Jadwal & Hasil
Kisah 10 Hari: Paolo Maldini Mundur dari FIGC, Legenda Juventus Jadi Pengganti | SBH.co.id | SBH Nation
timnas
calendar_today 28 Juli 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 28 Jul 2026

Kisah 10 Hari: Paolo Maldini Mundur dari FIGC, Legenda Juventus Jadi Pengganti

bolt SBH Quick Take
  • Paolo Maldini resmi mundur dari jabatan direktur teknik FIGC setelah hanya 10 hari menjabat.
  • Penyebab utama adalah kegagalan Andrea Pirlo dalam seleksi pelatih Timnas Italia.
  • Posisi Maldini digantikan oleh legenda Juventus, Gianluca Vialli, yang diharapkan membawa stabilitas baru.

Paolo Maldini, ikon AC Milan dan salah satu bek terbaik sepanjang masa, hanya bertahan sepuluh hari di kursi direktur teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Keputusan mengejutkan ini diumumkan pada awal pekan ini, mengguncang jagat sepak bola Italia. Pengunduran diri Maldini terjadi setelah upayanya untuk menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia gagal total. Kini, kursi yang ditinggalkan Maldini diisi oleh legenda hidup Juventus, Gianluca Vialli, yang diharapkan mampu membawa angin segar bagi federasi yang tengah dilanda krisis kepercayaan.

Kronologi Kejutan: Dari Penunjukan Hingga Pengunduran Diri

Paolo Maldini baru resmi menjabat sebagai direktur teknik FIGC pada 1 Maret 2025. Penunjukannya disambut antusias oleh publik Italia yang berharap sosok berkarisma seperti Maldini mampu membenahi sistem pembinaan pemain muda. Namun, hanya sepuluh hari berselang, ia sudah mengajukan surat pengunduran diri. Sumber internal FIGC menyebutkan bahwa pertemuan tertutup antara Maldini dengan presiden federasi, Gabriele Gravina, pada 10 Maret berlangsung alot. Maldini dilaporkan kecewa karena usulannya untuk merekrut Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala Timnas Italia ditolak mentah-mentah oleh komite teknis.

Alasan di Balik Pengunduran Diri: Andrea Pirlo Jadi Biang Kerok?

Andrea Pirlo, mantan gelandang jenius yang pernah menjadi arsitek permainan Timnas Italia dan Juventus, memang menjadi pilihan utama Maldini. Keduanya memiliki hubungan dekat sejak sama-sama membela AC Milan dan Timnas Italia. Maldini yakin bahwa Pirlo, meski pengalaman melatihnya masih minim, memiliki visi sepak bola yang modern dan mampu membangun kembali identitas Italia. Namun, komite teknis FIGC menilai Pirlo belum cukup matang secara taktis dan lebih memilih kandidat lain yang lebih berpengalaman. Penolakan ini dianggap Maldini sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap otoritasnya, sehingga ia memilih mundur sebagai bentuk protes.

Peran Andrea Pirlo dalam Pusaran Kekuasaan FIGC

Andrea Pirlo sendiri bukannya tanpa prestasi. Ia sukses membawa Juventus meraih dua gelar Serie A dan satu Piala Italia sebagai pemain, namun karier kepelatihannya masih terbilang singkat. Setelah menangani Juventus pada musim 2020-2021 dengan hasil kurang memuaskan, Pirlo sempat menganggur sebelum akhirnya melatih klub MLS, New York City FC. FIGC menganggap rekam jejak itu belum cukup untuk memegang kendali tim nasional yang tengah dalam masa transisi. Maldini, sebaliknya, melihat potensi besar dalam diri Pirlo dan menganggap penolakan tersebut sebagai penghinaan pribadi.

Dampak bagi Timnas Italia: Stabilitas Terganggu?

Pengunduran diri Maldini terjadi di saat Timnas Italia sedang bersiap menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih sementara, Luciano Spalletti, masih belum memberikan kepastian mengenai masa depannya. Ketidakstabilan di level federasi jelas mempengaruhi mental para pemain. Apalagi, Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan baru saja bangkit dengan menjuarai Piala Eropa 2024. Kini, kekosongan kursi direktur teknik membuat proses regenerasi pemain muda terhambat. Banyak pihak khawatir Italia akan kembali mengalami kemunduran jika masalah ini tidak segera diatasi.

Siapa Penggantinya? Gianluca Vialli Kembali ke Pelukan FIGC

FIGC bergerak cepat dengan menunjuk Gianluca Vialli sebagai direktur teknik baru. Vialli bukanlah wajah asing di tubuh federasi. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala delegasi Timnas Italia pada masa kejayaan mereka di Piala Eropa 2020. Legenda Juventus dan Sampdoria ini dikenal memiliki pendekatan humanis dan pengalaman luas di level klub maupun tim nasional. Vialli juga sempat menangani Chelsea dan Watford di Inggris, sehingga wawasan taktisnya dianggap lebih matang. Penunjukannya disambut positif oleh para pemain senior seperti Giorgio Chiellini yang memuji Vialli sebagai sosok pemersatu.

Analisis Taktis: Warisan Maldini yang Hilang

Paolo Maldini bukan sekadar nama besar. Sebagai direktur teknik, ia diharapkan menerapkan filosofi permainan yang ia anut selama menjadi pemain: disiplin, organisasi pertahanan yang kokoh, dan transisi cepat. Maldini dikenal sebagai pelopor bek modern yang mampu membaca permainan dengan sempurna. Ia berencana mengintegrasikan akademi-akademi klub Italia dengan tim nasional, meniru model sukses Jerman dan Prancis. Namun, dengan kepergiannya, semua rencana itu ikut lenyap. Vialli, meski memiliki pengalaman, memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Ia lebih cenderung pada sepak bola menyerang dan memberikan kebebasan ekspresi kepada pemain. Perbedaan ini bisa mengubah arah pembinaan pemain muda Italia secara fundamental.

Reaksi Publik dan Media: Antara Kekecewaan dan Optimisme

Media Italia ramai memberitakan kepergian Maldini.

Koran olahraga terkemuka, La Gazzetta dello Sport, menyebutnya sebagai "hari kelam bagi sepak bola Italia". Para penggemar AC Milan kecewa karena Maldini dianggap diperlakukan tidak hormat oleh FIGC. Sebaliknya, pendukung Juventus justru menyambut hangat penunjukan Vialli. Di media sosial, tagar #MaldiniRIP (Rest in Peace untuk jabatannya) sempat trending selama beberapa jam. Banyak analis sepak bola yang meragukan keputusan FIGC, namun ada pula yang percaya bahwa Vialli adalah pilihan tepat untuk meredakan ketegangan.

Masa Depan FIGC: Reformasi atau Sekadar Ganti Orang?

Krisis di FIGC sebenarnya sudah berlangsung lama. Sejak kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022, federasi terus berganti personel tanpa perubahan signifikan. Pengunduran diri Maldini menjadi bukti bahwa konflik internal masih menjadi momok. Presiden Gravina kini berada di bawah tekanan besar. Ia harus membuktikan bahwa FIGC mampu berbenah tanpa kehilangan tokoh-tokoh penting. Vialli diberi waktu hingga akhir tahun untuk menyusun rencana jangka panjang. Jika gagal, bukan tidak mungkin Gravina sendiri yang akan menjadi korban selanjutnya.

FAQ

Mengapa Paolo Maldini mundur dari FIGC?

Maldini mundur karena usulannya untuk menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia ditolak oleh komite teknis FIGC. Ia merasa otoritasnya sebagai direktur teknik tidak dihargai.

Siapa pengganti Paolo Maldini?

FIGC menunjuk Gianluca Vialli, legenda Juventus dan mantan kepala delegasi Timnas Italia, sebagai direktur teknik yang baru.

Apa dampak pengunduran diri ini bagi Timnas Italia?

Dampak langsung adalah ketidakstabilan di tubuh federasi yang dapat mempengaruhi persiapan tim menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026. Selain itu, program pembinaan pemain muda yang dirancang Maldini ikut tertunda.

🗣️ SBH Nation, Menurut kalian, apakah keputusan FIGC menolak Andrea Pirlo sudah tepat, atau seharusnya mereka memberi kepercayaan kepada Maldini untuk membawa angin segar? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel

Menu Lainnya