Piala Dunia 1990: Kejayaan Jerman Barat | SBH Nation
- Tuan Rumah: Italia
- Juara: Jerman Barat
- Bintang: Salvatore Schillaci
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Kilas Balik Piala Dunia 1990
Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia ke-14 pada tahun 1990, sebuah turnamen yang identik dengan lagu “Nessun Dorma” dari Luciano Pavarotti dan atmosfer stadion yang megah. Sebanyak 24 tim bertanding, namun sorotan utama tertuju pada Jerman Barat yang tampil solid dan disiplin.
Di bawah asuhan legenda Franz Beckenbauer, Jerman Barat menunjukkan permainan efisien. Mereka hanya kebobolan tiga gol sepanjang turnamen. Di laga puncak, mereka mengalahkan Argentina 1-0 melalui penalti Andreas Brehme di menit ke-85. Kekalahan Argentina terasa pahit karena mereka bermain dengan 10 orang setelah Pedro Monzón dan Gustavo Dezotti dikartu merah. Ini menjadi final pertama dalam sejarah Piala Dunia yang diwarnai kartu merah.
Namun, bintang terbesar turnamen justru datang dari tuan rumah. Salvatore Schillaci, seorang striker yang sebelumnya tidak banyak dikenal, tiba-tiba bersinar dan merebut hati publik Italia. Ia mencetak 6 gol, termasuk gol krusial di perempat final melawan Republik Irlandia dan semifinal melawan Argentina.
Statistik dan Penghargaan
| Kategori | Pemenang |
|---|---|
| Juara | Jerman Barat |
| Tuan Rumah | Italia |
| Jumlah Tim | 24 |
| Top Skor | Salvatore Schillaci (6 gol) |
| Golden Ball | Salvatore Schillaci |
| Golden Glove | Sergio Goycochea (Argentina) |
Catatan:
- Salvatore Schillaci menjadi pemain pertama yang memenangkan Golden Boot dan Golden Ball di turnamen yang sama sejak turnamen ini diperkenalkan. Ia juga dianugerahi penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen.
- Sergio Goycochea menjadi pahlawan Argentina di babak adu penalti, menggantikan kiper utama Néstor Pumpido yang cedera. Penampilannya membuatnya layak menyandang Golden Glove.
- Jerman Barat menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya setelah 1954 dan 1974.
Momen Ikonik
-
Penalti Brehme di Final
Tendangan penalti Andreas Brehme di menit ke-85 memastikan kemenangan 1-0 Jerman Barat atas Argentina. Ini adalah balas dendam manis atas kekalahan di final 1986. -
Air Mata Schillaci
Setelah mencetak gol penentu ke gawang Republik Irlandia di perempat final, Schillaci berlari dengan mata berkaca-kaca, menandai momen puncak kariernya yang tak terduga. -
Drama Adu Penalti Semifinal
Argentina vs Italia berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu. Kiper pengganti Argentina, Sergio Goycochea, menjadi pahlawan dengan menggagalkan dua penalti Italia, membawa Argentina ke final. -
Kartu Merah di Final
Dua pemain Argentina, Pedro Monzón dan Gustavo Dezotti, dikartu merah di final, menjadikannya final paling kotor dalam sejarah Piala Dunia saat itu.
FAQ
1. Mengapa Piala Dunia 1990 dianggap sebagai turnamen yang defensif?
Turnamen ini mencatat rata-rata gol per pertandingan yang rendah (2,21 gol), dengan banyak tim mengandalkan pertahanan ketat. Final Jerman Barat vs Argentina (1-0) adalah contoh paling jelas dari gaya bermain yang pragmatis.
2. Siapa pemain terbaik Piala Dunia 1990?
Salvatore Schillaci dari Italia dinobatkan sebagai pemain terbaik (Golden Ball). Ia juga menjadi top skor dengan 6 gol, termasuk gol-gol krusial di fase gugur.
3. Apa dampak Piala Dunia 1990 bagi sepak bola Jerman?
Kemenangan ini menjadi simbol persatuan Jerman. Turnamen berlangsung tepat sebelum reunifikasi Jerman pada Oktober 1990. Setelah final, para pemain Jerman Barat merayakan dengan bendera Jerman bersatu, menandai era baru sepak bola Jerman.
← Piala Dunia 1986 | Piala Dunia 1994 →
📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


