Tiga Kandidat Kuat Pengganti Giorgio Furlani di AC Milan
- Giorgio Furlani terancam dipecat setelah hasil finansial dan performa tim yang kurang memuaskan.
- Tiga kandidat utama: Alessandro Antonello (Inter), Claudio Fenucci (Bologna), dan Gianluca Gazzoli (Calcio Como).
- Perubahan CEO bisa berdampak besar pada strategi transfer dan arah klub ke depan.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Kabarnya mulai panas di San Siro! Masa jabatan Giorgio Furlani sebagai CEO AC Milan dikabarkan akan segera berakhir. Setelah melalui musim yang penuh gejolak, baik dari sisi prestasi maupun neraca keuangan, pemilik klub, RedBird Capital, mulai gelisah dan mencari wajah baru untuk memimpin manajemen Rossoneri. Bukan cuma isu, Football Italia melaporkan bahwa sudah ada tiga nama yang masuk dalam daftar pendek untuk menggantikan posisi Furlani. Siapa saja mereka? Dan apa artinya bagi masa depan Milan? Yuk, kita bedah tuntas di SBH Nation!
Kronologi: Dari Puncak ke Jurang Ketidakpastian
Giorgio Furlani memang bukan nama asing di dunia bisnis sepak bola Italia. Dia adalah tangan kanan Gerry Cardinale, bos RedBird Capital, yang dipercaya mengelola keuangan klub sejak akuisisi pada tahun 2022. Namun, perjalanan Furlani di Milan tidak semulus yang dibayangkan. Di awal masa jabatannya, ia sukses mengantarkan Milan meraih Scudetto musim 2021/2022 dan mencapai semifinal Liga Champions. Tapi, krisis mulai terasa ketika keputusan-keputusan kontroversialnya di bursa transfer menuai kritik.
Penjualan pemain-pemain kunci seperti Sandro Tonali ke Newcastle United dan kebijakan gaji yang ketat membuat suporter kecewa. Apalagi, performa tim di lapangan juga mulai menurun drastis. Musim 2025/2026 menjadi titik nadir. Milan gagal lolos ke Liga Champions, finis di posisi kelima Serie A, dan tersingkir di babak awal Coppa Italia. Hasil finansial juga tidak kalah buruknya. Laporan keuangan menunjukkan kerugian bersih yang signifikan, membuat para investor mulai mempertanyakan strategi Furlani.
Kabar pergantian CEO ini pertama kali mencuat dari sumber internal klub. Disebutkan bahwa RedBird sudah menyusun daftar pendek kandidat dan akan segera melakukan wawancara dalam beberapa pekan ke depan. Tiga nama yang muncul adalah Alessandro Antonello (mantan CEO Inter Milan), Claudio Fenucci (CEO Bologna), dan Gianluca Gazzoli (CEO Calcio Como). Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang unik.
Profil Kandidat: Siapa yang Paling Pas?
Alessandro Antonello: Darah Biru Nerazzurri
Nama pertama yang paling santer dibicarakan adalah Alessandro Antonello. Pria ini bukanlah orang baru di dunia sepak bola Italia. Selama 13 tahun, ia menjabat sebagai CEO Inter Milan dan berhasil membawa Nerazzurri meraih kesuksesan besar, termasuk Scudetto musim 2020/2021 dan gelar Coppa Italia. Antonello dikenal sebagai sosok yang sangat paham seluk-beluk manajemen klub besar, terutama dalam hal negosiasi sponsor dan pengelolaan stadion.
Keunggulan utama Antonello adalah pengalamannya dalam proyek pembangunan stadion baru. Saat masih di Inter, ia menjadi motor penggerak rencana pembangunan stadion baru milik Inter bersama AC Milan di area Rozzano. Meski proyek itu akhirnya kandas, pengalamannya sangat berharga bagi Milan yang juga sedang berjuang untuk mendapatkan stadion sendiri. Namun, ada satu masalah besar: loyalitas. Antonello adalah legenda hidup di kubu Inter. Suporter Milan pasti akan sulit menerima mantan bos rival berat mereka duduk di kursi CEO. Ini bisa menjadi bumerang besar bagi RedBird.
Claudio Fenucci: Ahli Strategi dari Emilia-Romagna
Nama kedua adalah Claudio Fenucci, CEO Bologna yang sudah menjabat sejak 2015. Di bawah kepemimpinannya, Bologna berhasil bertransformasi dari tim papan bawah menjadi klub yang stabil di papan tengah Serie A, bahkan nyaris lolos ke Eropa beberapa kali. Fenucci dikenal sebagai ahli strategi keuangan yang sangat hati-hati. Ia berhasil membangun model bisnis yang berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan pemain muda dan penjualan dengan harga tinggi.
Pendekatan Fenucci sangat kontras dengan gaya Furlani yang cenderung agresif. Jika Fenucci datang, kemungkinan besar Milan akan beralih ke model bisnis yang lebih konservatif. Prioritasnya adalah stabilitas keuangan jangka panjang, bukan gebrakan instan. Ini mungkin disukai oleh investor, tapi bisa membuat suporter frustrasi karena potensi belanja pemain bintang akan semakin terbatas. Fenucci juga punya jaringan luas di sepak bola Italia, terutama dalam hal negosiasi dengan FIGC (Federasi Sepak Bola Italia).
Gianluca Gazzoli: Pilihan Berani dari Dan Friedkin
Nama ketiga adalah yang paling mengejutkan: Gianluca Gazzoli. Saat ini, ia menjabat sebagai CEO Calcio Como, klub yang baru promosi ke Serie A dan dimiliki oleh pengusaha kaya asal Amerika, Dan Friedkin (yang juga pemilik AS Roma). Gazzoli masih relatif muda dan belum punya pengalaman sebesar Antonello atau Fenucci. Namun, ia dianggap sebagai sosok yang sangat modern dan dekat dengan pemilik klub.
Gazzoli sukses membawa Como naik kasta dari Serie B ke Serie A dalam waktu singkat. Ia juga berhasil menarik sponsor-sponsor besar dan membangun branding klub yang kuat. Gaya manajemennya yang dinamis dan kemampuannya berkomunikasi dengan generasi muda dianggap cocok dengan visi RedBird yang ingin memodernisasi AC Milan. Namun, risiko kegagalannya juga besar. Memimpin klub sebesar Milan tentu berbeda dengan Como. Apakah ia siap menghadapi tekanan media dan ekspektasi suporter yang sangat tinggi?
Analisis SBH Nation: Dampak pada Strategi Transfer dan Tim
Perubahan CEO bukan hanya soal ganti orang di kursi direksi. Ini akan berdampak langsung pada strategi transfer dan arah tim ke depan. Jika Antonello yang terpilih, kita bisa melihat pendekatan agresif dalam hal negosiasi. Ia dikenal sebagai negosiator ulung yang bisa memaksimalkan pendapatan dari penjualan pemain dan sponsor. Namun, hubungannya dengan Inter bisa menjadi batu sandungan dalam transfer pemain dari klub rival.
Jika Fenucci yang menang, Milan akan lebih fokus pada pemain muda dengan potensi jual tinggi. Kita mungkin akan melihat lebih banyak pemain muda dari liga-liga kecil Eropa atau Amerika Selatan yang direkrut. Model bisnis seperti ini mirip dengan yang diterapkan oleh Atalanta atau RB Leipzig. Tapi, ini berarti Milan harus rela kehilangan bintang-bintangnya setiap musim untuk menjaga neraca keuangan.
Sementara itu, Gazzoli bisa menjadi pilihan yang paling “segar”. Ia mungkin akan membawa filosofi yang lebih modern, seperti penggunaan data analitik yang lebih dalam dalam perekrutan pemain. Ia juga punya hubungan baik dengan Dan Friedkin, yang bisa membuka peluang kerja sama strategis dengan AS Roma. Namun, ini adalah langkah yang sangat berisiko. Milan bukanlah tempat untuk belajar. Jika Gazzoli gagal, dampaknya bisa sangat buruk.
Yang jelas, keputusan ini akan sangat krusial. Suporter Milan pasti berharap siapapun yang terpilih bisa membawa klub kembali ke jalur kemenangan. Apakah RedBird akan memilih pengalaman, stabilitas, atau inovasi? Kita tunggu saja.
Pertanyaan untuk Pembaca SBH Nation: Menurut kalian, siapa kandidat yang paling tepat untuk menjadi CEO AC Milan? Apakah Alessandro Antonello yang berpengalaman, Claudio Fenucci yang hati-hati, atau Gianluca Gazzoli yang modern? Atau ada nama lain yang lebih pas? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman Milanisti lainnya ya! Forza Milan!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


