Apa Itu Advanced Playmaker? Definisi Lengkap & Contoh dalam Sepak Bola | — SBH.co.id
posisi
calendar_today 11 April 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 11 Apr 2026

Apa Itu Advanced Playmaker? Definisi Lengkap & Contoh dalam Sepak Bola

format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Definisi Advanced Playmaker

Dalam hierarki posisi modern sepak bola, advanced playmaker adalah arsitek serangan yang beroperasi di antara lini tengah dan lini depan—tepatnya di zona yang oleh para analis disebut “setengah ruang” (half-space). Berbeda dengan deep-lying playmaker yang membangun serangan dari depan lini belakang, advanced playmaker bergerak di sepertiga akhir lapangan, tepat di depan kotak penalti lawan, dengan misi utama memecah pertahanan melalui umpan-umpan terobosan yang mematikan.

Posisi ini sering disamakan dengan trequartista dalam formasi Italia, namun ada perbedaan fundamental: advanced playmaker lebih menekankan aspek kreativitas kolektif ketimbang kebebasan individu mutlak. Ia adalah penghubung antara penguasaan bola di lini tengah dan penyelesaian akhir di lini depan. Tugasnya bukan sekadar memberikan asis, tetapi juga mengatur tempo serangan, menarik pemain bertahan keluar dari posisi, dan menciptakan ruang bagi rekan setim. Bagi yang ingin memahami perbedaan lebih jauh, baca juga perbandingan kami antara trequartista dan advanced playmaker.

Sejarah & Evolusi

Konsep advanced playmaker tidak lahir dalam ruang hampa. Akar posisi ini bisa ditelusuri hingga era inside forward dalam formasi WM Herbert Chapman pada 1920-an. Namun, evolusi paling signifikan terjadi pada 1990-an ketika sepak bola mulai mengadopsi formasi 4-4-2 dan 4-2-3-1. Pelatih seperti Marcelo Bielsa dan Arrigo Sacchi mulai menuntut gelandang serang yang tidak hanya kreatif tetapi juga disiplin dalam tekanan.

Revolusi terjadi ketika Pep Guardiola dan Johan Cruyff memperkenalkan konsep positional play di Barcelona. Dalam sistem ini, advanced playmaker bukan lagi pemain yang bebas berkeliaran, melainkan seorang pengatur yang bergerak dalam struktur yang ketat untuk mengeksploitasi celah di lini pertahanan lawan. Lionel Messi, meskipun sering disebut sebagai false nine, pada dasarnya adalah advanced playmaker dalam banyak fase serangan Barcelona era 2008-2012.

Perkembangan taktik modern—terutama dominasi formasi 4-3-3 dan 3-4-3—telah membuat advanced playmaker semakin vital. Dalam laga yang dipenuhi pressing tinggi, kemampuan untuk menerima bola di ruang sempit dan melepaskan umpan dalam satu sentuhan menjadi komoditas langka yang sangat berharga.

Implementasi Taktis di Lapangan

Dalam implementasi taktis, advanced playmaker biasanya beroperasi di zona antara lini tengah dan lini depan—tepatnya di area yang sering disebut “zona 14” dalam analisis lapangan (area di depan kotak penalti, persis di tengah). Dari sini, ia memiliki tiga opsi utama: memberikan umpan terobosan ke sayap, melepaskan through ball ke penyerang, atau melakukan tembakan jarak jauh.

Aspek TaktisAdvanced PlaymakerTrequartistaInside Forward
Zona operasiHalf-space & zona 14Bebas di lini depanSayap & setengah ruang
Tugas utamaUmpan terobosan & asisKreativitas individuMencetak gol & memotong ke dalam
Beban bertahanSedang (ikut pressing)Rendah (minimal)Sedang-tinggi
Contoh modernKevin De BruynePaulo DybalaMohamed Salah

Tabel di atas menunjukkan bahwa advanced playmaker berada di persimpangan antara kreativitas dan disiplin taktis. Ia harus memiliki visi bermain setara trequartista tetapi juga stamina dan kesadaran posisional seperti inside forward. Dalam formasi 4-2-3-1, posisi ini biasanya menempati peran gelandang serang tengah (central attacking midfielder), sementara dalam 4-3-3 ia bisa berperan sebagai gelandang sayap yang memotong ke dalam.

Contoh Nyata di Dunia Sepak Bola

Kevin De Bruyne adalah prototipe advanced playmaker modern yang sempurna. Kemampuannya untuk membaca permainan, melepaskan umpan melengkung dari berbagai sudut, dan tetap efektif di bawah tekanan menjadikannya tolok ukur posisi ini. Pada musim 2022-2023, De Bruyne mencatatkan 16 asis di Premier League—sebagian besar berasal dari operan-operan yang memecah lini pertahanan lawan.

Contoh lain adalah James Rodríguez pada masa kejayaannya di AS Monaco dan Real Madrid. Ia adalah advanced playmaker klasik yang mengandalkan visi dan teknik di atas rata-rata. Di level yang lebih muda, pemain seperti Jamal Musiala (Bayern Munich) menunjukkan bagaimana advanced playmaker bisa berevolusi menjadi pemain yang juga produktif dalam mencetak gol.

Di Asia, pemain seperti Akihiro Ienaga (Kawasaki Frontale) atau Chanathip Songkrasin (ketika masih di Hokkaido Consadole Sapporo) menunjukkan bagaimana peran ini bisa diadaptasi dalam konteks sepak bola Asia yang lebih mengandalkan kecepatan dan pergerakan tanpa bola.

Relevansi bagi Sepak Bola Indonesia

Di tengah kebangkitan sepak bola Indonesia di bawah Shin Tae-yong, peran advanced playmaker menjadi salah satu elemen yang paling krusial namun juga paling kurang dipahami. Timnas Indonesia era STY sering kali bermain dengan formasi 3-4-3 atau 5-4-1 yang mengandalkan transisi cepat. Dalam skema seperti ini, advanced playmaker bukan sekadar pemain kreatif, tetapi juga pengatur tempo transisi dari bertahan ke menyerang.

Sayangnya, Liga 1 belum secara konsisten melahirkan advanced playmaker berkualitas. Pemain seperti Marc Klok lebih cocok sebagai box-to-box midfielder, sementara Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri sering kali dipaksa bermain sebagai winger atau inside forward. Ketiadaan advanced playmaker murni membuat serangan Timnas Indonesia kerap terputus di lini tengah, terutama saat menghadapi lawan yang menerapkan pressing ketat.

Shin Tae-yong sendiri tampaknya menyadari masalah ini. Ia sering meminta pemain seperti Ricky Kambuaya atau Saddil Ramdani untuk bermain lebih ke dalam, mengambil posisi di setengah ruang. Namun, adaptasi ini belum maksimal karena para pemain tersebut lebih terbiasa bermain sebagai gelandang sayap. Ke depan, pengembangan advanced playmaker harus menjadi prioritas—baik di level akademi maupun melalui naturalisasi pemain dengan profil yang tepat.

Jika Indonesia ingin bersaing di level Asia, kita tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan sayap dan fisik gelandang bertahan. Dibutuhkan seorang advanced playmaker yang bisa membaca pertandingan, memberikan umpan terobosan, dan menjadi jembatan antara lini tengah dan lini depan. Inilah mengapa posisi ini harus dipahami secara serius oleh pelatih, pemain, dan penggemar sepak bola Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Paling Sering tentang Advanced Playmaker

Apa perbedaan utama antara advanced playmaker dan gelandang serang biasa? Perbedaan utama terletak pada tanggung jawab taktis. Gelandang serang biasa (central attacking midfielder) sering kali hanya bertugas sebagai penghubung lini tengah dan depan, sementara advanced playmaker memiliki peran yang lebih spesifik sebagai pencipta peluang utama tim. Ia tidak hanya memberikan umpan akhir, tetapi juga mengatur pergerakan rekan setim, menarik pemain bertahan lawan, dan sering kali menjadi otak dari setiap serangan yang dibangun. Dalam banyak sistem, advanced playmaker juga memiliki kebebasan untuk bertukar posisi dengan penyerang sayap atau penyerang tengah, membuatnya lebih sulit diantisipasi oleh lawan.

Apakah advanced playmaker harus memiliki kemampuan mencetak gol? Tidak wajib, tetapi sangat diuntungkan. Pemain seperti Mesut Özil adalah contoh advanced playmaker murni yang lebih mengutamakan asis daripada mencetak gol. Namun, dalam sepak bola modern yang menuntut produktivitas dari semua pemain lini depan, advanced playmaker yang juga bisa mencetak gol—seperti Kevin De Bruyne atau Bruno Fernandes—menjadi lebih berharga. Ancaman gol dari seorang advanced playmaker memaksa bek lawan untuk keluar dari posisi, yang pada gilirannya membuka ruang bagi rekan setim lainnya. Jadi, meskipun bukan syarat mutlak, kemampuan mencetak gol jelas meningkatkan efektivitas seorang advanced playmaker.

Bagaimana cara mengidentifikasi advanced playmaker dalam pertandingan? Tanda paling jelas adalah di mana ia menerima bola. Seorang advanced playmaker akan sering terlihat menerima umpan di antara lini pertahanan lawan, biasanya di area setengah ruang atau tepat di depan kotak penalti. Perhatikan juga bagaimana ia bergerak setelah melepaskan umpan: advanced playmaker sejati tidak akan diam, melainkan segera mencari ruang baru untuk menerima bola kembali. Dalam fase bertahan, ia akan ikut melakukan pressing tetapi tidak terlalu dalam—biasanya hanya sampai batas lini tengah. Jika Anda melihat pemain yang selalu menjadi pusat serangan, sering memberikan umpan terobosan, dan jarang kehilangan bola di area berbahaya, kemungkinan besar Anda sedang menyaksikan seorang advanced playmaker.

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain Liga 1 racikan tim SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel