Kejutan Besar: Toney Masuk Skuad Piala Dunia Inggris, Foden dan Palmer Dicoret | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Kejutan Besar: Toney Masuk Skuad Piala Dunia Inggris, Foden dan Palmer Dicoret

bolt SBH Quick Take
  • Ivan Toney dan John Stones dipanggil ke skuad Piala Dunia 2026 Inggris.
  • Phil Foden, Cole Palmer, dan Trent Alexander-Arnold tidak masuk skuad.
  • Keputusan ini memicu perdebatan soal strategi dan pilihan taktis Southgate.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Dunia sepak bola Inggris kembali dihebohkan. Gareth Southgate, sang arsitek timnas Inggris, baru saja mengumumkan skuad final untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keputusan ini langsung menjadi bahan perbincangan panas di kalangan penggemar dan analis. Pasalnya, nama-nama besar seperti Phil Foden, Cole Palmer, dan Trent Alexander-Arnold harus rela ditinggalkan di rumah, sementara Ivan Toney dan John Stones justru mendapat tiket ke panggung terbesar sepak bola dunia.

Keputusan ini bukan sekadar seleksi pemain biasa. Ini adalah pilihan taktis yang berani, bahkan bisa dibilang kontroversial. Southgate seolah memberikan sinyal keras bahwa tidak ada tempat untuk pemain yang hanya mengandalkan bakat individu jika tidak sesuai dengan sistem yang ia inginkan. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pemilihan skuad ini? Mari kita bedah secara mendalam.

Siapa yang Masuk dan Siapa yang Tersingkir?

Daftar skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 memang penuh kejutan. Selain Ivan Toney yang kembali dipanggil setelah sempat tersisih akibat skandal judi, nama John Stones juga masuk. Kehadiran Stones sebenarnya tidak terlalu mengejutkan mengingat perannya sebagai bek tengah yang mumpuni dan pengalamannya di turnamen besar.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah absennya tiga pemain bintang. Phil Foden, pemain yang dianggap sebagai talenta terbaik generasinya, harus menerima kenyataan pahit. Cole Palmer, yang musim lalu tampil gemilang bersama Manchester City dan menjadi andalan di lini depan, juga tidak masuk. Lalu, Trent Alexander-Arnold, bek kanan dengan kemampuan passing luar biasa, juga tidak kebagian tempat.

Keputusan ini tentu membuat publik bertanya-tanya. Apakah Southgate sudah kehilangan kepercayaan pada para pemain muda berbakat ini? Ataukah ada pertimbangan taktis yang lebih dalam?

Analisis Taktis: Mengapa Southgate Memilih Toney?

Untuk memahami keputusan ini, kita harus melihat filosofi permainan Gareth Southgate. Sejak awal, Southgate dikenal sebagai pelatih yang pragmatis. Ia lebih mengutamakan keseimbangan tim, disiplin defensif, dan kemampuan pemain untuk menjalankan instruksi taktis dengan ketat.

Dalam skema ini, Ivan Toney menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh pemain lain. Toney adalah tipe striker target man yang kuat secara fisik, mahal dalam duel udara, dan sangat efektif dalam peran sebagai penghubung permainan. Ia bisa menjadi “palu godam” yang menerima umpan panjang, menahan bola, lalu memberikan ruang bagi pemain sayap seperti Bukayo Saka atau Marcus Rashford untuk bergerak.

Ini sangat berbeda dengan gaya bermain Phil Foden atau Cole Palmer yang lebih suka bermain di ruang sempit, melakukan dribel, dan mengandalkan kreativitas individu. Southgate mungkin menilai bahwa di turnamen besar, di mana pertahanan lawan sangat rapat dan fisik, kehadiran seorang target man seperti Toney lebih berharga daripada seorang kreator murni.

Selain itu, John Stones kembali dipanggil karena kemampuannya dalam membangun serangan dari belakang (build-up play). Bersama Harry Maguire, Stones memberikan opsi passing yang aman dan mampu memecah garis tekanan lawan. Meskipun sempat mengalami cedera, pengalaman dan ketenangannya dianggap vital untuk menjaga stabilitas lini belakang.

Dampak Absennya Foden, Palmer, dan Alexander-Arnold

Absennya tiga pemain ini bukan hanya kehilangan bakat, tetapi juga kehilangan variasi taktis. Phil Foden adalah pemain yang bisa bermain di tiga posisi berbeda di lini depan. Kemampuannya untuk memotong ke dalam dari sayap dan melepaskan tembakan akurat adalah senjata yang sangat berbahaya. Tanpa Foden, Inggris kehilangan elemen kejutan di area kotak penalti.

Cole Palmer adalah fenomena musim lalu. Ia menjadi pemain kunci di Manchester City, mencetak gol-gol penting dan memberikan assist. Palmer memiliki naluri gol yang tajam dan kemampuan membaca permainan yang luar biasa. Keputusannya untuk tidak memanggil Palmer terasa seperti pukulan telak bagi para penggemar yang berharap melihatnya bersinar di panggung dunia.

Sementara itu, Trent Alexander-Arnold adalah salah satu bek kanan terbaik di dunia dalam hal distribusi bola. Kemampuannya untuk melepaskan umpan silang dan tendangan bebas adalah aset yang sangat langka. Namun, kelemahannya dalam bertahan satu lawan satu mungkin menjadi pertimbangan utama Southgate. Dalam turnamen di mana setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal, Southgate lebih memilih bek kanan yang lebih solid secara defensif seperti Kieran Trippier atau Kyle Walker.

Reaksi Publik dan Masa Depan Timnas Inggris

Keputusan ini langsung memicu gelombang reaksi di media sosial. Banyak penggemar yang kecewa dan mempertanyakan logika di balik pemilihan ini. Tagar #JusticeForFoden dan #PalmerDeserved sempat menjadi trending topic di Twitter. Beberapa analis sepak bola Inggris juga menyebut bahwa Southgate telah membuat kesalahan besar dengan meninggalkan pemain sekaliber Foden.

Namun, ada juga yang mendukung keputusan Southgate. Mereka berpendapat bahwa tim nasional bukanlah ajang untuk memuaskan ego individu, melainkan tentang membangun tim yang solid dan seimbang. Southgate telah membuktikan dirinya mampu membawa Inggris ke final Euro 2020 dan semifinal Piala Dunia 2018. Ia berhak untuk membuat keputusan yang dianggapnya terbaik.

Pertanyaan besarnya sekarang adalah: apakah keputusan ini akan berbuah manis? Apakah Toney bisa menjadi pahlawan baru Inggris di Piala Dunia? Atau justru absennya Foden dan Palmer akan menjadi bumerang bagi Southgate?

Satu hal yang pasti, Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi Gareth Southgate. Jika Inggris gagal, kritik pedas pasti akan menghujani dirinya. Namun jika berhasil, ia akan dikenang sebagai pelatih yang berani mengambil risiko demi kejayaan timnas.

Pertanyaan untuk Pembaca:

Menurut kalian, apakah keputusan Gareth Southgate untuk memilih Ivan Toney dan meninggalkan Phil Foden serta Cole Palmer adalah langkah yang tepat? Ataukah ini adalah kesalahan besar yang akan merugikan Inggris di Piala Dunia 2026? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel