🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TIMNAS ITALIA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Politano Akui Gagalnya Italia ke Piala Dunia: Luka yang Sulit Dikupas | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Politano Akui Gagalnya Italia ke Piala Dunia: Luka yang Sulit Dikupas

bolt SBH Quick Take
  • Matteo Politano mengaku masih sulit bicara soal kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2022.
  • Ia menekankan perlunya perubahan fundamental di sepak bola Italia, mulai dari akar rumput.
  • Politano bertekad membangun kembali kepercayaan diri dan mentalitas juara Azzurri.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Kegagalan Timnas Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar masih menjadi luka menganga bagi para pemain dan penggemar sepak bola di Negeri Pizza. Bukan rahasia lagi, dua kali absen berturut-turut dari ajang paling bergengsi di dunia—setelah gagal di edisi 2018—adalah sebuah kemunduran besar bagi negara yang pernah berjaya di Jerman 2006.

Kini, suara hati seorang pemain yang menjadi saksi bisu peristiwa pahit itu akhirnya pecah. Winger Napoli, Matteo Politano, dengan jujur mengakui bahwa kegagalan tersebut adalah sesuatu yang “sulit untuk dibicarakan” hingga saat ini. Namun, di balik rasa sakit itu, Politano justru menyuarakan perlunya perubahan radikal dari bawah ke atas.

”Rasanya Seperti Mimpi Buruk yang Tak Kunjung Usai”

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Football-Italia, Politano mengungkapkan perasaannya yang paling dalam. Baginya, kegagalan melawan Makedonia Utara di babak kualifikasi bukan sekadar hasil buruk, melainkan sebuah tragedi nasional yang membekas di jiwa setiap pemain yang mengenakan seragam biru.

“Jujur, sampai sekarang masih sangat sulit untuk membicarakan momen itu,” ujar Politano dengan nada getir. “Kami adalah Italia, negara yang baru saja memenangkan Euro 2020, tetapi kami harus menyaksikan Piala Dunia dari televisi. Rasanya seperti sebuah kegagalan sistem yang sangat besar.”

Pernyataan ini bukanlah sekadar keluhan. Politano menyoroti kontradiksi yang sangat mencolok: bagaimana mungkin sebuah tim yang menjadi juara Eropa hanya dalam hitungan bulan kemudian gagal total di kualifikasi Piala Dunia? Baginya, ini menunjukkan bahwa sepak bola Italia memiliki masalah fundamental yang tidak bisa diperbaiki hanya dengan mengganti pelatih atau beberapa pemain.

Perubahan Harus Dimulai dari Akar Rumput

Salah satu poin paling menarik dari pernyataan Politano adalah seruannya untuk melakukan perubahan dari bawah ke atas. Ia tidak hanya menyalahkan skuad senior, tetapi juga mengkritik sistem pembinaan usia muda di Italia yang menurutnya sudah ketinggalan zaman.

“Kami harus berubah dari fondasi. Bukan hanya soal taktik di tim senior, tetapi bagaimana kami mendidik pemain muda,” tegas Politano. “Banyak negara lain yang sudah jauh lebih maju dalam hal pengembangan bakat. Kami terlalu bergantung pada taktik dan organisasi, tetapi lupa bahwa sepak bola modern membutuhkan kecepatan, kekuatan, dan kreativitas individu.”

Politano mencontohkan bagaimana negara seperti Prancis, Spanyol, dan Jerman terus memproduksi pemain-pemain top secara konsisten. Sementara Italia, meskipun memiliki akademi-akademi terkenal, seringkali gagal melahirkan bintang-bintang baru yang bisa bersaing di level tertinggi. Baginya, ini adalah pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi oleh FIGC (Federasi Sepak Bola Italia).

Mentalitas Pemenang yang Hilang

Selain persoalan teknis, Politano juga menyoroti masalah mentalitas. Ia merasa bahwa skuad Azzurri saat ini kehilangan “rasa lapar” dan “kebanggaan” yang dulu menjadi ciri khas Italia di era Paolo Maldini, Alessandro Del Piero, atau Francesco Totti.

“Kami harus mengembalikan mentalitas pemenang. Bermain untuk Italia bukanlah beban, tetapi sebuah kehormatan yang luar biasa,” ucap Politano. “Kami harus menunjukkan di lapangan bahwa kami pantas berada di sana dan bahwa kami takut kehilangan kesempatan untuk membela negara.”

Ia menambahkan bahwa kegagalan di Piala Dunia harus menjadi cambuk bagi seluruh ekosistem sepak bola Italia. Bukan untuk terus meratapi nasib, tetapi untuk bangkit dan membuktikan bahwa Italia masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.

Jalan Panjang Menuju Kebangkitan

Meskipun luka masih terasa, Politano menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya tidak akan menyerah. Ia meyakini bahwa Italia memiliki potensi besar untuk bangkit kembali, asalkan semua pihak mau berbenah dan bekerja sama.

“Kami harus terus berjuang. Saya yakin suatu hari nanti Italia akan kembali ke Piala Dunia dan bersaing di level tertinggi,” pungkasnya optimis. “Tapi ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Ini adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan kesabaran, komitmen, dan perubahan nyata dari akar rumput hingga tim nasional.”

Pernyataan Politano ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah negara membangun fondasi yang kuat untuk masa depannya. Bagi Indonesia, yang juga memiliki mimpi besar untuk tampil di Piala Dunia, pelajaran dari Italia ini sangat berharga.

Pertanyaan untuk Sobat SBH Nation: Menurut kalian, apa langkah paling penting yang harus dilakukan Italia untuk kembali menjadi raksasa sepak bola dunia? Apakah cukup dengan mengganti pelatih, atau memang harus ada revolusi total di sistem pembinaan usia muda? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 🇮🇹⚽

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel