🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Lens Cetak Sejarah: Juara Piala Perancis 2026, Musim Impian Berujung Manis | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Lens Cetak Sejarah: Juara Piala Perancis 2026, Musim Impian Berujung Manis

bolt SBH Quick Take
  • Lens berhasil menjuarai Piala Perancis 2026 untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Nice 3-1 di final.
  • Florian Thauvin menjadi bintang dengan mencetak satu gol dan satu assist, menegaskan statusnya sebagai pemain kunci.
  • Kemenangan ini melengkapi musim impian Lens yang sebelumnya tampil gemilang di Ligue 1 dan Eropa.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Mimpi yang sempat terasa mustahil akhirnya menjadi kenyataan bagi para pendukung Lens. Pada Jumat malam yang bersejarah, Les Sang et Or (Si Darah dan Emas) berhasil memenangkan Piala Perancis (Coupe de France) untuk pertama kalinya dalam sejarah klub yang sudah berusia 120 tahun. Di Stade de France yang megah, anak asuh pelatih Franck Haise menaklukkan Nice dengan skor telak 3-1, menutup musim yang sudah terasa seperti dongeng dengan piala yang pantas mereka raih.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nama Lens mungkin tidak sepopuler Paris Saint-Germain atau Olympique Marseille. Namun, apa yang dilakukan klub dari wilayah pertambangan batu bara utara Prancis ini musim ini adalah sebuah kisah inspiratif tentang kerja keras, kolektivitas, dan kepercayaan diri yang tak tergoyahkan. Kemenangan di Piala Perancis bukanlah kebetulan, melainkan puncak dari sebuah perjalanan panjang yang telah dipersiapkan dengan matang.

Florian Thauvin: Maestro di Panggung Terbesar

Jika ada satu nama yang layak mendapatkan sorotan paling terang di final ini, itu adalah Florian Thauvin. Pemain sayap yang sempat menjadi juara dunia bersama Timnas Prancis pada 2018 ini tampil seperti seorang maestro di panggung terbesar sepak bola domestik Prancis. Thauvin tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga menjadi kreator utama yang membuat lini pertahanan Nice kocar-kacir sepanjang pertandingan.

Gol pembuka Lens datang dari aksinya yang brilian. Pada menit ke-23, Thauvin menerima bola di sisi kanan, melakukan cutting inside yang khas, lalu melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Nice, Marcin Bułka. Bola masuk dengan indah ke pojok gawang, membuat suporter Lens di tribun bergemuruh. Namun, Thauvin belum puas. Di babak kedua, ia kembali menunjukkan visi dan tekniknya dengan memberikan umpan terobosan matang kepada penyerang muda Lens, Elye Wahi, yang dengan tenang menceploskan bola untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Performa Thauvin di final ini adalah simbol dari kebangkitannya. Setelah masa-masa sulit di klub sebelumnya, ia menemukan kembali sentuhan terbaiknya di bawah asuhan Franck Haise. Ia bukan lagi sekadar pemain sayap yang egois, melainkan seorang pemimpin sejati yang mengutamakan tim. Statistiknya musim ini—dengan lebih dari 20 gol dan 15 assist di semua kompetisi—membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu pemain paling berbahaya di Ligue 1.

Taktik Jitu Franck Haise: Menekan Tanpa Henti

Kemenangan Lens bukan hanya soal individu, melainkan juga soal strategi tim yang sempurna. Pelatih Franck Haise, yang telah membangun identitas permainan Lens selama beberapa tahun terakhir, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam membaca pertandingan. Ia menerapkan taktik high press yang agresif sejak menit pertama, membuat Nice kesulitan membangun serangan dari bawah.

Pendekatan ini sangat efektif. Nice, yang dikenal memiliki lini tengah kreatif, tidak pernah bisa mengembangkan permainan mereka. Setiap kali pemain Nice menerima bola, mereka langsung dikepung oleh dua hingga tiga pemain Lens. Hal ini membuat umpan-umpan pendek mereka terputus, dan mereka pun terpaksa melakukan umpan panjang yang mudah diantisipasi oleh bek tengah Lens yang kokoh, Kevin Danso dan Facundo Medina.

Keberhasilan Lens dalam menerapkan pressing tinggi ini juga berkat kebugaran fisik pemain yang luar biasa. Sepanjang 90 menit, pemain Lens berlari tanpa kenal lelah, menutup ruang, dan memaksa Nice melakukan kesalahan. Gol ketiga Lens, yang dicetak oleh Przemysław Frankowski dari titik penalti, berawal dari kesalahan fatal bek Nice yang panik karena terus ditekan. Haise telah membuktikan bahwa sepak bola modern tidak selalu tentang penguasaan bola, tetapi tentang intensitas dan kerja keras kolektif.

Nice: Perlawanan yang Terlambat Datang

Di sisi lain, Nice pantas mendapatkan kacung jempol untuk perlawanan mereka. Setelah tertinggal 0-3, mereka tidak menyerah begitu saja. Pelatih Nice, Francesco Farioli, melakukan beberapa perubahan taktis di babak kedua, termasuk memasukkan pemain sayap cepat untuk memanfaatkan kecepatan di sisi sayap. Hasilnya, Nice berhasil memperkecil kedudukan melalui sundulan Gaëtan Laborde pada menit ke-78 setelah memanfaatkan sepak pojok.

Gol tersebut sempat membuat pertandingan menjadi lebih hidup. Nice mulai meningkatkan tempo dan menekan pertahanan Lens. Namun, pengalaman dan kedisiplinan tim Lens akhirnya berbicara. Kiper Lens, Brice Samba, melakukan beberapa penyelamatan krusial di menit-menit akhir, termasuk sebuah penyelamatan gemilang dari tendangan jarak dekat pemain Nice. Sayangnya, perlawanan Nice datang terlambat. Mereka mungkin menyesali awal pertandingan yang buruk dan kegagalan mereka dalam mengatasi tekanan Lens.

Makna Kemenangan Ini untuk Sepak Bola Prancis

Kemenangan Lens di Piala Perancis 2026 adalah angin segar bagi sepak bola Prancis. Selama satu dekade terakhir, kompetisi ini kerap didominasi oleh klub-klub kaya seperti Paris Saint-Germain atau Monaco. Namun, Lens membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, pembinaan pemain muda, dan dukungan suporter yang fanatik, klub dengan anggaran lebih kecil pun bisa bersaing dan meraih gelar.

Bagi kota Lens sendiri, kemenangan ini memiliki arti yang sangat emosional. Kota ini adalah jantung dari wilayah bekas tambang batu bara yang pernah mengalami krisis ekonomi. Klub sepak bola menjadi simbol kebanggaan dan identitas bagi masyarakat setempat. Ribuan suporter yang memadati Stade de France dan jutaan lainnya yang menonton dari layar kaca di kota itu pasti meneteskan air mata haru. Ini adalah hadiah terindah bagi kesetiaan mereka.

Musim ini, Lens tidak hanya juara di Piala Perancis, tetapi juga finis di posisi kedua klasemen Ligue 1 dan tampil impresif di Liga Champions. Ini adalah musim yang benar-benar sempurna. Pertanyaannya sekarang, bisakah mereka mempertahankan performa ini musim depan? Dengan kemungkinan beberapa pemain bintang akan hengkang, tugas Franck Haise akan semakin berat. Namun, untuk malam ini, biarkan seluruh kota Lens dan para pendukungnya di seluruh dunia merayakan sejarah yang telah mereka ciptakan.

Pertanyaan untuk Sobat SBH Nation: Menurut kalian, siapa pemain yang paling berjasa di balik kesuksesan Lens musim ini? Apakah Florian Thauvin yang kembali bangkit, atau pelatih jenius Franck Haise, atau mungkin seluruh tim yang kompak? Tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel