Ronaldo Kembali Rajai Daftar Atlet Terkaya Forbes, Messi di Posisi Ketiga
- Cristiano Ronaldo menjadi atlet dengan bayaran tertinggi di dunia versi Forbes 2025 dengan pendapatan fantastis dari Al Nassr dan brand pribadinya.
- Petinju Canelo Alvarez berhasil menyalip Lionel Messi di posisi kedua berkat kontrak tinju spektakuler.
- Dominasi sepak bola dan tinju di puncak daftar menunjukkan pergeseran pola pendapatan atlet global.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id – Daftar atlet dengan bayaran tertinggi di dunia versi Forbes edisi 2025 baru saja dirilis, dan seperti biasa, persaingan di puncak sangat ketat. Cristiano Ronaldo kembali mempertahankan takhtanya sebagai atlet paling kaya di planet ini, sementara legenda Manchester United itu harus berbagi sorotan dengan petinju Meksiko, Canelo Alvarez, yang sukses menempati posisi kedua. Lionel Messi harus puas di urutan ketiga.
Ini bukan sekadar daftar kaya-raya biasa. Data ini mencerminkan bagaimana kekuatan pasar, nilai kontrak, dan personal branding seorang atlet bisa menghasilkan miliaran dolar. SBH Nation akan mengupas tuntas detailnya, termasuk faktor-faktor apa saja yang membuat para bintang ini berada di puncak.
Cristiano Ronaldo: Raja Pendapatan yang Tak Tergoyahkan
Cristiano Ronaldo, yang saat ini membela Al Nassr di Liga Arab Saudi, diprediksi meraup pendapatan kotor sebesar $260 juta sepanjang tahun 2025. Angka ini naik drastis dari tahun sebelumnya, terutama karena kontraknya dengan klub Arab Saudi yang mencapai angka fantastis. Tidak hanya gaji, Ronaldo juga memiliki lini bisnis yang sangat kuat, mulai dari merek pakaian CR7, akun media sosial dengan jutaan pengikut, hingga investasi di berbagai sektor.
Yang menarik, pendapatan Ronaldo tidak hanya berasal dari lapangan hijau. Forbes mencatat bahwa hampir setengah dari pendapatannya datang dari endorsement dan bisnis di luar sepak bola. Ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh Ronaldo sebagai ikon global. Bagi penggemar Persija atau Persib, angka ini mungkin terasa seperti dari planet lain, tapi itulah realitas ekonomi sepak bola kelas dunia.
Canelo Alvarez: Petinju yang Mengguncang Puncak
Di posisi kedua, nama petinju kelas menengah super, Canelo Alvarez, mencuat dengan pendapatan mencapai $210 juta. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi seorang atlet non-sepak bola. Canelo berhasil melewati pendapatan Messi berkat kontrak tinju spektakulernya yang melibatkan beberapa pertarungan besar, termasuk laga melawan lawan-lawan tangguh di divisinya.
Kesuksesan Canelo juga tidak lepas dari kemampuannya dalam memilih pertarungan yang tepat dan negosiasi kontrak yang cerdas. Ia berhasil menjadi petinju bayaran tertinggi di dunia, mengalahkan nama-nama besar seperti Anthony Joshua atau Tyson Fury. Ini membuktikan bahwa tinju, meskipun tidak sepopuler sepak bola secara global, masih mampu menghasilkan uang yang sangat besar bagi para bintangnya.
Lionel Messi: Juara Dunia yang Masih Bertengger di Tiga Besar
Lionel Messi, yang kini bermain untuk Inter Miami di MLS, menempati posisi ketiga dengan pendapatan sekitar $195 juta. Meskipun turun satu peringkat dari tahun sebelumnya, angka ini tetap luar biasa. Messi masih menjadi magnet bagi sponsor dan penggemar di seluruh dunia, terutama setelah memenangkan Piala Dunia 2022 bersama Argentina.
Dampak Messi terhadap MLS sangat besar. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan jumlah penonton dan penjualan tiket, tetapi juga menarik sponsor-sponsor besar ke liga Amerika Serikat tersebut. Pendapatan Messi sebagian besar berasal dari gaji klub, kesepakatan dengan Adidas, dan berbagai endorsement lainnya. Bagi penggemar Marselino Ferdinan yang bermain di luar negeri, ini menjadi gambaran bagaimana seorang pemain bisa menjadi raksasa ekonomi.
Analisis SBH Nation: Dominasi Personal Branding
Dari daftar Forbes kali ini, ada satu benang merah yang jelas: personal branding. Ronaldo, Messi, dan Canelo bukan hanya atlet hebat di lapangan, mereka adalah merek hidup (living brand). Mereka memiliki jutaan pengikut di media sosial, kontrak endorsement yang menggiurkan, dan bisnis yang berjalan di luar olahraga utama mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa atlet modern tidak bisa hanya mengandalkan gaji dari klub. Mereka harus pandai membangun citra, berinvestasi, dan memanfaatkan popularitas mereka. Di Indonesia, kita melihat tren serupa mulai muncul, meskipun skalanya masih jauh berbeda. Pemain seperti Persib atau Persija yang memiliki basis penggemar besar mulai dilirik sponsor, namun belum ada yang mendekati level global.
Selain itu, daftar ini juga menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga paling dominan dalam hal pendapatan. Namun, tinju dan olahraga lain seperti basket (dengan pemain seperti LeBron James dan Stephen Curry yang juga masuk daftar) terus bersaing ketat. Ini adalah bukti bahwa globalisasi olahraga telah menciptakan peluang ekonomi yang luar biasa bagi para atlet papan atas.
Apa Implikasinya untuk Masa Depan?
Ke depan, kita bisa melihat bahwa persaingan di puncak daftar Forbes akan semakin sengit. Dengan munculnya liga-liga kaya seperti Arab Saudi dan MLS, serta pertumbuhan media sosial, atlet akan memiliki lebih banyak cara untuk menghasilkan uang. Ronaldo mungkin akan terus memimpin, tetapi nama-nama baru seperti Kylian Mbappe atau Erling Haaland diprediksi akan segera masuk ke jajaran atas.
Bagi pembaca ini adalah pengingat bahwa sepak bola bukan hanya tentang gol dan trofi, tetapi juga tentang bisnis besar yang menggerakkan ekonomi global. Siapa yang menurut kalian akan menjadi atlet terkaya berikutnya dalam 5 tahun ke depan? Apakah akan ada pemain Indonesia yang bisa menembus daftar ini suatu hari nanti? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


