Maguire Syok dan Kecewa Berat Dicoret dari Skuad Piala Dunia Inggris
- Harry Maguire dan Fikayo Tomori resmi dicoret dari skuad final Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026.
- Keputusan ini mengejutkan publik karena Maguire adalah pilar utama di tiga turnamen besar sebelumnya.
- Pelatih Gareth Southgate lebih memilih bek muda seperti Marc Guehi dan Levi Colwill.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Dunia sepak bola Inggris dikejutkan dengan keputusan kontroversial pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate. Dalam pengumuman skuad final untuk Piala Dunia 2026 yang digelar malam tadi, dua nama besar di lini pertahanan, Harry Maguire dan Fikayo Tomori, resmi dicoret. Keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari para penggemar, analis, dan tentu saja, pemain yang bersangkutan. Sumber internal tim mengkonfirmasi bahwa Maguire merasa “shocked and gutted” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “sangat terkejut dan hancur hati” setelah mendengar kabar tersebut.
Ini bukanlah keputusan yang mudah bagi Southgate. Bagaimana tidak, Maguire adalah salah satu pilar utama yang membawa Inggris ke final Euro 2020 dan semifinal Piala Dunia 2018. Namun, performa sang bek di level klub bersama Manchester United dalam dua musim terakhir memang terus menurun drastis. Sementara itu, Tomori yang tampil gemilang bersama AC Milan juga harus merelakan tempatnya kepada bek-bek yang dianggap lebih fit dan sesuai dengan skema taktis terbaru Southgate.
## Momen Pahit Harry Maguire: Dari Pilar Timnas ke Bangku Cadangan
Harry Maguire bukanlah pemain sembarangan. Dengan banderol transfer termahal untuk seorang bek di dunia saat ia bergabung dengan Manchester United, ia selalu menjadi andalan Southgate. Dalam tiga turnamen besar sebelumnya (Piala Dunia 2018, Euro 2020, dan Piala Dunia 2022), Maguire selalu menjadi starter. Namun, musim 2025/2026 menjadi titik balik yang pahit.
Di level klub, Maguire sering menjadi bulan-bulanan kritik. Kecepatan yang menurun, kesalahan fatal dalam mengantisipasi serangan balik, serta masalah konsentrasi di lini belakang membuatnya sulit bersaing dengan bek-bek muda seperti Lisandro Martinez atau bahkan pemain pinjaman. Meskipun ia masih tampil solid di beberapa laga kualifikasi Piala Dunia, Southgate menilai bahwa eksperimen dengan bek yang lebih gesit dan memiliki kemampuan build-up yang lebih baik lebih diperlukan.
“Saya sudah berdiskusi panjang dengan Harry. Dia adalah pemain profesional yang luar biasa dan sudah memberikan segalanya untuk tim nasional. Namun, saya harus membuat keputusan berdasarkan apa yang terbaik untuk tim saat ini. Ini bukan tentang masa lalu, tapi tentang masa depan,” ujar Southgate dalam konferensi pers yang emosional.
## Fikayo Tomori: Prestasi Tinggi di Italia Tak Cukup Meyakinkan
Kisah Fikayo Tomori bahkan lebih menarik untuk dianalisis. Bersama AC Milan, Tomori tampil gemilang dan menjadi salah satu bek terbaik di Serie A. Ia memiliki kecepatan, agresivitas, dan kemampuan membaca permainan yang sangat baik. Banyak pengamat sepak bola Italia yang menganggapnya sebagai bek paling konsisten di liga tersebut musim ini.
Namun, di level tim nasional, Tomori sering kali dianggap kurang cocok dengan sistem yang diterapkan Southgate. Pelatih asal Inggris itu lebih menyukai bek yang tenang dalam penguasaan bola dan memiliki kemampuan distribusi yang akurat. Meskipun Tomori sudah meningkatkan aspek tersebut, ia masih kalah bersaing dengan bek-bek seperti John Stones dan Marc Guehi yang dianggap lebih matang secara taktis.
Keputusan Southgate untuk memulangkan Tomori ke Inggris tanpa sempat bermain di turnamen besar menjadi pukulan telak bagi karier internasionalnya. “Saya kecewa, tetapi saya harus menghormati keputusan pelatih. Saya akan terus bekerja keras untuk membuktikan bahwa saya layak berada di tim ini,” tulis Tomori di akun media sosialnya.
## Analisis Taktis: Mengapa Southgate Lebih Memilih Bek Muda?
Jika kita melihat komposisi skuad final Inggris, terlihat jelas bahwa Southgate sedang melakukan regenerasi besar-besaran di lini pertahanan. Bek-bek seperti Levi Colwill (Chelsea), Marc Guehi (Crystal Palace), dan Jarrad Branthwaite (Everton) menjadi pilihan utama. Ketiganya memiliki profil yang berbeda dengan Maguire dan Tomori.
Levi Colwill misalnya, memiliki kemampuan ball-playing yang luar biasa. Ia bisa membangun serangan dari belakang dengan umpan-umpan terobosan yang akurat. Marc Guehi adalah bek yang sangat tenang dan jarang melakukan kesalahan. Sementara Jarrad Branthwaite memberikan dimensi fisik yang kuat di udara.
Southgate tampaknya mengadopsi filosofi yang mirip dengan pelatih-pelatih top Eropa saat ini: pertahanan tidak hanya soal menghalau bola, tetapi juga soal bagaimana memulai serangan. Di Piala Dunia nanti, Inggris diperkirakan akan menghadapi tim-tim yang suka menekan tinggi (high press). Bek yang lambat dalam mengambil keputusan akan menjadi sasaran empuk.
Keputusan ini juga bisa dilihat sebagai pesan tegas bahwa tidak ada tempat yang aman di timnas. Pemain yang performanya menurun, sekelas Maguire sekalipun, harus rela tersingkir.
## Dampak dan Implikasi untuk Piala Dunia 2026
Keputusan Southgate ini tentu berisiko tinggi. Maguire adalah pemimpin di ruang ganti. Ia memiliki pengalaman puluhan pertandingan di turnamen besar. Tanpa dirinya, lini belakang Inggris kehilangan sosok yang bisa mengorganisir pertahanan dengan baik.
Namun, di sisi lain, ini adalah langkah berani yang bisa membawa angin segar. Para bek muda yang dipilih pasti akan bermain dengan penuh motivasi untuk membuktikan diri. Mereka tidak terbebani oleh kegagalan di masa lalu.
Pertanyaannya sekarang: apakah lini belakang Inggris cukup kokoh tanpa Maguire dan Tomori? Semua mata akan tertuju pada Southgate dan anak asuhnya saat mereka berlaga di Piala Dunia 2026. Jika berhasil, keputusan ini akan dianggap sebagai langkah visioner. Jika gagal, kritik pedas sudah menanti.
## Penutup: Apa Kata Sobat SBH?
Keputusan Gareth Southgate untuk mencoret Harry Maguire dan Fikayo Tomori dari skuad Piala Dunia adalah salah satu keputusan paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Inggris modern. Apakah Anda setuju dengan keputusan ini? Ataukah Anda merasa Southgate terlalu cepat membuang pemain yang sudah terbukti di turnamen sebelumnya?
Menurut Sobat SBH, siapa bek tengah yang paling layak menjadi starter untuk Inggris di Piala Dunia 2026? Apakah Marc Guehi, Levi Colwill, atau justru masih ada harapan bagi Harry Maguire untuk kembali? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


