Bola Resmi Adidas Al Rihla Piala Dunia 2022
Bola Resmi

Adidas Al Rihla: Sejarah, Desain & Teknologi Bola Resmi

format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Adidas

Produsen

2022

Tahun Rilis

Qatar 2022

Edisi Piala Dunia

Adidas Al Rihla adalah bola resmi pertandingan Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Dibuat oleh Adidas, nama Al Rihla berarti “perjalanan” dalam bahasa Arab dan menampilkan teknologi mutakhir Speedshell untuk meningkatkan stabilitas serta kecepatan terbang di udara guna mendukung sepak bola modern yang cepat.

Desain yang Terinspirasi dari Budaya Qatar

Desain estetika Al Rihla sangat erat kaitannya dengan identitas budaya negara tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar. Pola grafis berbentuk segitiga tajam yang menghiasinya terinspirasi dari arsitektur perkotaan Qatar yang modern, perahu tradisional dhow yang ikonik, serta bendera nasional Qatar. Warna-warna cerah yang melingkari bola menggambarkan lanskap gurun pasir yang bersatu dengan perairan biru Teluk Arab, melambangkan keindahan geografis Timur Tengah yang menyambut dunia.

Selain keindahan visual, warna-warni pada permukaan Al Rihla juga dirancang secara khusus untuk memberikan visibilitas kontras tinggi di bawah sorot lampu stadion modern maupun di layar kaca televisi penonton di seluruh dunia.

Terobosan Teknologi Speedshell dan CRT-Core

Sebagai kelanjutan dari riset aerodinamika bola pertandingan, Adidas memperkenalkan dua inovasi teknologi utama pada Al Rihla:

  1. Speedshell: Permukaan bola terdiri dari 20 panel poliuretan dengan bentuk makro dan mikrotekstur yang unik. Desain panel ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas penerbangan, akurasi tembakan, serta kecepatan gerak bola di udara. Sambungan panel menggunakan metode pencetakan termal (thermal bonding) yang menghasilkan permukaan mulus tanpa jahitan.
  2. CRT-Core: Bagian inti dalam bola yang dirancang untuk memberikan kecepatan, retensi udara, dan bentuk bola yang paling konsisten. CRT-Core memastikan bahwa setiap tendangan menghasilkan transfer energi yang efisien, sehingga pergerakan bola di atas lapangan menjadi sangat presisi dan responsif terhadap kontrol kaki pemain.

Dengan teknologi ini, Al Rihla dinilai sebagai salah satu bola tercepat dalam sejarah Piala Dunia, meluncur lebih cepat di udara dibandingkan pendahulunya, Adidas Brazuca dan Adidas Telstar 18.

Komitmen Keberlanjutan Lingkungan

Piala Dunia 2022 di Qatar mengusung misi keberlanjutan, dan hal ini diterapkan langsung oleh Adidas dalam pembuatan Al Rihla. Bola ini merupakan bola Piala Dunia pertama yang dibuat menggunakan tinta berbasis air (water-based inks) dan lem poliuretan ramah lingkungan untuk menyatukan panel-panelnya.

Langkah progresif ini secara signifikan berhasil mengurangi emisi jejak karbon selama proses manufaktur massal dan secara efektif menghilangkan penggunaan bahan pelarut organik yang berpotensi merusak lingkungan sekitar. Komitmen ramah lingkungan yang sangat kuat dari Adidas ini mendapat apresiasi positif yang luas dari berbagai organisasi pemerhati lingkungan global. Inisiatif ini tidak sekadar memenuhi tuntutan zaman, melainkan sukses menetapkan standar etika produksi baru yang jauh lebih tinggi bagi seluruh industri perlengkapan olahraga dunia di era modern, membuktikan bahwa inovasi olahraga dan kelestarian alam bisa berjalan beriringan.

Dampak di Turnamen dan Koneksi ke Sepak Bola Indonesia

Sepanjang turnamen Piala Dunia 2022, Al Rihla terbukti menghasilkan pertandingan yang sangat dinamis, berpuncak pada final legendaris di mana Argentina mengalahkan Prancis. Karakteristik pantulan bola yang stabil juga diapresiasi oleh penjaga gawang maupun penyerang, kontras dengan kontroversi Jabulani pada edisi 2010.

Di Indonesia, demam Piala Dunia 2022 membuat replika Al Rihla menjadi salah satu produk olahraga paling laris. Menariknya, industri lokal Indonesia juga memiliki andil dalam rantai produksi perlengkapan resmi turnamen tersebut melalui pabrik-pabrik manufaktur mitra Adidas di tanah air. Bagi federasi PSSI dan para pelatih tim seperti Shin Tae-yong, standarisasi bola berkualitas internasional di kompetisi domestik seperti Liga 1 sangat krusial untuk melatih kepekaan sentuhan (first touch) para pemain muda seperti Thom Haye agar mampu bersaing di kancah internasional.

Gol-Gol Legendaris yang Tercipta dari Al Rihla di Qatar 2022

Karakter bola Al Rihla yang stabil namun tetap responsif terhadap teknik pemain melahirkan serangkaian momen gol bersejarah sepanjang Piala Dunia 2022. Salah satu yang paling ikonik adalah tendangan bebas melengkung Lionel Messi ke gawang Prancis di babak final yang berlangsung dramatis. Berbeda dengan kontroversi Jabulani, jalur meluncur bola Al Rihla di bawah sorot lampu LED stadion Qatar terasa begitu presisi dan dapat diprediksi, baik oleh penyerang maupun oleh kiper.

Gol Olivier Giroud untuk Prancis maupun gol-gol cepat Kylian Mbappe yang memaksa laga final berlanjut ke perpanjangan waktu dan drama adu penalti juga menggunakan bola yang sama. Konsistensi Al Rihla dalam merespons setiap tendangan dengan akurat terbukti memberikan kualitas tontonan tinggi sepanjang turnamen. Para ahli statistik sepak bola mencatat bahwa rata-rata kecepatan tendangan terukur di Piala Dunia 2022 meningkat sekitar 5-7% dibandingkan edisi sebelumnya, sebagian besar dikreditkan pada performa aerodinamis superior dari teknologi Speedshell bola ini.

Momen final antara Argentina vs Prancis yang berakhir skor 3-3 pada waktu normal dan perpanjangan waktu sebelum Argentina memenangkan adu penalti menjadi yang paling banyak disaksikan dalam sejarah Piala Dunia. Seluruh drama bersejarah itu dimainkan menggunakan satu bola — Al Rihla — yang kini statusnya naik menjadi artefak budaya olahraga global yang abadi.

Harga Al Rihla di Indonesia dan Tips Memilih Versi yang Tepat

Di pasaran Indonesia, bola Adidas Al Rihla tersedia dalam tiga level versi yang berbeda secara signifikan dalam hal teknologi dan harga. Versi Pro (identik dengan yang digunakan pemain di lapangan turnamen resmi) dijual dengan harga berkisar antara Rp 1.800.000 hingga Rp 2.500.000 dan menampilkan teknologi CRT-Core serta Speedshell penuh. Versi Club dan Glider yang merupakan replika dengan material lebih sederhana ditawarkan pada kisaran Rp 300.000 hingga Rp 700.000 dan cocok untuk penggunaan latihan sehari-hari.

Bagi pelatih dan pengurus sekolah sepak bola di Indonesia yang ingin meningkatkan standar latihan, menggunakan bola replika Al Rihla berkualitas tinggi merupakan investasi yang sangat sepadan. Pemain muda yang terbiasa berlatih dengan bola berstandar internasional akan memiliki adaptasi yang jauh lebih cepat ketika harus tampil menggunakan bola resmi di kompetisi level nasional maupun internasional. Hal ini juga selaras dengan visi modernisasi pembinaan sepak bola usia muda yang tengah diperjuangkan oleh PSSI dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional Indonesia.

🔬 Spesifikasi & Teknologi

Teknologi Panel

CRT-Core dan Speedshell aerodinamis

Bahan Pembuatan

Tinta berbasis air dan poliuretan ramah lingkungan

🎨 Kisah Desain & Filosofi

Nama Al Rihla berarti perjalanan dalam bahasa Arab, terinspirasi oleh budaya, arsitektur, kapal ikonik, dan bendera Qatar.

🏆 Digunakan dalam Turnamen

🏆 FIFA World Cup 2022

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel