Piala Dunia 1986: Kejayaan Argentina | SBH Nation
- Tuan Rumah: Meksiko
- Juara: Argentina
- Bintang: Diego Maradona
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Kilas Balik Piala Dunia 1986
Piala Dunia FIFA 1986 yang digelar di Meksiko menjadi salah satu edisi paling legendaris dalam sejarah turnamen. Awalnya turnamen ini dijadwalkan di Kolombia, namun karena masalah ekonomi, Meksiko mengambil alih sebagai tuan rumah pada 1983—hanya tiga tahun sebelum kick-off. Meski sempat diterpa gempa bumi dahsyat pada September 1985, Meksiko sukses menyelenggarakan pesta sepak bola yang megah.
Sebanyak 24 tim berpartisipasi, dan turnamen ini sepenuhnya dikuasai oleh satu nama: Diego Maradona. Sang kapten Argentina tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga memenangkan Golden Ball sebagai pemain terbaik. Di sisi lain, Gary Lineker dari Inggris menjadi top skor dengan 6 gol, sementara Harald Schumacher dari Jerman Barat meraih Golden Glove sebagai kiper terbaik.
Final mempertemukan Argentina dan Jerman Barat di Stadion Azteca, 29 Juni 1986. Argentina menang 3–2 berkat gol Jorge Burruchaga di menit ke-84, setelah Jerman sempat menyamakan kedudukan dari ketertinggalan 0–2. Ini adalah gelar kedua Argentina setelah 1978.
Statistik dan Penghargaan
Berikut adalah ringkasan statistik utama dan penerima penghargaan Piala Dunia 1986:
| Kategori | Pemenang | Detail Tambahan |
|---|---|---|
| Juara | Argentina | Gelar kedua (setelah 1978) |
| Runner-up | Jerman Barat | Kekalahan kedua beruntun di final |
| Top Skor | Gary Lineker (Inggris) | 6 gol |
| Golden Ball | Diego Maradona (Argentina) | Pemain terbaik turnamen |
| Golden Glove | Harald Schumacher (Jerman Barat) | Kiper terbaik |
Momen Ikonik
Piala Dunia 1986 identik dengan dua gol terhebat dalam sejarah sepak bola, keduanya diciptakan oleh Diego Maradona dalam satu pertandingan yang sama: perempat final melawan Inggris.
1. “Tangan Tuhan” (Hand of God)
Pada menit ke-51, Maradona melompat bersama kiper Inggris Peter Shilton dan secara kontroversial mengenai bola dengan tangannya. Wasit asal Tunisia, Ali Bin Nasser, mengesahkan gol tersebut. Maradona kemudian berkata gol itu dicetak “sedikit dengan kepala Maradona, sedikit dengan tangan Tuhan.”
2. Gol Abad Ini
Hanya empat menit setelah gol kontroversial, Maradona menerima bola di tengah lapangan sendiri, lalu melewati lima pemain Inggris (Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher, dan Terry Fenwick) sebelum mengecoh kiper Shilton dan mencetak gol. Gol ini kemudian dipilih FIFA sebagai “Gol Abad Ini” pada tahun 2002.
3. Final Dramatis
Argentina unggul 2–0 melalui gol José Luis Brown dan Jorge Valdano, namun Jerman Barat bangkit melalui Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Völler. Di menit ke-84, umpan terobosan Maradona ke Burruchaga menghasilkan gol kemenangan yang menentukan.
FAQ
1. Mengapa Piala Dunia 1986 dianggap sebagai edisi milik Maradona?
Maradona mencetak 5 gol dan 5 assist sepanjang turnamen, termasuk dua gol legendaris melawan Inggris. Ia memimpin Argentina dari fase grup hingga final, dan perannya sangat dominan sehingga turnamen ini sering disebut “Piala Dunia Maradona.”
2. Bagaimana Meksiko bisa menjadi tuan rumah dalam waktu singkat?
Kolombia awalnya ditunjuk sebagai tuan rumah pada 1974, tetapi mundur pada 1982 karena masalah finansial. FIFA kemudian memilih Meksiko pada 1983, yang sudah memiliki infrastruktur dari Piala Dunia 1970. Meksiko membuktikan diri dengan sukses meski hanya punya waktu tiga tahun persiapan.
3. Siapa yang menjadi top skor dan bagaimana performanya?
Gary Lineker dari Inggris menjadi top skor dengan 6 gol, termasuk hat-trick melawan Polandia di fase grup. Ia mencetak semua gol Inggris di turnamen tersebut, meski timnya tersingkir di perempat final oleh Argentina.
← Piala Dunia 1982 | Piala Dunia 1990 →
📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


