Usyk Timbang Berat Badan Terberat Seumur Hidup Jelang Lawan Juara Kickboxing | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Usyk Timbang Berat Badan Terberat Seumur Hidup Jelang Lawan Juara Kickboxing

bolt SBH Quick Take
  • Oleksandr Usyk tercatat memiliki berat badan 16 stone 6 pounds (sekitar 104,3 kg), yang merupakan yang terberat sepanjang karier tinju profesionalnya.
  • Lawan Usyk, Rico Verhoeven, adalah petarung kickboxing legendaris yang tidak pernah kalah dalam 10 tahun terakhir. Laga ini dianggap sebagai uji nyali bagi Usyk di luar zona nyamannya.
  • Pertarungan yang digelar di lokasi ikonik Piramida Giza, Mesir, ini menyedot perhatian global karena mempertemukan dua disiplin bela diri berbeda.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Dunia olahraga bela diri kembali dihebohkan dengan sebuah laga yang tak biasa. Oleksandr Usyk, sang juara dunia tinju kelas berat yang tak terkalahkan, secara resmi mencatatkan berat badan terberat dalam kariernya saat sesi timbang badan, Jumat (22/5/2026) waktu setempat. Dengan bobot mencapai 16 stone 6 pounds atau setara dengan 104,3 kilogram, Usyk bersiap untuk menghadapi monster kickboxing asal Belanda, Rico Verhoeven, di arena yang sangat megah: Piramida Giza, Mesir.

Angka ini langsung menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar tinju Indonesia dan dunia. Pasalnya, selama ini Usyk dikenal sebagai petarung yang lincah dan atletis dengan berat badan di kisaran 96 hingga 100 kilogram saat bertarung di kelas berat. Saat mengalahkan Anthony Joshua dua kali atau saat mengalahkan Daniel Dubois, bobot Usyk tidak pernah menyentuh angka 100 kilogram lebih. Lalu, apa yang membuatnya memilih untuk menambah massa tubuh secara signifikan untuk laga kali ini?

Analisis Taktis: Mengapa Usyk Memilih Bobot Terberat?

Keputusan Usyk untuk naik ke angka 104,3 kg bukanlah tanpa perhitungan. Ini adalah langkah strategis yang sangat berani, terutama karena lawannya bukanlah petinju murni, melainkan petarung kickboxing kelas berat yang bertubuh raksasa.

Rico Verhoeven, yang dikenal sebagai “Pangeran Kickboxing,” memiliki postur tubuh yang jauh lebih besar dan lebih berat dari lawan-lawan tinju yang pernah dihadapi Usyk. Dalam disiplin kickboxing, Verhoeven biasa bertarung dengan bobot di atas 110 kilogram. Jika Usyk datang dengan bobot normalnya yang ringan, ia akan kewalahan dalam hal kekuatan fisik dan tekanan di klinch.

Dengan menambah berat badan, Usyk jelas ingin melakukan beberapa hal:

  1. Meningkatkan Daya Tahan Fisik: Bobot yang lebih berat berarti massa otot yang lebih besar. Ini penting untuk bertahan dari tendangan keras khas Verhoeven yang bisa merobohkan tembok.
  2. Mengimbangi Kekuatan Lawan: Usyk tidak bisa mengandalkan kecepatan murni sepanjang ronde. Ia harus bisa menahan dorongan dan tekanan fisik dari petarung yang lebih besar. Bobot tambahan ini adalah “jangkar” agar ia tidak mudah terdorong mundur.
  3. Mengubah Gaya Bertarung: Ini adalah sinyal bahwa Usyk mungkin akan lebih agresif dan mau beradu fisik, tidak hanya mengandalkan footwork dan head movement seperti biasanya. Ia mungkin akan mencoba menekan Verhoeven ke tali ring dan melancarkan pukulan-pukulan kombinasi yang lebih berat.

Namun, ada risiko besar di balik keputusan ini. Berat badan yang lebih tinggi bisa memperlambat pergerakan Usyk. Dalam tinju, kecepatan adalah senjata utama Usyk. Jika ia kehilangan kecepatan, ia akan menjadi sasaran empuk bagi tendangan berbahaya Verhoeven.

Lokasi Ikonik dan Taruhan Reputasi

Pertarungan ini tidak hanya unik dari segi lawan, tetapi juga dari segi tempat penyelenggaraan. Piramida Giza di Mesir menjadi saksi bisu sebuah laga yang mempertemukan dua dunia berbeda. Atmosfer sejarah yang megah ini memberikan tekanan tersendiri bagi kedua petarung.

Bagi Usyk, laga ini adalah sebuah langkah yang penuh risiko. Ia adalah raja tak terbantahkan di divisi kelas berat tinju. Kekalahan dari seorang petarung kickboxing akan menjadi noda hitam dalam catatan gemilangnya. Ini bukan sekadar pertarungan uang; ini adalah pertaruhan warisan.

Di sisi lain, Rico Verhoeven datang sebagai petarung yang tidak pernah merasakan kekalahan dalam 10 tahun terakhir di dunia kickboxing. Ia adalah seorang juara sejati yang haus akan tantangan baru. Verhoeven sering menyebut bahwa ia ingin membuktikan bahwa petarung kickboxing bisa mengalahkan petinju dalam pertarungan crossover.

Kutipan dan Suasana Ruang Ganti

Dalam wawancara singkat setelah sesi timbang badan, Usyk terlihat tenang namun fokus. “Saya merasa kuat. Saya siap untuk apapun yang dia bawa. Berat badan ini adalah energi. Saya tidak takut dengan ukurannya, karena ukuran tidak menjamin kemenangan,” ujar Usyk dalam bahasa Ukraina yang diterjemahkan oleh timnya.

Sementara itu, Verhoeven yang hadir dengan berat badan sekitar 118 kg, hanya tersenyum sinis saat melihat angka timbangan Usyk. “Dia mencoba menjadi besar, tapi dia lupa bahwa saya sudah besar sejak lahir. Saya akan menghancurkannya,” kata Verhoeven dengan nada percaya diri.

Suasana di area weigh-in sangatlah tegang. Banyak penggemar dan jurnalis yang hadir terkejut melihat perubahan fisik Usyk. Perutnya terlihat lebih berisi, dan bahunya tampak lebih bidang. Ini adalah versi Usyk yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Implikasi untuk Dunia Bela Diri

Laga ini bisa menjadi preseden baru bagi pertarungan crossover di masa depan. Jika Usyk menang dengan bobot terberatnya, maka para petinju kelas berat lainnya mungkin akan mulai mempertimbangkan untuk menambah massa otot saat menghadapi lawan dari disiplin lain.

Namun, jika Verhoeven berhasil menjatuhkan Usyk, maka dunia tinju kelas berat akan gempar. Kekalahan Usyk bisa membuka kotak Pandora tentang siapa sebenarnya petarung terbaik di planet ini, tanpa memandang disiplin ilmu.

Bagi kita di Indonesia, pertarungan ini juga menarik untuk disimak. Banyak petarung MMA dan kickboxing Tanah Air yang kini mulai melirik tinju sebagai cabang pelengkap. Pertarungan Usyk vs Verhoeven bisa menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana mengadaptasi gaya bertarung ketika menghadapi lawan dengan latar belakang yang sangat berbeda.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apakah keputusan Usyk untuk menambah berat badan hingga titik terberat dalam kariernya ini adalah langkah cerdas atau justru bunuh diri? Apakah ia akan kehilangan kecepatan khasnya? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel