Real Madrid Tutup Musim dengan Pesta 4-2 Atas Athletic Bilbao
- Real Madrid menang 4-2 atas Athletic Bilbao di laga pamungkas La Liga 2025/2026.
- Kylian Mbappe dan Jude Bellingham jadi bintang kemenangan dengan kontribusi gol dan assist.
- Hasil ini tak mengubah posisi Madrid di peringkat kedua, namun jadi modal positif musim depan.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Santiago Bernabeu menjadi saksi pesta perpisahan yang manis bagi Real Madrid di musim 2025/2026. Meski sudah dipastikan finis sebagai runner-up di bawah Barcelona, El Real tak ingin mengakhiri musim dengan kepala tertunduk. Mereka tampil trengginas dan sukses membungkam Athletic Bilbao dengan skor 4-2 dalam laga yang penuh gairah, Minggu (24/5/2026) malam WIB.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini adalah pernyataan bahwa meski musim ini terasa pahit karena kehilangan gelar juara, semangat juang Los Blancos tidak pernah padam. Laga ini juga menjadi panggung bagi para pemain untuk menunjukkan kelas mereka di hadapan publik sendiri. Mari kita bedah lebih dalam bagaimana skenario pertandingan yang seru ini berlangsung.
Babak Pertama: Aksi Cepat dan Kartu Merah yang Mengubah Segalanya
Laga baru berjalan 10 menit, namun tensi sudah langsung terasa. Real Madrid yang tampil dengan formasi menekan sejak awal berhasil membuka keunggulan lebih dulu. Adalah Vinicius Junior yang menjadi aktor pembuka. Memanfaatkan umpan terobosan brilian dari Jude Bellingham, pemain asal Brasil itu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Bilbao. Gol cepat ini sontak membius para penggemar di tribun.
Namun, kejutan justru datang dari kubu tamu. Athletic Bilbao bukanlah tim yang mudah menyerah. Mereka langsung merespons dengan serangan balik cepat. Hanya berselang 5 menit setelah gol Vinicius, Nico Williams sukses menyamakan kedudukan. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu diantisipasi Thibaut Courtois. Skor 1-1 membuat pertandingan semakin menarik.
Babak pertama kemudian berubah drastis ketika wasit mengeluarkan kartu merah langsung untuk pemain tengah Bilbao, Dani Garcia, karena pelanggaran keras terhadap Fede Valverde. Keunggulan jumlah pemain ini langsung dimanfaatkan Real Madrid. Sebelum turun minum, Rodrygo sukses mencetak gol kedua setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor 2-1 untuk tuan rumah bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Dominasi Total Los Blancos
Memasuki babak kedua, Real Madrid benar-benar tak memberikan kesempatan bagi Bilbao untuk bernapas. Unggul jumlah pemain, Carlo Ancelotti memerintahkan anak asuhnya untuk terus menekan. Hasilnya, gol ketiga lahir di menit ke-55. Kali ini, Kylian Mbappe menunjukkan ketajamannya. Mendapat umpang silang dari Dani Carvajal, Mbappe dengan tenang menanduk bola masuk ke pojok gawang. Gol ini menjadi bukti bahwa meski musim ini kurang mulus, naluri gol Mbappe tetap tajam.
Tidak puas hanya dengan tiga gol, Real Madrid terus menggempur pertahanan Bilbao. Menit ke-72, Jude Bellingham yang tampil luar biasa sepanjang laga akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Setelah menerima umpan manis dari Mbappe, Bellingham melepaskan tembakan first-time yang tak terbendung. Skor 4-1 membuat Bernabeu bergemuruh.
Bilbao memang sempat memperkecil kedudukan melalui gol penalti Inaki Williams di menit ke-85 setelah handball yang dilakukan oleh Nacho. Namun, itu hanya menjadi hiburan semata. Real Madrid sukses mengamankan kemenangan 4-2 hingga peluit panjang dibunyikan.
Analisis Taktis: Efektivitas Serangan Cepat
Dari segi taktik, kemenangan Real Madrid tidak lepas dari efektivitas serangan balik cepat mereka. Dengan kehadiran pemain seperti Vinicius, Mbappe, dan Bellingham yang memiliki kecepatan luar biasa, Ancelotti menerapkan strategi direct play yang mematikan. Mereka seringkali langsung mengirim bola panjang ke ruang kosong setelah merebut bola dari lawan.
Hal ini terbukti sangat efektif, terutama setelah Bilbao kehilangan satu pemain. Garis pertahanan Bilbao yang harus bermain lebih terbuka justru menjadi ladang empuk bagi para penyerang Madrid. Statistik menunjukkan bahwa Real Madrid mencatatkan expected goals (xG) sebesar 3.5, angka yang sangat tinggi dan mencerminkan dominasi mereka dalam menciptakan peluang berbahaya.
Selain itu, pergerakan tanpa bola dari Jude Bellingham menjadi kunci. Ia seringkali melakukan run dari lini kedua yang sulit diantisipasi bek lawan. Kolaborasinya dengan Mbappe dan Vinicius menciptakan trisula yang sangat dinamis dan sulit dihentikan.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kemenangan ini memang tidak mengubah posisi Real Madrid di klasemen akhir. Mereka tetap finis di peringkat kedua dengan 88 poin, terpaut 7 poin dari Barcelona yang menjadi juara. Namun, hasil positif ini sangat penting sebagai modal moral menjelang musim depan.
Bagi para pemain, laga ini menjadi bukti bahwa mereka mampu tampil kompak dan produktif. Bagi Carlo Ancelotti, kemenangan ini menjadi bahan evaluasi positif bahwa racikan taktiknya masih jitu. Yang terpenting, para penggemar bisa pulang dengan senyum lebar setelah menyaksikan tim kesayangan mereka menutup musim dengan indah.
Pertanyaan besar kini muncul: Mampukah Real Madrid mempertahankan performa ini dan merebut kembali tahta La Liga musim depan? Atau akankah Barcelona tetap dominan? Musim panas ini pasti akan menjadi momen krusial bagi Los Blancos untuk memperkuat skuad dan kembali ke puncak kejayaan.
Pertanyaan untuk Sobat SBH Nation: Menurut kalian, siapa pemain terbaik Real Madrid di laga penutup musim ini? Apakah Jude Bellingham yang brilian atau Kylian Mbappe yang kembali tajam? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


