Tomori Dicoret dari Skuad Inggris Piala Dunia 2026, Nasib Bek AC Milan di Ujung Tanduk
- Fikayo Tomori tidak masuk dalam rencana Gareth Southgate untuk Piala Dunia 2026.
- Keputusan ini dianggap kontroversial mengingat konsistensi Tomori di AC Milan.
- Absennya Tomori membuka peluang bagi bek lain dan mempertanyakan masa depannya di timnas.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Kabar mengejutkan datang dari kubu Timnas Inggris. Fikayo Tomori, bek tangguh milik AC Milan, dipastikan tidak akan masuk dalam skuad The Three Lions untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil langsung oleh manajer Gareth Southgate setelah melalui pertimbangan panjang. Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan Serie A, ini jelas sebuah kejutan. Bagaimana tidak, Tomori adalah salah satu pilar utama di lini belakang Rossoneri yang tampil konsisten sepanjang musim.
Keputusan ini tentu memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat dan suporter. Apakah performa Tomori di level klub tidak cukup meyakinkan? Ataukah Southgate memiliki rencana taktis yang berbeda? Mari kita bedah secara mendalam.
## Kronologi dan Alasan di Balik Pencoretan Tomori
Sumber dari Football-Italia mengonfirmasi bahwa nama Fikayo Tomori tidak tercantum dalam daftar akhir 26 pemain yang akan dibawa ke turnamen akbar di Amerika Utara tersebut. Padahal, musim ini Tomori tampil gemilang. Ia menjadi andalan di jantung pertahanan AC Milan, menunjukkan kecepatan, kekuatan duel udara, dan kemampuannya membaca permainan. Statistiknya pun impresif, dengan tingkat tekel sukses di atas 75% dan minim melakukan kesalahan fatal.
Namun, Gareth Southgate tampaknya memiliki preferensi lain. Persaingan di posisi bek tengah Timnas Inggris memang luar biasa ketat. Nama-nama seperti Harry Maguire, John Stones, Marc Guehi, dan Levi Colwill menjadi pilihan utama. Selain itu, kehadiran bek muda berbakat seperti Jarrad Branthwaite dari Everton sepertinya lebih menarik perhatian Southgate. Keputusan ini terbilang berani, mengingat pengalaman Tomori di level Eropa bersama AC Milan seharusnya menjadi nilai tambah.
## Analisis Taktis: Mengapa Tomori Kurang Cocok?
Jika kita lihat dari kacamata taktis, mungkin ada alasan spesifik mengapa Southgate kurang percaya pada Tomori. Dalam sistem yang kerap diterapkan Inggris, bek tengah dituntut untuk tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga piawai dalam membangun serangan dari belakang (build-up play). Harry Maguire unggul dalam hal distribusi bola panjang, sementara John Stones sangat piawai dalam memecah garis pertahanan lawan dengan operan pendeknya.
Fikayo Tomori, meskipun atletis dan agresif, terkadang dianggap kurang tenang dalam situasi tertekan. Beberapa kali ia terlihat terburu-buru saat melakukan clearance atau operan. Di level internasional, kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal. Mungkin ini yang menjadi pertimbangan utama Southgate. Apalagi, Inggris akan menghadapi tim-tim dengan lini depan haus gol. Memilih bek yang lebih tenang dan memiliki football IQ tinggi menjadi prioritas.
Selain itu, faktor kebugaran juga tak bisa diabaikan. Meski tidak cedera parah, ada laporan bahwa Tomori sempat mengalami masalah kecil pada hamstringnya di akhir musim. Dalam turnamen sepadat Piala Dunia, risiko cedera adalah momok yang harus diminimalisir. Southgate mungkin lebih memilih pemain yang fit 100% dan sudah tidak memiliki riwayat cedera mengkhawatirkan.
## Dampak bagi AC Milan dan Timnas Inggris
Bagi AC Milan, absennya Tomori dari skuad Piala Dunia bisa menjadi berkah tersembunyi. Ia akan mendapatkan istirahat penuh selama turnamen berlangsung. Ini berarti ia bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk pramusim dan musim kompetisi berikutnya. Milan tentu tidak ingin kehilangan pemain intinya karena kelelahan atau cedera saat membela timnas. Namun, di sisi lain, ini juga bisa menurunkan mental pemain. Merasa tidak dianggap oleh negaranya sendiri bisa menjadi pukulan psikologis.
Bagi Timnas Inggris, keputusan ini tentu membawa risiko. Jika bek pilihan Southgate tampil buruk atau cedera di tengah turnamen, absennya Tomori akan sangat terasa. Kedalaman skuad memang penting, tetapi kehilangan pemain sekaliber Tomori di bangku cadangan adalah sebuah kemewahan yang mungkin akan disesali. Pertanyaannya, apakah Southgate sudah menyiapkan rencana cadangan yang matang?
Harry Maguire dan John Stones memang sudah terbukti, tetapi usia mereka tidak lagi muda. Marc Guehi dan Levi Colwill masih dalam tahap perkembangan. Tanpa Tomori, Inggris kehilangan satu opsi bek dengan kecepatan dan agresivitas tinggi yang bisa menjadi game-changer saat menghadapi penyerang cepat lawan.
## Masa Depan Tomori: Antara Klub dan Negara
Keputusan ini membuka spekulasi baru tentang masa depan Fikayo Tomori di Timnas Inggris. Di usia yang masih 28 tahun, ia seharusnya memasuki puncak karir. Namun, jika terus diabaikan, bukan tidak mungkin ia akan mempertimbangkan opsi lain. Seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa pemain keturunan, Tomori secara teknis masih memenuhi syarat untuk membela negara lain, meskipun ia sudah pernah tampil untuk Inggris di level senior.
Namun, opsi itu tampaknya masih jauh. Saat ini, fokus utama Tomori adalah membuktikan bahwa Southgate salah. Ia harus tampil lebih dominan lagi di AC Milan musim depan. Ia harus menjadi pemimpin di lini belakang, tidak hanya sekadar pemain biasa. Jika ia bisa membawa Milan meraih trofi Scudetto atau tampil gemilang di Liga Champions, pintu timnas pasti akan terbuka kembali.
Yang menarik, para penggemar sepak bola Indonesia pasti ingat bagaimana perjuangan pemain keturunan seperti Marc Klok atau Sandy Walsh untuk membela Timnas Indonesia. Kisah Tomori ini sedikit banyak mengingatkan kita pada dinamika pemain diaspora yang berjuang mendapatkan tempat di timnas negara leluhurnya. Meskipun levelnya berbeda, semangat untuk diakui dan membela negara adalah hal yang universal.
## Kesimpulan dan Pertanyaan untuk Pembaca
Keputusan Gareth Southgate untuk tidak membawa Fikayo Tomori ke Piala Dunia 2026 memang berani dan kontroversial. Di satu sisi, persaingan di lini belakang Inggris sangat ketat. Di sisi lain, mengabaikan pemain sekonsisten Tomori di Serie A adalah sebuah risiko besar. Kita tunggu saja bagaimana performa lini belakang Inggris di turnamen nanti. Apakah keputusan ini akan menjadi langkah brilian atau justru blunder fatal?
Nah, Sobat bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan keputusan Gareth Southgate mencoret Fikayo Tomori? Ataukah menurut kalian Tomori lebih layak dibawa ke Piala Dunia dibandingkan bek lain? Tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah! Jangan lupa share artikel ini ke grup sepak bola kalian ya! 🇮🇩⚽
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


