Suksesor Guardiola di City: Maresca Hebat, Tapi Kompany Sempurna | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Suksesor Guardiola di City: Maresca Hebat, Tapi Kompany Sempurna

bolt SBH Quick Take
  • Enzo Maresca dinilai sebagai pelatih berbakat dengan filosofi Guardiola, namun kurang memiliki ikatan emosional dengan Manchester City.
  • Vincent Kompany dianggap sebagai kandidat sempurna karena sejarahnya sebagai kapten legendaris dan adaptasi taktiknya di Burnley.
  • Keputusan akhir ada di tangan petinggi City, namun faktor hati dan identitas klub menjadi pertimbangan utama.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

SBH.co.id – Isu tentang siapa yang akan menggantikan Pep Guardiola di kursi pelatih Manchester City kembali menghangat. Meski kontrak pelatih asal Spanyol itu masih berlaku hingga 2027, rumor tentang suksesornya tak pernah padam. Dua nama utama yang mencuat adalah Enzo Maresca dan Vincent Kompany. Namun, dari sudut pandang analisis mendalam, ada satu nama yang dinilai jauh lebih sempurna.

Enzo Maresca: Murid Setia yang Belum Teruji

Enzo Maresca memang bukan nama asing di kalangan penggemar sepak bola Inggris. Pria asal Italia ini pernah menjadi asisten Guardiola di City dan kemudian sukses membawa Leicester City promosi ke Premier League. Gaya bermainnya sangat kental dengan filosofi Guardiola: penguasaan bola tinggi, pressing ketat, dan build-up dari belakang.

Namun, ada satu celah besar dalam resume Maresca. Ia belum pernah memenangkan trofi besar di level tertinggi. Musim lalu bersama Leicester, ia menunjukkan konsistensi di Championship, tapi Premier League adalah level yang berbeda. Banyak yang meragukan apakah ia bisa mengelola ego para bintang di ruang ganti City.

Selain itu, faktor ikatan emosional juga menjadi pertimbangan. Maresca adalah mantan pemain City, namun ia tidak pernah menjadi ikon klub. Ia lebih dikenal sebagai “tangan kanan” Guardiola daripada sebagai legenda hidup. Di mata suporter, mungkin ada jarak yang terasa.

Vincent Kompany: Legenda Hidup yang Siap Memimpin

Berbeda dengan Maresca, Vincent Kompany adalah simbol dari era keemasan Manchester City. Kapten yang membawa City meraih gelar Premier League pertama pada 2012, dan terus menjadi pilar hingga 2019. Ia bukan sekadar pemain, ia adalah jiwa dari tim.

Karier kepelatihannya juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kompany membawa Burnley promosi ke Premier League dengan gaya bermain yang atraktif. Ia berani memainkan sepak bola menyerang, bahkan saat timnya menjadi underdog. Meski Burnley akhirnya terdegradasi, banyak yang menilai itu lebih karena keterbatasan skuad daripada kegagalan taktik.

Yang membuat Kompany sempurna adalah kemampuannya untuk memahami budaya klub. Ia tahu apa artinya memakai jersey biru langit. Ia sudah memiliki kredibilitas di mata para pemain dan suporter. Ketika Guardiola berbicara tentang “legacy”, Kompany adalah salah satu yang paling mewarisinya.

Perbandingan Taktis: Siapa yang Lebih Cocok?

Dari segi taktik, Maresca mungkin lebih mirip Guardiola secara teknis. Ia menerapkan sistem yang hampir identik. Tapi sepak bola bukan hanya soal skema, melainkan juga soal adaptasi dan kepemimpinan.

Kompany, di sisi lain, menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar. Di Burnley, ia terkadang menggunakan formasi 4-4-2, 4-2-3-1, hingga 3-4-3. Ia tidak kaku pada satu sistem. Ini penting karena di City, tekanan untuk menang sangat besar. Pelatih harus bisa membaca pertandingan dan mengubah strategi secara real-time.

Selain itu, Kompany memiliki pengalaman sebagai pemain di level tertinggi. Ia tahu bagaimana rasanya bermain di final Liga Champions, melawan Liverpool di pertandingan krusial, atau bangkit dari ketertinggalan. Pengalaman ini sulit digantikan oleh teori semata.

Faktor Hati: Kenapa Suporter Memilih Kompany

Di media sosial dan forum diskusi, suara suporter City cenderung mendukung Kompany. Alasannya sederhana: ia adalah bagian dari keluarga besar City. Ketika Guardiola pergi, klub butuh seseorang yang bisa menjaga identitas dan nilai-nilai yang sudah dibangun.

Maresca mungkin lebih “aman” secara taktis, tapi sepak bola juga tentang emosi. Suporter ingin melihat sosok yang berdarah biru di tepi lapangan. Kompany memberikan rasa percaya diri bahwa klub tidak akan kehilangan arah.

Apalagi, di era sepak bola modern yang serba komersial, ikatan emosional seperti ini menjadi semakin langka. City memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka menghormati sejarah mereka, bukan hanya hasil akhir.

Kesimpulan: Maresca Bagus, Tapi Kompany Sempurna

Tidak ada yang meragukan kualitas Enzo Maresca sebagai pelatih. Ia adalah produk dari sistem Guardiola yang brilian. Tapi untuk menggantikan legenda, dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan hati, pengalaman, dan ikatan yang kuat dengan klub.

Vincent Kompany memenuhi semua kriteria itu. Ia adalah pilihan yang sempurna, bukan hanya karena taktiknya, tapi karena ia adalah Manchester City. Jika petinggi klub benar-benar ingin menjaga warisan Guardiola, mereka harus berani memilih Kompany.

Pertanyaan untuk pembaca SBH Nation: Menurutmu, siapa yang lebih pantas menggantikan Pep Guardiola di Manchester City? Apakah Enzo Maresca dengan filosofi taktisnya, atau Vincent Kompany dengan jiwa klubnya? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel