Patah Hati Maguire: Bek Legendaris The Three Lions Resmi Absen di Piala Dunia 20 | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Patah Hati Maguire: Bek Legendaris The Three Lions Resmi Absen di Piala Dunia 2026

bolt SBH Quick Take
  • Harry Maguire, Levi Colwill, dan Cole Palmer dipastikan absen dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026.
  • Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Maguire adalah pilar utama di turnamen-turnamen sebelumnya.
  • Absennya nama-nama besar ini membuka peluang bagi pemain muda dan wajah baru untuk bersinar di panggung dunia.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Kabar mengejutkan datang dari kubu Timnas Inggris. Bek tengah senior Manchester United, Harry Maguire, secara resmi mengonfirmasi bahwa dirinya tidak masuk dalam 26 pemain yang akan dibawa pelatih Gareth Southgate ke Piala Dunia 2026. Dalam sebuah pernyataan yang penuh emosi, Maguire mengaku dirinya “shocked and gutted” — atau dalam bahasa kita, “syok dan hancur hati” — karena harus melewatkan turnamen sepak bola paling bergengsi di planet ini. Keputusan ini bukan hanya pukulan telak bagi Maguire secara personal, tetapi juga menjadi sinyal keras bahwa era baru di lini belakang The Three Lions telah dimulai.

Bersama Maguire, kabar buruk juga menimpa dua bintang muda Chelsea, Levi Colwill dan Cole Palmer. Keduanya juga dipastikan akan menonton Piala Dunia dari rumah. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh sumber internal kepada ESPN, menambah panjang daftar pemain bintang yang harus gigit jari. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Southgate berani mengambil keputusan seberani ini? Simak ulasan lengkap SBH Nation berikut ini.

## Kronologi: Dari Pilar Timnas ke Bangku Cadangan

Perjalanan Harry Maguire bersama Timnas Inggris memang penuh warna. Sejak debutnya di tahun 2017, ia langsung menjadi pilihan utama Southgate. Dari Piala Dunia 2018 di Rusia, di mana ia mencetak gol indah ke gawang Swedia, hingga final Euro 2020, Maguire selalu menjadi andalan. Bahkan di Piala Dunia 2022, ia tetap menjadi starter meskipun performanya di level klub sempat menurun drastis.

Namun, musim 2025/2026 menjadi titik balik yang pahit. Di Manchester United, Maguire mulai kehilangan tempat regulernya. Cedera ringan dan persaingan ketat dari bek-bek muda seperti Lisandro Martinez dan Raphael Varane membuat menit bermainnya terbatas. Southgate, yang terkenal royal pada pemain setianya, akhirnya harus realistis. Melihat performa Maguire yang tidak konsisten, pelatih berusia 55 tahun itu memilih untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain yang lebih segar dan stabil.

“Tentu ini adalah keputusan paling sulit dalam karier kepelatihan saya,” ujar Southgate dalam konferensi pers. “Harry adalah pemain hebat dan manusia luar biasa. Dia telah memberikan segalanya untuk negara. Tapi sepak bola adalah tentang performa saat ini, bukan masa lalu. Saya harus memilih pemain yang siap secara fisik dan mental untuk tantangan di Amerika Utara.”

## Pukulan untuk Masa Depan: Colwill dan Palmer Gigit Jari

Jika absennya Maguire sudah bisa ditebak oleh beberapa pengamat, maka keputusan untuk tidak membawa Levi Colwill dan Cole Palmer adalah kejutan besar. Colwill, bek muda Chelsea, dianggap sebagai salah satu prospek terbaik Inggris. Postur tubuhnya yang tinggi, kemampuan membaca permainan, dan kepercayaan diri dalam membangun serangan dari belakang membuatnya sangat cocok dengan filosofi Southgate.

Namun, persaingan di lini belakang Inggris saat ini sangat ketat. Nama-nama seperti John Stones, Marc Guehi, dan bek muda Brighton yang sedang naik daun, telah menunjukkan performa superior di babak kualifikasi. Southgate tampaknya lebih memilih pengalaman dan chemistry yang sudah terbangun dibandingkan potensi mentah Colwill.

Nasib serupa menimpa Cole Palmer. Gelandang serang serba bisa ini sempat menjadi sorotan setelah performa gemilangnya bersama Chelsea. Namun, inkonsistensi di akhir musim dan cedera paha yang sempat menghantuinya membuat Southgate ragu. “Cole adalah talenta istimewa, tetapi untuk turnamen sebesar Piala Dunia, kami butuh pemain yang benar-benar fit dan dalam kepercayaan diri puncak,” tambah Southgate.

## Analisis Taktis: Era Baru di Pertahanan Inggris

Absennya Maguire dan Colwill menandai pergeseran taktis yang signifikan. Selama ini, Inggris sangat bergantung pada kemampuan Maguire dalam duel udara dan distribusi bola panjang yang akurat. Namun, kelemahan Maguire dalam kecepatan dan transisi bertahan sering menjadi sasaran empuk tim-tim besar.

Dengan tidak adanya Maguire, Southgate diprediksi akan beralih ke duet bek tengah yang lebih mobile dan cepat. Kombinasi John Stones dan Marc Guehi menjadi kandidat kuat. Stones sebagai “quarterback” yang tenang dan Guehi sebagai “stopper” agresif. Ini adalah formasi yang lebih modern dan sulit ditembus oleh serangan balik cepat lawan.

Di sisi lain, absennya Colwill membuka pintu bagi bek kiri natural seperti Ben Chilwell atau Luke Shaw untuk kembali menjadi andalan, atau bahkan memberikan kesempatan kepada bek muda seperti Rico Lewis untuk bermain di posisi yang lebih fleksibel. Ini menunjukkan bahwa Southgate tidak hanya melihat nama besar, tetapi juga kesesuaian taktis dan kebugaran pemain.

## Dampak Psikologis dan Masa Depan Maguire

Keputusan ini jelas menjadi tamparan keras bagi kebanggaan Harry Maguire. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Saya shock dan hancur hati. Bermain untuk Inggris di Piala Dunia adalah puncak karier pemain mana pun. Saya harus menerima keputusan ini dan akan mendukung tim dari rumah.”

Pertanyaan besarnya sekarang: apakah ini akhir dari karier internasional Maguire? Di usia 33 tahun, Piala Dunia 2026 mungkin adalah kesempatan terakhirnya. Namun, sepak bola tidak pernah hitam putih. Jika ia bisa bangkit dan menjadi bek utama di Manchester United musim depan, bukan tidak mungkin Southgate akan memanggilnya kembali untuk Euro 2028. Namun, untuk saat ini, The Three Lions harus melangkah maju tanpa sosok ikonik di lini belakang mereka.

## Opini SBH Nation: Keberanian atau Kebodohan?

Dari sudut pandang keputusan Gareth Southgate ini sangat berani, bahkan mungkin terlalu berani. Meninggalkan pemain sekaliber Maguire yang selalu tampil apik di turnamen besar adalah sebuah risiko. Namun, kita juga harus ingat bahwa Piala Dunia bukanlah ajang untuk nostalgia. Ini adalah ajang untuk memenangkan trofi.

Southgate telah menunjukkan bahwa ia tidak takut membuat keputusan sulit. Ia lebih memilih pemain yang fit dan sesuai dengan sistemnya dibandingkan pemain yang hanya hidup dari reputasi. Jika keputusan ini berbuah manis dan Inggris akhirnya mengangkat trofi, maka Southgate akan dianggap sebagai jenius. Namun jika gagal, kritik pedas sudah menanti di depan mata.

Satu hal yang pasti, persaingan di Timnas Inggris semakin ketat. Ini adalah kabar baik bagi sepak bola Inggris secara keseluruhan. Pemain muda tahu bahwa tidak ada jaminan tempat di timnas, dan pemain senior tidak bisa bersantai.

Pertanyaan untuk pembaca setia SBH Nation: Apakah kalian setuju dengan keputusan Southgate untuk tidak membawa Harry Maguire ke Piala Dunia 2026? Atau menurut kalian, pengalaman Maguire di turnamen besar masih terlalu berharga untuk ditinggalkan? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel