🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PEP-GUARDIOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Pep Guardiola Cium Wasit Keempat: Momen Aneh atau Penghormatan Unik? | SBH.co.id
internasional
calendar_today 20 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 20 Mei 2026

Pep Guardiola Cium Wasit Keempat: Momen Aneh atau Penghormatan Unik?

bolt SBH Quick Take
  • Pep Guardiola mencium pipi wasit keempat Craig Pawson setelah mendapat teguran keras.
  • Momen ini memicu perdebatan tentang batas interaksi pelatih dengan ofisial pertandingan.
  • Guardiola dikenal sebagai pribadi yang emosional, namun gestur ini dianggap unik dan jarang terjadi di sepak bola Inggris.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Pertandingan panas di Liga Inggris akhir pekan lalu tidak hanya menyajikan drama gol dan kartu merah, tetapi juga momen kontroversial yang melibatkan manajer Manchester City, Pep Guardiola. Dalam insiden yang langsung viral di media sosial, Guardiola terlihat mencium pipi wasit keempat, Craig Pawson, setelah sebelumnya mendapatkan teguran keras. Kejadian ini sontak memicu spekulasi dan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Apakah ini sekadar bentuk penghormatan yang tidak biasa, atau justru sebuah provokasi yang terselubung?

Bagi kita yang sudah lama mengikuti sepak bola Eropa, Guardiola memang dikenal sebagai sosok yang temperamental di pinggir lapangan. Namun, aksinya kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Mari kita bedah kronologi, konteks, dan dampak dari momen yang membuat jagat sepak bola Tanah Air ikut gempar.

Kronologi Momen Kontroversial di Pinggir Lapangan

Insiden ini terjadi saat pertandingan berlangsung sengit. Guardiola, yang biasanya sangat ekspresif, terlihat tidak puas dengan beberapa keputusan wasit utama. Emosinya memuncak hingga ia mendekati area teknis dan melontarkan protes keras kepada ofisial pertandingan. Craig Pawson, sebagai wasit keempat yang bertugas mengawasi bench, langsung bereaksi.

Menurut laporan yang dihimpun, Pawson menegur Guardiola dengan cukup tegas. Bukannya mundur atau menunjukkan sikap defensif, Guardiola justru melakukan sesuatu yang tidak terduga. Ia mendekati Pawson, lalu dengan santainya mengecup pipi sang wasit. Ekspresi Pawson yang semula tegang langsung berubah menjadi campuran antara kaget dan bingung. Momen ini hanya berlangsung beberapa detik, tetapi cukup untuk diabadikan kamera dan menjadi bahan pembicaraan hangat.

“Aku hanya ingin menunjukkan bahwa tidak ada masalah pribadi. Dia melakukan tugasnya, aku melakukan tugasku,” kira-kira itulah pembelaan yang kemudian beredar dari pihak Guardiola. Namun, bagi banyak pengamat, gestur ini dianggap tidak pantas dan bisa diartikan sebagai bentuk ejekan halus.

Analisis Taktis: Emosi di Balik Taktik Jenius

Untuk memahami tindakan Guardiola, kita harus melihat konteks pertandingan saat itu. Manchester City sedang dalam tekanan. Lawan bermain sangat disiplin dan sering memanfaatkan waktu (waste time) untuk memecah konsentrasi. Guardiola, sebagai arsitek permainan, merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit yang dianggapnya tidak konsisten.

Dalam situasi seperti ini, tekanan psikologis sangat besar. Guardiola bukan hanya melatih, tetapi juga bermain catur psikologis dengan semua orang di stadion. Mencium wasit keempat bisa jadi adalah cara uniknya untuk meredakan ketegangan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk tim. Ini adalah bentuk “high press” versi Guardiola terhadap otoritas pertandingan.

Namun, dari sudut pandang netral, tindakan ini bisa dianggap melewati batas. Sepak bola Inggris memiliki tradisi menghormati wasit. Gestur seperti ini, meskipun tidak agresif, tetap bisa dianggap sebagai pelecehan ringan yang tidak profesional. Ini menjadi catatan penting bagi pelatih-pelatih di Indonesia yang mungkin terinspirasi oleh gaya kepelatihan Guardiola.

Reaksi Publik dan Dampak pada Citra Guardiola

Media sosial, terutama di Indonesia, langsung terbelah. Banyak netizen yang menganggap aksi Guardiola ini lucu dan kocak. “Baru kali ini lihat pelatih dicium wasit, bukan malah diusir,” tulis salah satu akun. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik. Mereka menilai ini adalah bentuk arogansi seorang manajer papan atas yang merasa kebal hukum.

Pakar sepak bola Tanah Air, yang sering muncul di program-program olahraga, juga turut berkomentar. Mereka menyoroti bagaimana Guardiola selalu punya cara unik untuk mengekspresikan frustrasinya. Ada yang mengatakan ini adalah bagian dari “genius-nya”, ada pula yang menyebutnya sebagai tingkah laku yang tidak patut ditiru.

Yang jelas, momen ini menambah daftar panjang tingkah laku kontroversial Guardiola di pinggir lapangan. Dari melempar botol, menendang kursi, hingga kini mencium wasit. Citranya sebagai pelatih kalem dan filosofis mulai terusik. Namun, bagi para pendukung setia Manchester City, ini adalah bukti betapa passion dan cintanya pada permainan sangat besar.

Implikasi untuk Pertandingan Selanjutnya

Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah: apakah ada sanksi untuk Guardiola? Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) biasanya sangat ketat dalam menangani interaksi antara pelatih dan ofisial. Meskipun tidak ada kontak fisik yang kasar, tindakan mencium tanpa izin bisa dianggap sebagai pelanggaran etika.

Jika FA memutuskan untuk menyelidiki, Guardiola bisa menghadapi denda atau bahkan larangan mendampingi tim. Ini akan menjadi pukulan telak bagi Manchester City yang sedang berjuang di puncak klasemen. Kehilangan Guardiola di pinggir lapangan, meski hanya untuk satu pertandingan, bisa mengganggu ritme komunikasi taktis yang sudah dibangun.

Bagi kita di Indonesia, ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga emosi dan profesionalisme. Sepak bola memang penuh gairah, tetapi ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Guardiola mungkin seorang jenius, tetapi tindakannya kali ini mengundang lebih banyak pertanyaan daripada kekaguman.

Pertanyaan untuk Pembaca SBH Nation: Menurutmu, apakah tindakan Pep Guardiola mencium wasit keempat adalah bentuk penghormatan yang unik atau justru sebuah pelecehan yang tidak pantas? Apakah FA harus memberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel