Industri kecantikan sedang mengalami transformasi signifikan seiring dengan bersinggungannya kecerdasan buatan dan metaverse. Kami mengetahui lebih lanjut di Cannes Lions.

Industri kecantikan berada di ambang perubahan transformatif seiring dengan kerja sama kecerdasan buatan (AI) dan metaverse. Teknologi baru ini telah mengubah interaksi pelanggan dengan merek kecantikan, menghadirkan pengalaman yang imersif dan personal.

Shiseido – merek kecantikan terkenal Jepang dan perusahaan induk dari merek-merek termasuk NARS, Drunk Elephant, dan Tory Burch – adalah contoh utama masa depan industri ini. 

Mulai dari uji coba riasan virtual dan produk berbasis AI hingga aplikasi augmented reality, keindahan masa depan akan “hidup dan sehat,” kata Angelica Munson, chief digital officer di Shiseido, seraya menambahkan bahwa teknologi AI “sudah terintegrasi” ke dalam proses mereka.

Dengan memanfaatkan AI, Shiseido tidak hanya meningkatkan penelitiannya tetapi juga memberdayakan konsumen untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah perawatan kulit sebelum menjadi masalah.

Kesuksesan jangka panjang perusahaan ini dimulai pada tahun 2019, ketika Shiseido memulai kolaborasi inovatif dengan Revieve – inovator terkemuka dalam pengalaman AI/AR.