Pedro Gagal Bujuk Messi dan De Gea Bergabung ke Lazio
- Pedro mengungkapkan usahanya membujuk Lionel Messi dan David De Gea untuk bergabung ke Lazio.
- Keduanya menolak tawaran tersebut, Messi memilih Inter Miami dan De Gea memilih bertahan di Manchester United saat itu.
- Kisah ini terungkap saat Pedro pamit dari Lazio setelah tiga musim membela Biancocelesti.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id – Momen perpisahan Pedro Rodriguez dengan Lazio ternyata menyimpan cerita menarik di baliknya. Pemain veteran asal Spanyol itu mengaku sempat berusaha menjadi “mak comblang” untuk membawa dua mega bintang dunia, Lionel Messi dan David De Gea, ke Stadio Olimpico. Sayang, usahanya itu gagal total. Dalam wawancara perpisahannya dengan media Italia, Pedro mengungkapkan bahwa ia sudah berusaha sekuat tenaga, namun takdir berkata lain.
Pedro, yang habis kontrak pada akhir musim 2025/2026, resmi mengucapkan selamat tinggal kepada Lazio setelah laga terakhirnya. Selama tiga musim membela I Biancocelesti, pemain berusia 38 tahun itu menjadi bagian penting dari skuad asuhan Maurizio Sarri. Namun, yang paling menarik perhatian adalah pengakuannya soal upaya merekrut teman-temannya.
Pedro: Saya Coba Bujuk Messi, Tapi Dia Pilih Inter Miami
Salah satu cerita paling mengejutkan adalah usaha Pedro membujuk sahabat karibnya, Lionel Messi, untuk bergabung dengan Lazio. Saat Messi hengkang dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2023, banyak klub yang mengantre untuk mendapatkan jasanya. Lazio, yang saat itu baru saja finis di posisi kedua Serie A, juga ikut bernafsu.
“Saya benar-benar mencoba meyakinkan Leo untuk datang ke Roma,” ujar Pedro seperti dikutip Football Italia. “Saya bilang padanya, ‘Lihat, ini kota yang indah, klub yang hebat, dan proyek yang menarik. Kita bisa bermain bersama lagi seperti di Barcelona dulu.’”
Namun, Messi yang saat itu sudah di ambang pintu kepindahan ke Inter Miami, menolak dengan halus. “Dia tersenyum dan bilang, ‘Pedro, aku sudah punya rencana lain.’ Dia memang sudah memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat. Saya tidak bisa memaksanya,” kenang Pedro.
Keputusan Messi untuk bergabung dengan Inter Miami pada Juli 2023 memang sudah menjadi rahasia umum. Klub milik David Beckham itu menawarkan proyek yang lebih besar secara komersial dan gaya hidup yang lebih tenang. Lazio, meskipun ambisius, tidak bisa menyaingi daya tarik MLS dan tawaran finansial yang menggiurkan dari Amerika.
De Gea Juga Tolak Tawaran Lazio
Selain Messi, Pedro juga mengaku sempat mencoba membujuk kiper sekaliber David De Gea. Saat De Gea hengkang dari Manchester United pada musim panas 2023 setelah 12 musim membela Setan Merah, ia menjadi agen bebas paling menarik di pasar transfer. Lazio yang saat itu mencari kiper baru setelah Pepe Reina mulai menua, melihat De Gea sebagai target ideal.
“Saya menelepon David dan bilang, ‘Hei, kenapa kamu tidak coba tantangan baru di Italia? Lazio adalah klub yang tepat untukmu,’” cerita Pedro. “Saya jelaskan soal kehidupan di Roma, soal atmosfer stadion, dan soal ambisi klub.”
Namun, jawaban De Gea sama dengan Messi: penolakan halus. “Dia bilang dia butuh waktu untuk istirahat dan memikirkan masa depannya. Pada akhirnya, dia memilih untuk tidak bermain selama setahun penuh,” kata Pedro. De Gea akhirnya baru bergabung dengan Fiorentina pada musim panas 2024, setelah vakum selama satu musim penuh.
Keputusan De Gea untuk tidak bergabung dengan Lazio saat itu memang mengejutkan. Kiper asal Spanyol itu dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia, namun ia memilih untuk beristirahat sejenak dari sepak bola. Lazio akhirnya mendatangkan kiper lain, seperti Ivan Provedel, yang justru tampil gemilang dan menjadi pahlawan di beberapa laga.
Analisis: Mengapa Lazio Sulit Bersaing di Pasar Bintang Dunia?
Kisah Pedro ini menjadi cerminan realitas yang dihadapi klub-klub seperti Lazio. Meskipun merupakan klub besar di Italia dengan sejarah gemilang, Lazio masih kesulitan bersaing dengan klub-klub elite Eropa atau klub-klub kaya dari liga lain dalam perebutan pemain bintang.
Dari sisi finansial, Lazio tidak bisa menyaingi tawaran gaji yang diberikan oleh klub-klub Premier League, La Liga, atau bahkan MLS. Messi di Inter Miami dikabarkan menerima paket gaji dan bagi hasil yang mencapai angka fantastis. Sementara De Gea, meskipun vakum, memiliki tawaran yang lebih menggiurkan dari klub-klub Arab Saudi atau Premier League.
Selain itu, daya tarik proyek juga menjadi faktor. Lazio, meskipun kompetitif di Serie A, belum pernah menjuarai Scudetto sejak 2000. Sementara Messi dan De Gea sudah terbiasa bermain di klub yang rutin memenangkan trofi. “Mereka mencari tantangan yang berbeda,” analisis Pedro. “Lazio adalah klub yang hebat, tapi mungkin tidak cukup glamor bagi mereka.”
Perpisahan Emosional Pedro dengan Lazio
Di balik kegagalan transfer tersebut, Pedro tetap meninggalkan kesan mendalam di Lazio. Pemain yang pernah meraih treble winner bersama Barcelona dan Piala Dunia bersama Spanyol itu menjadi pemain penting di lini serang Lazio. Dalam tiga musim, ia mencatatkan 15 gol dan 12 assist dari 98 penampilan di semua kompetisi.
“Saya akan selalu berterima kasih kepada Lazio dan para tifosi,” ujar Pedro dengan mata berkaca-kaca. “Roma adalah rumah kedua bagi saya. Saya mengalami momen-momen indah di sini, termasuk kemenangan di Derby della Madonnina dan lolos ke Liga Champions.”
Pedro kini berstatus bebas transfer dan belum memutuskan masa depannya. Ada rumor yang mengaitkannya dengan kepulangan ke Spanyol atau mungkin pensiun. Namun, satu hal yang pasti: ia akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain asing terbaik yang pernah membela Lazio.
Pertanyaan untuk pembaca SBH Nation: Menurut kalian, apakah Lazio seharusnya lebih agresif dalam merekrut pemain bintang seperti Messi atau De Gea, atau lebih baik fokus mengembangkan pemain muda dan pemain lokal? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


