🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RUGBY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Montpellier Hajar Ulster 59-26: Mimpi Buruk 20 Tahun Tak Berpiala Kandas di Bilb | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Montpellier Hajar Ulster 59-26: Mimpi Buruk 20 Tahun Tak Berpiala Kandas di Bilbao

bolt SBH Quick Take
  • Montpellier menghancurkan Ulster 59-26 di final Challenge Cup 2026 yang digelar di San Mamés, Bilbao.
  • Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Ulster selama 20 tahun, sejak terakhir kali juara Celtic League pada 2006.
  • Montpellier menunjukkan superioritas fisik dan taktis yang luar biasa, terutama di babak pertama yang mematikan.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Mimpi panjang Ulster untuk mengakhiri paceklik gelar selama dua dekade harus kandas dengan cara yang paling menyakitkan. Di final Challenge Cup 2026 yang berlangsung di Stadion San Mamés, Bilbao, Jumat malam waktu setempat, tim asal Irlandia Utara itu dihajar habis-habisan oleh Montpellier dengan skor telak 59-26.

Bagi para suporter setia yang berbondong-bondong ke Spanyol utara, ini bukan sekadar kekalahan. Ini adalah mimpi buruk yang terulang. Di bawah sorotan lampu stadion megah markas Athletic Bilbao, Ulster seperti kehilangan identitas. Mereka tidak hanya kalah, mereka benar-benar digilas oleh mesin rugby Prancis yang tampil tanpa ampun.

Babak Pertama Neraka: Montpellier Lepas Kendali

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Montpellier langsung menunjukkan bahwa mereka datang ke Bilbao bukan untuk main-main. Tim asuhan Joan Caudullo langsung menginjak pedal gas penuh. Kecepatan, kekuatan, dan presisi menjadi senjata utama mereka.

Babak pertama menjadi panggung pembantaian. Montpellier berhasil mengamankan bonus point dengan mencetak empat try sebelum jeda. Setiap serangan mereka seperti pisau panas yang membelah mentega. Lini belakang Ulster yang biasanya kokoh, kali ini seperti tidak punya daya.

Skor 33-7 di babak pertama adalah bukti betapa timpangnya pertandingan. Satu-satunya try balasan Ulster dicetak oleh Jacob Stockdale, sebuah momen singkat yang memberi secercah harapan. Namun, harapan itu langsung sirna ketika Montpellier kembali mencetak try demi try. Dominasi mereka di scrum dan lineout membuat Ulster tidak punya kesempatan untuk membangun permainan. Pertahanan Ulster jebol berkali-kali, dan setiap kali mereka kebobolan, mentalitas para pemain perlahan runtuh.

Mimpi Buruk 20 Tahun: Mengapa Ini Sangat Menyakitkan?

Bagi penggemar rugby di Irlandia Utara, kekalahan ini bukan sekadar laga final biasa. Ini adalah pukulan telak bagi sebuah generasi yang sudah terlalu lama menunggu. Terakhir kali Ulster mengangkat trofi adalah pada tahun 2006, saat mereka menjadi juara Celtic League.

Dua puluh tahun adalah waktu yang sangat panjang. Selama periode itu, mereka beberapa kali mendekat, masuk ke babak semifinal atau final, tetapi selalu gagal di momen penentuan. Final Challenge Cup 2026 ini seharusnya menjadi momentum kebangkitan. Lawan mereka, Montpellier, mungkin di atas kertas lebih diunggulkan, tapi banyak yang percaya Ulster punya peluang.

Kenyataannya, mereka tampil seperti tim yang ketakutan. Tidak ada fight yang biasa menjadi ciri khas klub asal Belfast itu. Mereka kalah di setiap aspek permainan: fisik, taktik, dan mental. Pertanyaan besar kini menggantung di udara: akankah Ulster pernah keluar dari kutukan ini? Atau mereka akan terus menjadi tim yang hanya “hampir” juara?

Analisis Taktis: Kelemahan Fatal Ulster yang Dieksploitasi

Dari sisi taktis, kekalahan Ulster sangat mudah dibaca. Mereka gagal total dalam menghadapi high press dan kecepatan transisi Montpellier. Setiap kali Ulster kehilangan bola, Montpellier langsung melancarkan serangan balik kilat yang mematikan. Lini belakang Montpellier yang diisi oleh pemain-pemain cepat seperti Gabin Villière dan Arthur Vincent, bermain dengan sangat efisien.

Selain itu, lini depan Ulster kalah telak dalam duel fisik. Mereka tidak mampu memberikan tekanan balik yang cukup di area breakdown. Akibatnya, Montpellier dengan mudah mendapatkan bola cepat dan mengatur tempo permainan. Clean sheet mungkin tidak terjadi, tetapi pertahanan Ulster seperti saringan bocor. Mereka kebobolan total sembilan try dari Montpellier.

Satu hal yang juga mencolok adalah disiplin Ulster. Mereka melakukan terlalu banyak pelanggaran di area yang mudah dieksekusi oleh Montpellier. Setiap kali Ulster berhasil bangkit dan mencetak poin, mereka langsung kebobolan lagi hanya dalam hitungan menit. Ini menunjukkan kurangnya konsentrasi dan kemampuan untuk menghentikan momentum lawan.

Masa Depan Ulster: Haruskah Ada Revolusi?

Kekalahan telak ini jelas akan memicu evaluasi besar-besaran di kubu Ulster. Manajemen klub, pelatih Dan McFarland, dan para pemain harus berani mengakui bahwa pendekatan mereka saat ini belum cukup untuk bersaing di level tertinggi Eropa.

Apakah sudah waktunya untuk melakukan revolusi? Mungkin. Mereka perlu merekrut pemain-pemain dengan kualitas fisik yang lebih baik. Mereka juga perlu memperbaiki sektor pertahanan yang menjadi titik lemah paling kritis. Jika tidak, bukan tidak mungkin puasa gelar mereka akan terus berlanjut hingga 30 tahun atau lebih.

Sementara itu, bagi Montpellier, kemenangan ini adalah bukti bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di Eropa. Mereka bermain dengan percaya diri, tanpa rasa takut, dan menunjukkan bahwa rugby Prancis memang memiliki kualitas yang luar biasa.

Pertanyaan Interaktif untuk Pembaca

Menurut kalian, apakah Ulster sudah saatnya melakukan perombakan total, termasuk mengganti pelatih dan pemain inti? Atau mereka hanya butuh waktu dan sedikit keberuntungan untuk mengakhiri kutukan 20 tahun ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke sesama pecinta rugby Indonesia.

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel