Susul Carvajal, David Alaba Juga Angkat Koper dari Madrid Musim Depan
- David Alaba akan meninggalkan Real Madrid di akhir musim 2025/2026 setelah kontraknya tidak diperpanjang.
- Keputusan ini diambil setelah musim yang sulit bagi Alaba, dibayangi cedera panjang dan persaingan ketat di lini belakang Madrid.
- Kepergian Alaba membuka peluang besar bagi pemain muda seperti Raul Asencio untuk naik kelas di skuad utama.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Kabar mengejutkan mengguncang markas Real Madrid. Setelah sebelumnya Dani Carvajal memutuskan untuk hengkang, kini giliran bek senior asal Austria, David Alaba, yang dipastikan akan meninggalkan Santiago Bernabéu pada akhir musim ini. Kepastian ini datang dari laporan terpercaya yang menyebutkan bahwa kontrak pemain berusia 33 tahun itu tidak akan diperpanjang oleh manajemen Los Blancos. Ini bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan, melainkan sebuah titik balik yang menandai berakhirnya era para pilar veteran di lini belakang Madrid.
Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan. Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling berat dalam karier Alaba. Cedera lutut parah yang ia derita sejak akhir tahun lalu membuatnya harus melewatkan sebagian besar musim. Meski kini ia sudah mulai berlatih ringan, performanya diyakini belum kembali ke level puncak. Di sisi lain, Real Madrid sedang dalam proses regenerasi yang agresif. Kehadiran pemain muda seperti Raul Asencio dan kembalinya pemain pinjaman membuat posisi Alaba semakin terpinggirkan. Manajemen klub pun akhirnya mengambil keputusan sulit: tidak memperpanjang kontrak sang pemain.
Kronologi Keputusan: Dari Pilar Veteran Hingga Tersingkir
Proses pengambilan keputusan ini berlangsung alot selama beberapa pekan terakhir. Awalnya, pihak klub masih membuka peluang untuk memperpanjang kontrak Alaba dengan syarat pemotongan gaji yang signifikan. Namun, setelah melihat perkembangan pemulihan cedera yang lambat dan kebutuhan mendesak untuk memberikan menit bermain kepada pemain muda, negosiasi akhirnya buntu. Direktur Olahraga Real Madrid, Juni Calafat, dikabarkan telah memberi sinyal kepada agen Alaba bahwa klub tidak akan melanjutkan pembicaraan.
Kepergian Alaba menyusul langkah Dani Carvajal yang lebih dulu mengumumkan akan hengkang. Ini menunjukkan bahwa Real Madrid sedang melakukan pembersihan besar-besaran di sektor bek kanan dan bek tengah. Kedua pemain ini adalah bagian penting dari skuad yang meraih banyak gelar, namun waktu dan cedera telah mengubah segalanya. Bagi Alaba, ini mungkin menjadi pukulan telak, mengingat ia datang dengan status bintang dari Bayern Munich dan langsung menjadi pemain kunci.
Dampak Taktis: Siapa yang Akan Mengisi Kekosongan?
Kepergian Alaba meninggalkan lubang besar di lini pertahanan, terutama dalam hal pengalaman dan kemampuan membangun serangan dari belakang. Alaba dikenal sebagai bek serba bisa yang bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Kemampuannya dalam melepaskan umpan-umpan panjang dan visi bermainnya yang brilian akan sangat dirindukan.
Namun, dari sisi taktis, kepergian ini justru membuka peluang emas bagi talenta muda. Raul Asencio, yang tampil gemilang di beberapa laga awal musim, diprediksi akan mendapatkan peran yang lebih permanen di starting eleven. Selain itu, Jesus Vallejo yang kembali dari masa peminjaman juga akan bersaing untuk mendapatkan tempat. Pelatih Carlo Ancelotti tampaknya sudah memiliki rencana untuk mengandalkan duet bek muda yang lebih gesit dan memiliki stamina prima. Ini sejalan dengan filosofi baru Madrid yang ingin memainkan pressing tinggi dan transisi cepat.
Analisis Cedera: Akhir dari Sebuah Era Keemasan
Cedera ligamen lutut yang dialami Alaba pada November 2025 lalu menjadi titik balik yang menentukan. Sebelum cedera, ia masih menjadi pilihan utama Ancelotti. Namun, setelah operasi dan masa pemulihan yang panjang, performanya di lapangan latihan dianggap belum cukup meyakinkan. Manajemen klub tidak mau mengambil risiko dengan memberikan kontrak baru kepada pemain yang rentan cedera di usia 33 tahun.
Ini bukan pertama kalinya Real Madrid mengambil keputusan keras terhadap pemain veteran. Sebelumnya, mereka juga melepas Sergio Ramos dan Karim Benzema di saat puncak karier mereka. Keputusan ini seringkali terasa kejam, namun terbukti efektif dalam menjaga kebugaran dan intensitas skuad. Bagi Alaba, ini adalah kenyataan pahit yang harus ia terima. Ia kini harus mencari klub baru di musim panas mendatang, dan rumor mengaitkannya dengan klub-klub MLS atau Arab Saudi.
Masa Depan Alaba: Antara MLS dan Arab Saudi
Dengan status bebas transfer, David Alaba menjadi incaran banyak klub di luar Eropa. Gajinya yang tinggi di Madrid (dilaporkan mencapai 12 juta euro per tahun) menjadi kendala utama bagi klub-klub Eropa. Oleh karena itu, destinasi yang paling realistis adalah liga yang kaya seperti MLS di Amerika Serikat atau Liga Pro Saudi.
Klub seperti Inter Miami yang dimiliki David Beckham dikabarkan tertarik untuk mendatangkannya. Di sana, ia bisa bergabung dengan rekan setim lamanya, Lionel Messi, meski waktu menunjukkan kemungkinan itu semakin tipis. Sementara itu, klub-klub Saudi seperti Al-Ittihad dan Al-Nassr juga siap menawarkan kontrak menggiurkan. Apapun keputusannya, satu hal yang pasti: karier Alaba di level tertinggi Eropa telah resmi berakhir. Ia akan meninggalkan warisan sebagai salah satu bek terbaik generasinya, dengan koleksi trofi yang luar biasa.
Pertanyaan untuk Pembaca
Kepergian David Alaba dan Dani Carvajal menandai akhir dari sebuah era di Real Madrid. Menurut kalian, apakah keputusan Real Madrid untuk tidak memperpanjang kontrak Alaba adalah langkah yang tepat demi regenerasi tim? Ataukah seharusnya mereka tetap mempertahankan pemain sekaliber dia meski dengan risiko cedera? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


