Mikel Arteta: Dari Krisis Hingga Menjadi Legenda di Arsenal | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 21 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Mei 2026

Mikel Arteta: Dari Krisis Hingga Menjadi Legenda di Arsenal

bolt SBH Quick Take
  • Arteta memulai karier kepelatihannya di Arsenal dengan rencana lima tahun yang ambisius di tengah krisis klub.
  • Dukungan penuh dari pemilik klub, Stan Kroenke, menjadi kunci di balik kesabaran dan kesuksesan Arteta.
  • Kemenangan di final dan performa konsisten membuktikan bahwa proyek Arteta bukanlah sekadar keberuntungan.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Malam itu, pada Desember 2019 yang dingin di pinggiran Manchester, Vinai Venkatesham, Managing Director Arsenal, melangkah keluar dari rumah Mikel Arteta dengan perasaan puas. Dalam pertemuan yang berlangsung hingga pukul satu pagi itu, Arteta mempresentasikan sebuah rencana yang oleh Venkatesham sendiri disebut sebagai “sangat mengesankan”. Rencana lima tahun untuk membangun kembali Arsenal yang tengah limbung pasca kepergian legenda Arsène Wenger dan kegagalan Unai Emery.

Namun, siapa sangka, perjalanan itu tidak akan semulus yang dibayangkan. Dari teriakan “You don’t know what you’re doing” dari tribun, hingga krisis cedera yang menghantam skuad, Arteta harus melewati badai yang nyaris menghancurkan karier kepelatihannya. Kini, di tahun 2026, namanya sudah terukir sebagai salah satu manajer tersukses dalam sejarah Arsenal. Lantas, bagaimana kisah di balik transformasi ini?

Awal Mula yang Penuh Kontroversi

Ketika Arteta pertama kali ditunjuk sebagai pengganti Emery, banyak yang meragukan. Seorang asisten pelatih tanpa pengalaman kepala pelatih yang memadai, tiba-tiba dipercaya menangani klub sebesar Arsenal. Para penggemar dan pengamat mempertanyakan keputusan ini. Namun, di balik pintu tertutup, Arteta sudah menyusun peta jalan yang matang. Ia tahu bahwa Arsenal tidak bisa dibangun dalam semalam. Ia membutuhkan waktu untuk mengubah budaya klub, filosofi permainan, dan yang terpenting, mentalitas para pemain.

Krisis pertama datang dengan cepat. Musim 2020/21 adalah mimpi buruk. Arsenal finis di posisi kedelapan, gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 25 tahun. Suara siulan dan ejekan menggema di Emirates Stadium. “Arteta Out” menjadi trending topic di media sosial. Banyak yang menuntut pemecatannya. Namun, di saat semua orang kehilangan kesabaran, ada satu pihak yang tetap tenang: pemilik klub, keluarga Kroenke.

Dukungan Diam-Diam dari Stan Kroenke

Salah satu faktor kunci yang jarang disorot adalah kesabaran dan kepercayaan yang diberikan oleh pemilik klub. Dalam industri sepak bola modern yang serba instan, pemilik seringkali menarik pelatuk lebih cepat. Namun, Stan Kroenke dan anaknya, Josh Kroenke, memilih untuk “staying the course” — tetap pada jalur yang sudah direncanakan. Mereka percaya pada visi Arteta.

Menurut sumber internal klub, Kroenke tidak pernah goyah, bahkan saat hasil pertandingan paling buruk sekalipun. Mereka melihat bahwa di balik kekalahan, ada pola permainan yang mulai terbentuk. Mereka melihat bagaimana Arteta mampu mengelola pemain muda dan membangun kembali ikatan antara tim dengan suporter. Dukungan finansial juga terus mengalir, meski tidak dengan cara yang membabi buta. Setiap pembelian pemain harus sesuai dengan rencana jangka panjang Arteta.

Krisis yang Membentuk Karakter

Setiap pelatih hebat pasti memiliki momen “make or break”. Bagi Arteta, momen itu datang di musim 2021/22. Arsenal memulai musim dengan tiga kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun. Puncaknya adalah kekalahan telak 5-0 dari Manchester City. Banyak yang menganggap ini adalah akhir dari era Arteta.

Namun, di balik kekalahan itu, Arteta justru melakukan perubahan fundamental. Ia mulai menerapkan high press yang lebih agresif, mengubah formasi, dan yang terpenting, menanamkan mentalitas “no excuse” kepada para pemainnya. Ia juga mulai meminggirkan pemain-pemain bintang yang dianggap tidak cocok dengan proyeknya, seperti Pierre-Emerick Aubameyang. Keputusan ini sangat berani, tapi terbukti tepat.

Musim itu berakhir dengan Arsenal finis di posisi kelima, nyaris lolos ke Liga Champions. Meski gagal, ada secercah harapan. Para pemain muda seperti Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe mulai bersinar. Fondasi tim mulai kokoh.

Puncak Kejayaan: Dari Trofi Hingga Dominasi

Musim 2022/23 adalah musim pembuktian. Arsenal tampil luar biasa dan memimpin klasemen Liga Premier selama 248 hari. Meski akhirnya finis sebagai runner-up di belakang Manchester City, performa mereka membuat seluruh Inggris terkesima. Arteta berhasil membangun tim yang tidak hanya bermain indah, tetapi juga memiliki mental juara.

Puncaknya datang di musim-musim berikutnya. Arsenal mulai rutin meraih trofi, termasuk gelar Premier League yang sudah lama dinantikan. Kemenangan demi kemenangan diraih, dan suara “Arteta Out” berganti menjadi “Arteta The King”. Para pengkritik yang dulu mencemoohnya kini harus mengakui bahwa rencana lima tahun Arteta benar-benar berhasil.

Pelajaran dari Perjalanan Arteta

Kisah Arteta di Arsenal bukan hanya tentang sepak bola. Ini adalah cerita tentang visi, kesabaran, dan keberanian untuk bertahan di tengah badai. Arteta mengajarkan bahwa kesuksesan sejati tidak datang dalam semalam. Ia membutuhkan fondasi yang kuat, dukungan dari manajemen, dan kepercayaan dari para pemain.

Bagi perjalanan ini menjadi pelajaran berharga. Bahwa di dunia sepak bola yang serba cepat, kadang kita perlu memberikan waktu kepada seseorang untuk membuktikan dirinya. Arsenal beruntung memiliki pemilik yang tidak mudah panik dan seorang pelatih yang tidak pernah menyerah pada mimpinya.

Pertanyaan untuk Pembaca:

Menurut kalian, apakah Arteta bisa membawa Arsenal mendominasi sepak bola Eropa dalam 5 tahun ke depan? Atau apakah proyek ini sudah mencapai puncaknya? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel