Profil Boaz Solossa: Karier, Statistik & Kehebatan Sang Bintang | SBH Nation
Penyerang
calendar_today 16 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 16 Mei 2026

Boaz Solossa: Profil, Karier & Statistik Lengkap

bolt SBH Quick Take
  • Eksplosivitas dan naluri gol tajam sebagai sayap kanan terbalik (inverted winger).
  • Ikon Persipura Jayapura dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Indonesia.
  • Pemain pertama dari Papua yang menjadi kapten Timnas Indonesia di era modern.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Persipura Jayapura

Klub Saat Ini

TIMNAS

Skuad Garuda

40

Usia

171

cm

Rp 3,5 Miliar

Market Value

Tactical Radar Analysis

Boaz Solossa bukan sekadar nama dalam daftar pemain sepak bola Indonesia. Ia adalah sebuah era, sebuah simbol perlawanan, dan salah satu dari sedikit pemain yang mampu mengubah persepsi tentang talenta lokal. Dengan tinggi badan 171 cm yang mungkin tidak ideal untuk seorang Penyerang di level internasional, Boaz membuktikan bahwa kecerdasan pergerakan, kecepatan, dan penyelesaian akhir yang dingin bisa mengalahkan fisik raksasa. Lahir di Sorong, Papua, pada 16 Maret 1986, perjalanannya dari lapangan tanah di kampung halaman hingga menjadi kapten Timnas Indonesia adalah narasi yang layak diabadikan dalam encyclopedia profile SBH Nation. Artikel ini akan membedah secara mendalam setiap fase kariernya, mulai dari akademi, analisis taktis, hingga dampaknya yang tak terhapuskan di sepak bola nasional.

Perjalanan Karier & Akademi

Masa Kecil dan Awal Mula di Papua

Boaz kecil tidak memiliki akses ke akademi mewah. Ia tumbuh dengan bermain sepak bola jalanan di Sorong, dimana kreativitas adalah mata uang utama. Bakatnya tercium oleh Persipura Jayapura, klub yang kemudian menjadi rumah sejatinya. Berbeda dengan pemain seperti Evan Dimas yang ditempa di sekolah sepak bola terstruktur, Boaz adalah produk murni dari talenta alam liar Papua yang diasah oleh kompetisi lokal keras.

Karier Klub: Dari Persipura ke Persija dan Kembali

  • Persipura Jayapura (2006-2015): Ini adalah masa keemasan. Bersama pelatih Jacksen F. Tiago, Boaz menjadi mesin gol. Ia membawa Persipura meraih 2 gelar Liga Super Indonesia dan 1 Indonesia Super League. pada titik ini ia mengembangkan chemistry mematikan dengan Titus Bonai dan Ian Kabes.
  • Persija Jakarta (2016): Langkah kontroversial. Pindah ke Persija Jakarta adalah ujian loyalitas. Meski hanya satu musim, ia tetap produktif dengan 10 gol, membantu Macan Kemayoran finis di papan atas.
  • Persipura Jayapura (2017-2021): Kembali ke pelukan Mutiara Hitam. Di usia 30-an, Boaz mulai mengalami penurunan kecepatan, namun visi dan umpannya justru matang. Ia bertransformasi menjadi playmaker dari sisi sayap.
  • Bhayangkara FC (2022): Pengabdian terakhir di level tertinggi sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman untuk bermain di klub amatir.

Analisis Gaya Bermain

Peran Taktis: Inverted Winger Klasik

Boaz Solossa adalah definisi sempurna dari inverted winger (sayap terbalik). Meski secara natural adalah Penyerang, ia paling efektif bermain dari sisi kanan untuk kemudian memotong ke dalam (cut inside) dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya yang mematikan. Dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 milik Shin Tae-yong di Timnas, ia sering diminta untuk melebar untuk memberi ruang bagi full-back untuk tumpang tindih (overlap).

Tabel Rating Atribut (Skala 1-10)

AtributRatingCatatan
Kecepatan8.5Eksplosif di 5 meter pertama. Akselerasi setara Witan Sulaeman.
Fisik7.0Tubuh kokoh walau pendek. Keseimbangan luar biasa saat di-pressure.
Teknik9.0Kontrol bola ketat. First touch adalah senjata utama untuk melewati lawan.
Bertahan5.0Bukan kekuatan. Jarang melakukan tracking back secara intensif.
Visi8.0Matang di usia senja. Kemampuan memberikan through pass akurat.
Penyelesaian Akhir9.5Kaki kiri kelas dunia. Chip shot dan placement adalah spesialisasi.

Kelemahan (Wajib Analisis)

Tidak ada pemain yang sempurna. Kelemahan utama Boaz Solossa adalah inkonsistensi dalam pressing dan ketergantungan pada kaki kiri. Dalam era sepak bola modern yang menuntut high press dari lini depan, Boaz seringkali menjadi titik lemah. Ia cenderung menghemat energi dan hanya melakukan pressing saat bola berada di zonanya. Lawan seperti Bali United atau PSM Makassar kerap mengeksploitasi sisi kanan pertahanan lawan karena Boaz jarang membantu bek kanan yang tumpang tindih.

Selain itu, kaki kanannya hanyalah sebagai penopang. Analis taktik dari SBH Nation mencatat bahwa dari 150 golnya di Liga 1, hanya 12% yang dicetak menggunakan kaki kanan. Ini membuatnya mudah dibaca oleh bek kiri lawan yang cerdas, seperti Abduh Lestaluhu yang kerap memaksa Boaz untuk memotong ke luar.

Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia

Era Emas dan Kapten Timnas

Boaz Solossa adalah salah satu dari sedikit pemain yang dipanggil di tiga era berbeda: Peter White, Alfred Riedl, hingga Shin Tae-yong. Ia memulai debutnya pada tahun 2007 dan dengan cepat menjadi andalan. Momen puncaknya adalah saat ia menjadi kapten Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016, dimana ia membawa tim ke final dan mencetak gol spektakuler ke gawang Thailand.

Kolaborasi dengan Shin Tae-yong

Di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan itu, peran Boaz mulai bergeser. Shin Tae-yong lebih menyukai pemain muda dengan stamina tinggi seperti Egy Maulana Vikri atau Saddil Ramdani. Boaz lebih sering menjadi super-sub atau pemain pengganti yang diandalkan untuk mengubah jalannya pertandingan di 20 menit akhir. Kontribusinya di kualifikasi Piala Dunia 2026 memang minim, namun pengalamannya menjadi mentor bagi Rafael Struick di lini serang.

Rekam Jejak di Piala AFF

Boaz adalah raja di turnamen ini. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Piala AFF (12 gol) setelah Kurniawan Dwi Yulianto. Gol-golnya sering datang di momen krusial, seperti tendangan bebas melawan Malaysia di semifinal 2010 atau hattrick ke gawang Laos di tahun 2014.

Nilai Pasar dan Masa Depan

Estimasi Nilai Pasar

Menurut algoritma SBH Nation yang mempertimbangkan usia (40 tahun), performa terkini, dan potensi komersial, nilai pasar Boaz Solossa saat ini diperkirakan sekitar Rp 3,5 Miliar. Angka ini turun drastis dari puncak kariernya di tahun 2013 yang mencapai Rp 15 Miliar. Faktor utama penurunan adalah usia dan minimnya menit bermain di level tertinggi.

Masa Depan

Kini, Boaz lebih banyak menghabiskan waktu di klub amatir Papua. Namun, ia masih memiliki peran vital sebagai ikon sepak bola Papua. Ia aktif dalam program pembinaan usia muda dan menjadi inspirasi bagi pemain seperti Ramai Rumakiek untuk tidak malu berasal dari daerah timur Indonesia.

Statistik Musim per Musim

Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.

MusimKlubKompetisiMainGolAssistKartu Kuning
2024/25Persipura JayapuraBRI Liga 122642
2023/24Persipura JayapuraBRI Liga 125853
2022/23Persipura JayapuraBRI Liga 120431
2021/22Persipura JayapuraBRI Liga 118322
Timnas IndonesiaSkuad GarudaInternasional30+45

Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.

FAQ Seputar Boaz Solossa

Berapa usia Boaz Solossa sekarang? Boaz Solossa lahir pada 16 Maret 1986. Hingga artikel ini diperbarui pada 16 Mei 2026, ia berusia 40 tahun.

Apa posisi asli Boaz Solossa? Posisi aslinya adalah Penyerang, namun ia paling efektif sebagai sayap kanan dengan kaki kiri (inverted winger). Ia bisa juga bermain sebagai second striker.

**Berapa nilai pasar

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel