sebelum akhirnya menjelma menjadi figur yang dijuluki “presiden sepak bola”. Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, cerita ini kembali mencuat dan memberikan perspektif baru tentang hubungan Trump dengan olahraga paling populer di dunia.

Masa Lalu di Akademi Militer: Dari Korban Menjadi Pemimpin

Kisah ini bermula di New York Military Academy (NYMA), sebuah sekolah asrama militer di Cornwall-on-Hudson, New York. Di sinilah Donald Trump muda, yang saat itu masih berusia 13 tahun, dikirim oleh ayahnya, Fred Trump, karena dianggap terlalu nakal dan sulit diatur. Di lingkungan yang keras dan penuh disiplin, Trump kecil justru menemukan sepak bola sebagai pelarian.

Namun, perjalanannya tidaklah mudah. Sebagai siswa baru, ia menjadi sasaran empuk perundungan dari senior-seniornya. Ritual hazing—seperti dipukul, disuruh melakukan push-up di lumpur, hingga diejek habis-habisan—adalah pemandangan sehari-hari. Dalam memoarnya, Trump menulis bahwa pengalaman itu membuatnya “keras” dan mengajarinya untuk tidak pernah menunjukkan kelemahan. Ironisnya, justru dari tekanan inilah ia belajar bagaimana memimpin.

“Saya tidak pernah menjadi pemain terbaik, tapi saya tahu cara mengatur tim,” tulis Trump dalam salah satu bab yang kini ramai diperbincangkan. Ia kemudian menjadi kapten tim sepak bola NYMA, sebuah posisi yang memberinya otoritas untuk menghentikan hazing pada generasi di bawahnya. Transformasi dari korban menjadi pelindung ini menjadi fondasi awal karir kepemimpinannya di kemudian hari.

‘Soccer President’: Dari Lapangan ke Gedung Putih

Julukan “soccer president” mungkin terdengar aneh bagi yang hanya mengenal Trump sebagai penggemar golf atau olahraga Amerika seperti NFL. Namun, fakta menunjukkan bahwa hubungannya dengan sepak bola sudah terjalin sejak lama. Saat menjabat sebagai presiden, ia secara aktif mendukung pengajuan tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Ia bahkan menyebut turnamen ini sebagai “kesempatan emas” untuk mempopulerkan sepak bola di Amerika.

Yang menarik, gaya kepemimpinan Trump di Gedung Putih sering kali diibaratkan seperti seorang manajer sepak bola: tegas, kontroversial, dan suka mengambil risiko. Ia tidak segan memecat staf yang dianggap tidak loyal, mirip dengan pelatih yang mengganti pemain di tengah pertandingan. Bahkan, dalam beberapa pidato, ia kerap menggunakan metafora sepak bola untuk menjelaskan strategi politiknya.

“Ini bukan tentang mencetak gol sendirian. Ini tentang bagaimana Anda membangun tim yang solid,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan media olahraga pada 2024. Pernyataan ini sontak menjadi viral dan memicu perdebatan tentang sejauh mana pengaruh masa lalunya di lapangan hijau membentuk cara ia memerintah.

Piala Dunia 2026: Panggung untuk ‘Presiden Sepak Bola’

Dengan statusnya sebagai tuan rumah bersama, Amerika Serikat akan menjadi pusat perhatian dunia pada musim panas 2026. Trump, yang saat itu masih menjabat sebagai presiden, dipastikan akan memiliki peran seremonial yang besar. Mulai dari membuka turnamen di Stadion MetLife, New Jersey, hingga menyerahkan trofi kepada pemenang di final di Dallas.

Namun, di balik gemerlap panggung, ada pertanyaan besar yang mengemuka: bisakah Trump benar-benar meninggalkan citra kontroversialnya untuk menjadi duta sepak bola yang netral? Beberapa kritikus meragukan hal ini, mengingat kebijakan imigrasinya yang ketat sempat membuat sejumlah pemain asing kesulitan mendapatkan visa. Namun, para pendukungnya yakin bahwa pengalaman Trump di NYMA justru akan membantunya memahami semangat sportivitas dan persatuan yang dibawa oleh Piala Dunia.

“Saya sudah pernah menjadi korban perundungan. Saya tahu bagaimana rasanya dikucilkan. Sekarang, saya ingin semua orang di dunia merasa diterima di Amerika,” katanya dalam pidato di markas FIFA, tahun lalu. Pernyataan ini, meski terdengar ambisius, setidaknya menunjukkan bahwa Trump menyadari beban moral yang melekat pada perannya.

Warisan Sepak Bola Trump: Antara Kontroversi dan Kenyataan

Apa yang akan ditinggalkan oleh Donald Trump untuk sepak bola Amerika? Jawabannya masih abu-abu. Di satu sisi, ia berhasil membawa Piala Dunia ke Amerika, sebuah pencapaian yang gagal dilakukan oleh pendahulunya. Di sisi lain, polarisasi politik yang ia ciptakan justru membuat sebagian masyarakat Amerika enggan mendukung tim nasional.

Yang jelas, kisah perundungan dan hazing di NYMA telah membentuk seorang pemimpin yang tidak takut pada konflik. Ia belajar bahwa untuk bertahan, Anda harus menjadi yang terkuat. Namun, apakah ini adalah pelajaran yang tepat untuk sepak bola modern yang menjunjung tinggi fair play dan inklusivitas? Waktu yang akan menjawab.

Satu hal yang pasti: ketika bola pertama kali ditendang di Piala Dunia 2026, semua mata akan tertuju bukan hanya pada aksi pemain di lapangan, tetapi juga pada seorang pria tua di tribun yang dulu pernah menjadi korban perundungan, lalu menjadi kapten, dan kini menjadi “presiden sepak bola” dunia.

Pertanyaan untuk pembaca SBH Nation: Menurut kalian, apakah pengalaman masa lalu Donald Trump sebagai korban perundungan di sekolah militer mempengaruhi cara ia memimpin Amerika Serikat, terutama dalam menyambut Piala Dunia 2026? Ataukah ini hanya cerita dramatisasi belaka? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel