🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: USMNT VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Keputusan Pochettino: Zendejas Masuk, Tessmann Dicoret dari Skuad Piala Dunia 20 | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Keputusan Pochettino: Zendejas Masuk, Tessmann Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026

bolt SBH Quick Take
  • Alejandro Zendejas dari Club América masuk skuad 26 pemain AS untuk Piala Dunia 2026.
  • Tanner Tessmann (Lyon) dan Diego Luna (Real Salt Lake) justru dicoret, menjadi kejutan besar.
  • Keputusan ini menunjukkan prioritas Pochettino pada kecepatan dan fleksibilitas di sayap.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Mauricio Pochettino akhirnya mengumumkan skuad final Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) untuk Piala Dunia 2026, dan keputusannya langsung memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola Amerika. Dalam daftar 26 pemain yang dirilis, nama Alejandro Zendejas, winger andalan Club América, resmi masuk. Namun, kabar mengejutkan datang dari absennya Tanner Tessmann, gelandang bertahan Lyon, serta Diego Luna, bintang muda Real Salt Lake yang sedang dalam performa gemilang.

Keputusan ini bukan sekadar soal siapa yang layak, melainkan cerminan strategi besar Pochettino untuk membawa AS bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia. Dengan turnamen yang digelar di kandang sendiri, tekanan untuk tampil maksimal sangat besar. Mari kita bedah satu per satu keputusan kontroversial ini.

Alejandro Zendejas: Tiket Terakhir dari Liga MX

Kehadiran Alejandro Zendejas dalam skuad ini mungkin menjadi salah satu kejutan paling manis. Pemain berusia 27 tahun yang membela Club América ini bukanlah nama asing bagi penggemar sepak bola Meksiko dan AS. Sejak memutuskan membela USMNT pada tahun 2023, Zendejas terus menunjukkan konsistensi di level klub. Di Liga MX, ia dikenal sebagai pemain sayap yang lincah, punya dribel mematikan, dan tidak takut mengambil risiko di area lawan.

Pochettino jelas melihat nilai tambah dari Zendejas. Dalam sistem yang mengandalkan transisi cepat, kecepatan dan kemampuannya memotong dari sayap menjadi senjata ampuh. Apalagi, Zendejas sudah terbukti di turnamen besar seperti Concacaf Nations League dan Gold Cup. Keputusannya untuk tetap setia pada USMNT meski sempat dirayu Meksiko kini terbayar lunas.

Namun, kehadirannya juga berarti mengorbankan pemain lain yang mungkin lebih “berlabel Eropa”. Ini menunjukkan bahwa Pochettino tidak peduli dengan status liga. Yang ia butuhkan adalah pemain yang siap tempur dan paham taktik.

Tanner Tessmann: Gelandang Bertahan yang Terlupakan

Satu nama yang paling menyayat hati adalah Tanner Tessmann. Gelandang bertahan milik Lyon ini sempat menjadi andalan di lini tengah AS selama babak kualifikasi. Postur tubuhnya yang tinggi (190 cm) dan kemampuannya membaca permainan membuatnya dijuluki “jenderal lapangan tengah”. Namun, cedera ringan yang dialaminya beberapa pekan lalu mungkin menjadi faktor penentu.

Pochettino lebih memilih Sebastian Berhalter (putra mantan pelatih Gregg Berhalter) yang musim ini tampil impresif bersama Columbus Crew. Berhalter dianggap lebih mobile dan punya distribusi bola yang lebih cepat. Sementara Tessmann, meski kuat secara fisik, kadang dianggap lambat dalam mengambil keputusan di bawah tekanan. Ini menjadi pelajaran pahit: di Piala Dunia, setiap detik sangat berharga.

Diego Luna: Performa Moncer Tak Cukup

Jika ada pemain yang paling pantas kecewa, itu adalah Diego Luna. Gelandang serang Real Salt Lake ini sedang dalam performa terbaiknya di MLS musim 2026. Ia mencetak 8 gol dan 7 assist hanya dalam 14 pertandingan. Gaya bermainnya yang eksplosif dan kreatif membuat banyak pengamat yakin ia akan masuk skuad.

Namun, Pochettino memilih untuk tidak membawanya. Alasannya klasik: persaingan di lini depan terlalu ketat. Dengan nama-nama seperti Christian Pulisic, Tim Weah, Gio Reyna, dan kini Zendejas, Luna harus mengakui bahwa ia masih kurang pengalaman di level internasional. Keputusan ini memang keras, tapi menunjukkan bahwa Pochettino lebih mengutamakan pemain yang sudah teruji di turnamen besar.

Gio Reyna dan Sebastian Berhalter: Wajah Baru Optimisme

Di sisi lain, kabar baik datang untuk Gio Reyna dan Sebastian Berhalter. Reyna, yang sempat terpinggirkan karena masalah cedera dan kontroversi di masa lalu, kini mendapat kepercayaan penuh dari Pochettino. Pelatih asal Argentina itu melihat potensi besar dalam diri pemain Borussia Dortmund tersebut sebagai playmaker kreatif.

Sementara Sebastian Berhalter, yang sebelumnya dianggap hanya “numpang nama” karena posisi ayahnya, kini membuktikan diri. Ia menjadi salah satu pemain paling konsisten di MLS dan menunjukkan bahwa ia layak bersaing di level tertinggi. Kehadirannya di lini tengah memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan.

Analisis Taktis: Apa yang Dicari Pochettino?

Dari komposisi skuad ini, kita bisa melihat pola yang jelas: Pochettino menginginkan kecepatan, fleksibilitas, dan pengalaman di turnamen. Ia tidak membawa pemain yang hanya bagus di atas kertas, tetapi pemain yang bisa langsung beradaptasi dengan tekanan Piala Dunia.

Ketidakhadiran Tessmann menunjukkan bahwa Pochettino lebih percaya pada gelandang yang bisa membangun serangan dari bawah, bukan sekadar penghancur permainan lawan. Sementara masuknya Zendejas dan dicoretnya Luna menandakan bahwa posisi sayap kiri dan kanan sangat kompetitif. Pochettino ingin opsi yang berbeda: Zendejas lebih direct dan agresif, sementara Pulisic lebih ke arah kreator.

Ini adalah skuad yang berani, penuh risiko, tapi juga penuh potensi. AS akan memulai Piala Dunia 2026 dengan target minimal lolos dari fase grup. Dengan keputusan ini, Pochettino menunjukkan bahwa ia tidak takut membuat pilihan sulit.

Pertanyaan untuk pembaca: Menurut kalian, apakah keputusan Pochettino mencoret Tanner Tessmann dan Diego Luna sudah tepat? Atau seharusnya ia memberi kesempatan pada pemain muda yang sedang panas? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel