🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA DUNIA 2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Pochettino Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Gio Reyna Jadi Andalan Baru AS | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 24 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 24 Mei 2026

Pochettino Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Gio Reyna Jadi Andalan Baru AS

bolt SBH Quick Take
  • Gio Reyna resmi masuk dalam skuad 26 pemain AS untuk Piala Dunia 2026 di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
  • Keputusan Pochettino mengejutkan karena memanggil pemain muda seperti Diego Luna dan Alex Zendejas, menggeser beberapa pemain senior.
  • Skuad ini menunjukkan perubahan taktik AS menjadi lebih agresif dan kreatif di lini tengah.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Seluruh mata publik sepak bola Amerika Serikat akhirnya tertuju pada satu pengumuman yang sudah lama dinanti-nantikan. Mauricio Pochettino, pelatih anyar Timnas AS, secara resmi telah memilih 26 pemain yang akan membela negaranya di Piala Dunia 2026. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh sumber internal kepada ESPN, dan salah satu nama yang paling menyita perhatian adalah Gio Reyna.

Keputusan Pochettino ini bukan sekadar daftar nama, melainkan sebuah pernyataan taktis yang jelas: AS siap bermain dengan keberanian dan kreativitas. Di tengah tekanan publik yang besar, pelatih asal Argentina ini berani mengambil risiko dengan memanggil pemain-pemain yang mungkin dianggap kontroversial oleh sebagian pengamat. Mari kita bedah satu per satu.

Gio Reyna: Dari Cedera ke Pusat Skuad

Nama Gio Reyna memang sudah lama menjadi primadona di lini tengah AS. Namun, perjalanannya menuju Piala Dunia 2026 tidaklah mulus. Cedera yang berkepanjangan membuat banyak pihak meragukan kebugarannya. Namun, Pochettino tidak ambil pusing. Dalam konferensi pers yang digelar di markas US Soccer di Chicago, pelatih berusia 54 tahun itu menegaskan bahwa Reyna sudah 100% fit dan siap menjadi motor serangan.

“Gio adalah pemain dengan bakat luar biasa. Saya tidak peduli dengan masa lalunya. Yang saya lihat adalah bagaimana dia berlatih dalam dua minggu terakhir. Dia lapar, dia haus akan gol, dan dia ingin membuktikan bahwa dia layak berada di sini,” ujar Pochettino dalam pernyataan yang diterjemahkan secara bebas.

Kehadiran Reyna memberikan dimensi baru bagi lini tengah AS. Kemampuannya dalam melakukan dribel di ruang sempit, visi bermain yang tajam, serta tendangan jarak jauh yang mematikan akan menjadi senjata rahasia Pochettino. Tak heran jika banyak pengamat memprediksi Reyna akan menjadi starter di laga pembuka AS melawan Kosta Rika.

Kejutan Pochettino: Diego Luna dan Alex Zendejas Masuk

Jika Reyna adalah nama yang sudah pasti, maka dua nama lain justru menjadi kejutan terbesar. Diego Luna, gelandang muda berusia 22 tahun yang bermain untuk Real Salt Lake, dan Alex Zendejas, winger lincah milik Club América, berhasil merebut tiket ke Qatar.

Keputusan ini sontak memicu perdebatan sengit di media sosial. Banyak yang mempertanyakan mengapa pemain senior seperti Paul Arriola atau Jordan Morris tidak dipanggil. Namun, Pochettino punya jawabannya sendiri. Ia ingin skuadnya memiliki elemen kejutan dan kecepatan yang bisa mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.

“Saya butuh pemain yang tidak takut mengambil risiko. Diego [Luna] adalah pemain yang selalu ingin membawa bola ke depan. Alex [Zendejas] bisa bermain di kedua sisi sayap dan sangat efektif dalam duel satu lawan satu. Mereka adalah masa depan tim ini,” jelas Pochettino.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pochettino tidak hanya memikirkan turnamen kali ini, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan. Dengan memanggil pemain muda, ia memberi sinyal bahwa regenerasi sedang berlangsung di tubuh USMNT.

Analisis Taktis: Formasi 4-2-3-1 dengan Sentuhan Argentina

Jika kita lihat komposisi pemain yang dipanggil, terlihat jelas bahwa Pochettino akan menerapkan formasi 4-2-3-1 yang khas ala sepak bola Argentina. Di lini belakang, kombinasi antara bek tangguh seperti Tim Ream dan bek muda seperti Chris Richards akan menjadi tembok kokoh. Sementara itu, di lini tengah, duet Weston McKennie dan Tyler Adams akan bertugas sebagai jangkar yang menghubungkan pertahanan dengan serangan.

Namun, daya gedor utama AS ada di sayap. Dengan kehadiran Reyna, Luna, dan Zendejas, Pochettino memiliki tiga opsi berbeda untuk menusuk pertahanan lawan. Reyna akan beroperasi sebagai playmaker di belakang striker, sementara Luna dan Zendejas akan melebar untuk memberikan umpan silang atau menusuk ke dalam.

“Kami tidak akan bermain defensif. Saya datang ke sini untuk menang, bukan untuk bertahan. Saya ingin tim ini bermain dengan intensitas tinggi, pressing ketat, dan transisi cepat. Itulah sepak bola yang saya yakini,” tegas Pochettino.

Strategi ini tentu sangat berisiko. Jika gagal, lini belakang AS bisa terekspos. Namun, jika berhasil, AS bisa menjadi kuda hitam yang merepotkan tim-tim besar seperti Brasil atau Jerman di fase grup.

Dampak dan Harapan: Piala Dunia di Rumah Sendiri

Piala Dunia 2026 ini sangat spesial bagi AS. Selain menjadi tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada, turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa sepak bola di Negeri Paman Sam sudah layak diperhitungkan. Dengan skuad yang berisi perpaduan pemain muda berbakat dan pemain senior berpengalaman, Pochettino diharapkan bisa membawa AS melaju hingga babak perempat final.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari ekspektasi publik. Wajar jika para suporter ingin melihat tim kesayangannya tampil gemilang di depan mata kepala sendiri. Tekanan ini harus dikelola dengan baik oleh Pochettino dan para pemain.

“Kami tidak takut dengan tekanan. Justru, tekanan itu membuat kami semakin bersemangat. Kami akan bermain untuk seluruh rakyat Amerika. Ini adalah momen yang sudah kami tunggu-tunggu,” ucap kapten tim, Christian Pulisic, dalam kesempatan terpisah.

Dengan pengumuman ini, satu hal yang pasti: skuad AS di Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk disaksikan. Kombinasi antara taktik berani Pochettino dan talenta muda seperti Gio Reyna, Diego Luna, dan Alex Zendejas bisa menjadi resep sukses yang manis.

Pertanyaan untuk pembaca: Menurut kalian, apakah keputusan Pochettino memanggil Diego Luna dan Alex Zendejas sudah tepat? Atau seharusnya ia memanggil pemain senior yang lebih berpengalaman? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel