Lyon Siap Lepas Tanner Tessmann, Klub Jerman, Italia, dan MLS Berebut | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 21 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Mei 2026

Lyon Siap Lepas Tanner Tessmann, Klub Jerman, Italia, dan MLS Berebut

bolt SBH Quick Take
  • Lyon membuka pintu untuk penjualan gelandang Timnas AS, Tanner Tessmann, musim panas ini.
  • Klub-klub dari Bundesliga, Serie A, dan MLS dikabarkan tertarik pada servisnya.
  • Kepergian Tessmann bisa menjadi langkah penting bagi kariernya dan juga dinamika bursa transfer.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer musim panas Eropa. Gelandang Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT), Tanner Tessmann, dikabarkan bisa saja angkat kaki dari Olympique Lyon jika ada tawaran yang cocok. Informasi ini disampaikan langsung oleh sumber terpercaya kepada ESPN, yang menyebutkan bahwa sejumlah klub dari Jerman, Italia, hingga Major League Soccer (MLS) sudah mulai menunjukkan ketertarikan.

Keputusan Lyon untuk membuka pintu bagi kepergian Tessmann ini tentu menarik perhatian. Bagaimana tidak, pemain berusia 23 tahun itu baru saja bergabung dengan Les Gones pada musim panas 2024 lalu dari klub Italia, Venezia. Namun, sepak bola adalah bisnis yang cepat berubah, dan kini sang pemain berada di persimpangan jalan yang menentukan masa depannya.

Perjalanan Karier Tanner Tessmann: Dari Venezia ke Lyon

Tanner Tessmann bukanlah nama yang asing di telinga penggemar sepak bola Amerika Serikat. Ia memulai karier profesionalnya di MLS bersama FC Dallas sebelum akhirnya memutuskan untuk merantau ke Eropa pada tahun 2021. Langkah pertamanya adalah bergabung dengan Venezia FC yang saat itu masih berkompetisi di Serie A Italia.

Di Venezia, Tessmann menjadi salah satu pemain kunci. Meski timnya sempat terdegradasi, ia tetap menunjukkan konsistensi permainan yang membuat banyak klub Eropa meliriknya. Gaya bermainnya yang modern, dengan kemampuan bertahan solid dan distribusi bola yang baik, membuatnya cocok sebagai gelandang jangkar (defensive midfielder) atau box-to-box.

Setelah dua musim di Italia, Lyon kemudian datang dengan tawaran yang menarik. Sayangnya, adaptasi di Ligue 1 tidak semulus yang diharapkan. Bersaing dengan pemain-pemain bintang di lini tengah Lyon seperti Nemanja Matic dan Corentin Tolisso, Tessmann kesulitan mendapatkan menit bermain reguler. Hingga akhir musim 2025/26, ia hanya mencatatkan beberapa penampilan sebagai pemain pengganti.

Analisis: Mengapa Lyon Bersedia Melepas Tessmann?

Dari sudut pandang taktis, keputusan Lyon untuk melepas Tessmann sebenarnya masuk akal. Klub asal Prancis itu saat ini sedang dalam fase peremajaan skuad di bawah arahan pelatih baru. Mereka butuh pemain yang siap pakai dan bisa langsung berkontribusi, bukan proyek jangka panjang yang masih perlu adaptasi.

Selain itu, kondisi finansial Lyon juga tidak bisa diabaikan. Klub milik John Textor ini memang dikenal agresif di bursa transfer, tetapi mereka juga perlu menjaga neraca keuangan. Menjual Tessmann, yang masih memiliki nilai jual tinggi karena usianya dan statusnya sebagai pemain Timnas AS, bisa menjadi sumber pemasukan yang segar untuk mendanai pembelian pemain lain.

Dari sisi pemain, pindah ke klub lain bisa menjadi angin segar. Di Lyon, ia terjebak di bangku cadangan. Sementara itu, klub-klub peminat dari Jerman dan Italia biasanya menawarkan gaya bermain yang lebih cocok dengan karakteristik Tessmann. Bundesliga, misalnya, dikenal dengan tempo tinggi yang membutuhkan gelandang pekerja keras seperti dirinya.

Klub Peminat: Jerman, Italia, atau Pulang ke MLS?

Laporan ESPN menyebutkan bahwa klub-klub dari Jerman, Italia, dan MLS menjadi peminat utama. Mari kita bedah satu per satu.

Bundesliga (Jerman): Gaya bermain Bundesliga yang terbuka dan atletis sangat cocok untuk Tessmann. Klub seperti Werder Bremen atau FC Augsburg bisa menjadi tujuan yang realistis. Mereka butuh gelandang bertahan yang kuat dan bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan.

Serie A (Italia): Kembali ke Italia adalah opsi yang paling logis. Tessmann sudah terbukti bisa bermain di Serie A bersama Venezia. Klub-klub seperti Bologna, Fiorentina, atau bahkan tim promosi seperti Como bisa menjadi panggung yang tepat untuknya. Atmosfer sepak bola Italia yang taktis dan disiplin akan kembali mengasah kemampuannya.

MLS (Amerika Serikat): Pulang kampung ke MLS juga bukan pilihan yang buruk. Beberapa klub besar seperti LA Galaxy atau Inter Miami pasti akan tertarik. Namun, langkah ini mungkin akan dianggap sebagai kemunduran bagi karier Eropa-nya, kecuali jika ada tawaran yang sangat menggiurkan secara finansial.

Dampak pada Timnas AS dan Bursa Transfer

Kepergian Tessmann dari Lyon juga akan berdampak pada Timnas AS. Pelatih Gregg Berhalter pasti menginginkan pemainnya mendapatkan menit bermain reguler di level klub. Jika Tessmann pindah ke klub yang memberinya kepercayaan, performanya di level internasional pun bisa meningkat.

Bagi Lyon, dana hasil penjualan Tessmann bisa digunakan untuk merekrut pemain lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim. Ini adalah strategi yang cerdas dalam manajemen skuad modern: menjual aset yang kurang dimanfaatkan untuk membeli aset baru yang lebih produktif.

Bursa transfer musim panas 2026 memang baru akan dimulai, tetapi rumor ini sudah membuat para penggemar sepak bola Amerika dan Eropa penasaran. Akankah Tanner Tessmann akhirnya menemukan rumah baru yang sempurna?

Pertanyaan untuk Pembaca SBH.co.id:

Menurut kalian, ke mana sebaiknya Tanner Tessmann melanjutkan karier? Apakah kembali ke Italia yang sudah ia kenal, mencoba petualangan baru di Jerman yang keras, atau pulang ke MLS demi kenyamanan dan popularitas? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel