Kepergian Pep Guardiola dari Man City: Dampaknya untuk Timnas Italia | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Kepergian Pep Guardiola dari Man City: Dampaknya untuk Timnas Italia

bolt SBH Quick Take
  • Manchester City resmi mengumumkan Pep Guardiola akan hengkang pada akhir musim 2025/2026.
  • Kepergian ini membuka peluang bagi FIGC untuk merekrut salah satu pelatih terbaik dunia guna membangun ulang Timnas Italia.
  • Italia butuh revolusi taktis dan mental, dan Guardiola bisa menjadi katalisator perubahan tersebut.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Kabar mengejutkan datang dari Etihad Stadium. Manchester City secara resmi mengumumkan bahwa Pep Guardiola akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026. Keputusan ini tentu mengguncang dunia sepak bola, terutama di Inggris. Namun, di balik guncangan itu, ada secercah harapan yang muncul dari Semenanjung Apennine. Kepergian Guardiola dari Manchester City bukan sekadar akhir dari sebuah era di Premier League, melainkan bisa menjadi awal dari babak baru yang menarik bagi Timnas Italia.

Selama ini, Guardiola selalu dikaitkan dengan proyek jangka panjang di klub-klub besar. Namun, namanya juga kerap disebut-sebut sebagai calon kuat pelatih tim nasional. Kini, dengan statusnya yang akan bebas pada pertengahan 2026, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memiliki kesempatan langka untuk mendekati arsitek taktik asal Spanyol itu. Bayangkan, jika Guardiola benar-benar menerima tawaran untuk menukangi Gli Azzurri, ini akan menjadi revolusi besar-besaran dalam sejarah sepak bola Italia.

Mengapa Italia Membutuhkan Sosok Seperti Guardiola?

Timnas Italia saat ini berada di persimpangan jalan. Setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 dan performa yang inkonsisten di turnamen-turnamen berikutnya, jelas bahwa sepak bola Italia membutuhkan transfusi darah segar. Bukan hanya soal pemain, tetapi juga filosofi. Selama ini, Italia dikenal dengan taktik catenaccio yang disiplin dan pragmatis. Namun, di era sepak bola modern yang mengutamakan penguasaan bola dan pressing tinggi, pendekatan itu seringkali terlihat ketinggalan zaman.

Guardiola adalah antitesis dari gaya lama Italia. Ia adalah penganjur sepak bola total, di mana setiap pemain, dari kiper hingga striker, harus nyaman dengan bola di kaki. Filosofi positional play-nya yang terkenal rumit dan membutuhkan pemahaman taktis tinggi justru bisa menjadi jawaban atas kebuntuan kreativitas Italia. Dengan Guardiola, Italia tidak hanya akan bermain untuk menang, tetapi juga untuk mendominasi. Ini adalah perubahan mentalitas yang sangat dibutuhkan oleh para pemain muda Italia yang kini banyak bermain di klub-klub Eropa dengan gaya bermain yang lebih modern.

Dampak Langsung: Revolusi Taktik di Skuad Gli Azzurri

Jika Guardiola benar-benar datang, perubahan paling mendasar akan terlihat pada formasi dan cara bermain. Guardiola dikenal dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel atau 3-4-3 yang bisa berubah menjadi 2-3-5 saat menyerang. Ini sangat berbeda dengan formasi 4-3-3 klasik ala Italia yang lebih mengutamakan transisi cepat.

Untuk mewujudkan filosofinya, Guardiola akan membutuhkan pemain-pemain dengan karakteristik tertentu. Ia akan menggali potensi bek tengah yang bisa membangun serangan dari belakang (ball-playing defender). Pemain seperti Alessandro Bastoni dari Inter Milan atau Giorgio Scalvini dari Atalanta adalah contoh sempurna. Di lini tengah, ia akan membutuhkan gelandang serba bisa yang bisa menjadi jangkar sekaligus pengatur ritme. Nicolò Barella dan Sandro Tonali adalah kandidat ideal. Sementara di lini depan, Guardiola akan mencari penyerang yang bisa bergerak bebas, bukan hanya sebagai target man. Federico Chiesa atau Lorenzo Pellegrini bisa menjadi senjata utama dalam skema Guardiola.

Peluang Emas di Piala Dunia 2026?

Waktu pengumuman Guardiola sangat menarik. Ia akan meninggalkan Manchester City tepat setelah musim 2025/2026 berakhir. Piala Dunia 2026 akan digelar pada bulan Juni-Juli tahun yang sama. Ini artinya, FIGC harus bergerak cepat. Jika Guardiola setuju, ia mungkin hanya punya waktu beberapa minggu untuk mempersiapkan tim sebelum turnamen terbesar di dunia dimulai.

Namun, justru di sinilah letak peluangnya. Dengan materi pemain yang ada, Italia sebenarnya memiliki skuad yang sangat seimbang. Mereka memiliki kiper kelas dunia seperti Gianluigi Donnarumma, lini pertahanan yang kokoh, lini tengah yang kreatif, dan penyerang yang haus gol. Yang kurang adalah sentuhan taktis yang bisa memaksimalkan potensi tersebut. Guardiola adalah orang yang tepat untuk memberikan sentuhan itu. Jika ia berhasil meracik tim dalam waktu singkat, Italia bisa menjadi kuda hitam yang sangat berbahaya di Piala Dunia 2026.

Tantangan dan Hambatan yang Menanti

Tentu saja, mendatangkan Guardiola bukanlah perkara mudah. Ada beberapa tantangan besar yang harus dihadapi FIGC. Pertama, gaji. Guardiola adalah salah satu pelatih termahal di dunia. FIGC harus menyiapkan anggaran yang sangat besar, mungkin dengan memangkas biaya di sektor lain. Kedua, ego. Guardiola adalah sosok yang perfeksionis dan memiliki visi yang sangat kuat. Ia tidak akan ragu untuk bertabrakan dengan federasi atau pemain jika visinya tidak sejalan. Ketiga, adaptasi. Sepak bola Italia sangat berbeda dengan sepak bola Inggris atau Jerman. Tekanan dari media dan publik sangat besar. Guardiola harus bisa beradaptasi dengan budaya sepak bola yang penuh gairah dan intrik ini.

Meski demikian, jika ada satu orang yang bisa mengubah wajah sepak bola Italia, itu adalah Pep Guardiola. Ia bukan hanya pelatih, ia adalah seorang revolusioner. Kepergiannya dari Manchester City bisa menjadi awal dari era keemasan baru bagi Timnas Italia. Pertanyaannya sekarang, apakah FIGC berani mengambil risiko besar ini?

Pertanyaan untuk Pembaca:

Menurut kalian, apakah Pep Guardiola cocok menjadi pelatih Timnas Italia? Atau lebih baik FIGC mencari pelatih lokal yang lebih paham dengan karakter sepak bola Italia? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel