🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: PIALA-DUNIA-2026 VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Keputusan Berani Southgate: Toney Masuk, Foden & Palmer Tersingkir dari Skuad Pi | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 23 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 23 Mei 2026

Keputusan Berani Southgate: Toney Masuk, Foden & Palmer Tersingkir dari Skuad Piala Dunia 2026

bolt SBH Quick Take
  • Ivan Toney dan John Stones secara mengejutkan masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, sementara Phil Foden, Cole Palmer, dan Trent Alexander-Arnold harus gigit jari.
  • Keputusan Gareth Southgate ini menunjukkan prioritas pada pemain dengan fisik kuat dan pengalaman di turnamen besar, mengorbankan kreativitas dan bakat muda yang sedang naik daun.
  • Lini depan Inggris akan sangat bergantung pada Harry Kane dan Toney sebagai target man, sementara lini belakang diisi oleh bek tengah berpengalaman seperti Stones dan Harry Maguire.
  • Keputusan ini menuai pro dan kontra di kalangan penggemar, dengan banyak yang mempertanyakan apakah Inggris kehilangan terlalu banyak kreativitas dengan absennya Foden dan Palmer.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Keputusan Gareth Southgate untuk Piala Dunia 2026 benar-benar bikin kita semua melongo. Bukan cuma karena nama-nama besar yang masuk, tapi lebih karena nama-nama besar yang justru ditinggalkan di rumah. Ya, Timnas Inggris resmi mengumumkan skuad mereka untuk turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, dan isinya penuh kejutan.

Ivan Toney, striker Brentford yang namanya sempat redup karena kasus pelanggaran aturan taruhan, kembali dipanggil dan masuk dalam daftar 23 pemain. Bersama John Stones, bek Manchester City yang sering cedera, mereka berhasil mengamankan tiket ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Tapi di sisi lain, ada tiga nama besar yang harus menerima kenyataan pahit: Phil Foden, Cole Palmer, dan Trent Alexander-Arnold. Tiga pemain yang dianggap sebagai masa depan sepak bola Inggris ini harus menonton Piala Dunia dari layar kaca. Keputusan ini sontak memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan analis sepak bola tanah air. Apakah Southgate sudah gila? Atau justru ini langkah jenius yang akan membawa Inggris juara?

Analisis Skuad: Fisik vs Kreativitas

Jika kita lihat komposisi skuad yang dipilih Southgate, ada satu benang merah yang sangat jelas: prioritas pada fisik dan pengalaman. Southgate sepertinya tidak mau ambil risiko dengan pemain yang belum terbukti di turnamen besar atau yang dianggap kurang disiplin dalam bertahan.

Masuknya Ivan Toney adalah bukti paling nyata. Toney bukanlah striker dengan skill individu setinggi langit seperti Foden atau Palmer. Namun, ia adalah target man klasik. Tubuhnya kuat, duel udara superior, dan sangat mahir dalam memegang bola sambil menunggu rekan setim naik. Di turnamen di mana pertahanan lawan sering kali rapat dan fisik, Toney adalah senjata alternatif yang sempurna untuk Harry Kane.

Bersama John Stones, Southgate memilih pengalaman dan kemampuan membangun serangan dari belakang. Meskipun musim ini sering cedera, Stones adalah bek tengah yang paling jago dalam membaca permainan dan memberikan umpan terobosan. Bersama Harry Maguire yang juga kembali dipanggil, lini belakang Inggris akan sangat kokoh dan berpengalaman.

Sebaliknya, absennya Phil Foden dan Cole Palmer menimbulkan tanda tanya besar. Keduanya adalah pemain yang bisa menciptakan sesuatu dari nol. Foden dengan kelincahannya di sisi sayap dan Palmer dengan visi serta tendangan bebas mematikannya. Namun, di mata Southgate, mungkin mereka dianggap terlalu “ringan” secara fisik untuk menghadapi tekanan turnamen. Atau mungkin, Southgate sudah memiliki formasi yang tidak mengakomodasi peran mereka.

Kenapa Toney Lebih Dipilih daripada Watkins?

Pertanyaan lain yang mengemuka adalah: kenapa bukan Ollie Watkins yang dipilih sebagai pelapis Kane? Watkins musim ini tampil gemilang bersama Aston Villa dengan kecepatan dan naluri golnya.

Jawabannya sederhana: perbedaan peran. Watkins adalah striker yang suka berlari di belakang pertahanan (poacher/runner). Sementara Toney adalah striker yang suka menerima bola dan terlibat dalam permainan (target man/playmaker). Southgate mungkin merasa bahwa jika Kane cedera atau butuh istirahat, ia membutuhkan seorang pemain yang bisa mengubah dinamika permainan secara drastis. Toney bisa menjadi “Kane kedua” yang mampu menjadi titik fokus serangan, sementara Watkins lebih cocok sebagai pelari yang memanfaatkan ruang.

Ini adalah keputusan taktis yang berani. Southgate bersiap untuk skenario di mana Inggris harus bermain dengan bola panjang atau mengandalkan umpan silang. Di turnamen seperti Piala Dunia, kemampuan untuk bermain dengan berbagai gaya adalah kunci.

Dampak Absennya Tiga Bintang Muda

Absennya Foden, Palmer, dan Alexander-Arnold bukan hanya kerugian dari segi kualitas, tapi juga dari segi “wow factor”. Foden adalah pemain yang bisa membuat penonton berdiri dari kursi dengan dribblingnya. Palmer adalah pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan dengan satu tendangan bebas. Alexander-Arnold adalah bek dengan umpan silang terbaik di dunia.

Tanpa mereka, lini serang Inggris akan sangat bergantung pada Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Jack Grealish. Saka adalah pemain yang sangat bisa diandalkan, Rashford punya kecepatan, dan Grealish piawai dalam memegang bola. Namun, ketiganya tidak memiliki “killer instinct” seperti Foden atau Palmer dalam hal mencetak gol dari lini kedua.

Southgate sepertinya memilih keamanan dan stabilitas di atas kreativitas liar. Ini adalah pendekatan yang mirip dengan yang ia lakukan di Euro 2020, di mana Inggris nyaris juara. Apakah pendekatan ini akan berhasil lagi? Atau justru akan menjadi bumerang ketika Inggris butuh gol di menit-menit akhir?

Komposisi Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026

Berdasarkan laporan yang beredar, berikut adalah perkiraan komposisi skuad Inggris:

Kiper: Jordan Pickford, Aaron Ramsdale, Dean Henderson. Bek: John Stones, Harry Maguire, Kyle Walker, Luke Shaw, Ben Chilwell, Marc Guehi, Kieran Trippier. Gelandang: Declan Rice, Jude Bellingham, Jordan Henderson, Kalvin Phillips, James Maddison. Penyerang: Harry Kane (kapten), Ivan Toney, Bukayo Saka, Marcus Rashford, Jack Grealish, Jarrod Bowen, Raheem Sterling.

Perhatikan bahwa tidak ada nama Mason Mount, Conor Gallagher, atau Eberechi Eze. Southgate benar-benar memilih pemain yang sudah sangat ia kenal dan percaya. Ini adalah skuad yang penuh dengan “prajurit” daripada “seniman”.

Opini SBH Nation: Langkah Tepat atau Blunder?

Dari sudut pandang keputusan ini adalah pedang bermata dua.

Sisi Positif: Southgate menunjukkan bahwa ia tidak takut membuat keputusan sulit. Ia lebih memilih pemain yang sesuai dengan sistemnya daripada pemain yang hanya populer. Toney memberikan opsi yang berbeda, dan Stones memberikan stabilitas. Ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk menghadapi berbagai skenario pertandingan.

Sisi Negatif: Inggris kehilangan kreativitas yang bisa menjadi pembeda di laga-laga ketat. Foden dan Palmer adalah pemain yang bisa “membuka kunci” pertahanan lawan yang rapat. Tanpa mereka, Inggris mungkin akan kesulitan jika harus mengejar ketertinggalan. Selain itu, absennya Alexander-Arnold berarti Inggris kehilangan salah satu opsi terbaik dalam situasi bola mati.

Pada akhirnya, ini adalah taruhan besar Southgate. Jika Toney mencetak gol penentu di semifinal, ia akan dipuja. Jika Inggris tersingkir karena kebuntuan di lini depan, ia akan dihujat. Begitulah sepak bola.

Pertanyaan untuk kalian, Skuad Garuda!

Apakah kalian setuju dengan keputusan Gareth Southgate mencoret Phil Foden dan Cole Palmer? Siapa yang akan menjadi pemain kunci Inggris di Piala Dunia 2026 menurut kalian? Atau justru kalian meragukan kemampuan Ivan Toney di panggung sebesar ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah! Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian yang juga suka bola!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel