Profil Granit Xhaka | SBH Nation
Gelandang
calendar_today 25 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 25 Mei 2026

Granit Xhaka: Profil, Karier & Statistik Lengkap

format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Bayer Leverkusen

Klub Saat Ini

TIMNAS

Skuad Garuda

33

Usia

185

cm

Rp 550 Miliar

Market Value

Tactical Radar Analysis

Granit Xhaka: Jenderal Lapangan Tengah Swiss di Piala Dunia 2026

Granit Xhaka adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia dan kapten tak terbantahkan tim nasional Swiss. Lahir pada 27 September 1992 di Basel dari keluarga keturunan Albania-Kosovo, Xhaka telah membuktikan dirinya sebagai pemain dengan kualitas yang konsisten selama lebih dari satu dekade di level elite Eropa. Bersama Bayer Leverkusen, ia merasakan musim yang benar-benar bersejarah pada 2023/24 ketika Die Werkself meraih Bundesliga tanpa kekalahan sekalipun. Kini, Xhaka membawa semua pengalaman itu ke Piala Dunia 2026 untuk memimpin Swiss.

Perjalanan Karier

Xhaka memulai karier profesionalnya di FC Basel, salah satu klub terkuat di Swiss. Di sini ia mengembangkan fondasi permainannya dan langsung menunjukkan kualitas gelandang bertahan yang langka — kombinasi antara kemampuan bertahan, distribusi bola yang akurat, dan tendangan keras dari jarak jauh.

Pada 2012, Borussia Mönchengladbach menjadi klub Bundesliga pertama yang merekrutnya. Di sini Xhaka berkembang menjadi gelandang matang dan menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Pada 2016, Arsenal dari Premier League memboyongnya dengan nilai transfer yang signifikan.

Masa Xhaka di Arsenal berjalan dengan dinamika yang unik — ia sempat mengalami periode kontroversial, termasuk reaksi terhadap cemoohan fans yang viral, namun ia tidak menyerah. Sebaliknya, ia berhasil bangkit, memperbaiki hubungannya dengan fans Arsenal, dan akhirnya menjadi kapten tim. Total ia menghabiskan 7 tahun di Arsenal sebelum pindah ke Bayer Leverkusen pada 2023.

Di Leverkusen, Xhaka menemukan versi terbaik dirinya. Musim 2023/24 menjadi musim paling fenomenal dalam kariernya ketika Leverkusen memenangkan Bundesliga tanpa sekalipun kalah — sebuah prestasi yang masuk dalam catatan sejarah sepak bola Jerman.

Peran di Tim Nasional Swiss

Sebagai kapten tim nasional Swiss, Xhaka adalah pemimpin sejati di lapangan. Ia telah mengoleksi lebih dari 120 caps — menjadikannya salah satu pemain Swiss dengan penampilan internasional terbanyak. Perannya adalah mengontrol laju permainan dari lini tengah, melindungi barisan pertahanan, dan memberikan umpan-umpan vertikal yang membuka celah.

Swiss dikenal sebagai tim yang terorganisir taktis, dan Xhaka adalah otak di balik organisasi itu di lapangan. Ia adalah gelandang yang bisa bermain simple namun juga berani mengambil risiko dengan umpan-umpan progresif ke depan.

Di Piala Dunia 2026, Xhaka akan menjadi pemain paling berpengalaman dan vital bagi Swiss — seseorang yang bisa memimpin tim melewati momen-momen paling krusial.

Kekuatan & Kelemahan

AtributRating (1–10)
Kontrol Permainan & Distribusi9
Tackling & Intersepsi8
Tendangan Jarak Jauh9
Kepemimpinan10
Stamina & Konsistensi9
Kecepatan7
Kemampuan Duel Udara8
Disiplin (Kartu)7

Kekuatan Utama:

  • Kepemimpinan yang luar biasa — lahir sebagai pemimpin di lapangan
  • Distribusi bola jarak jauh yang presisi dan berani
  • Tendangan keras dari luar kotak penalti yang sangat berbahaya
  • Konsistensi permainan di level tertinggi selama lebih dari 10 tahun

Area Pengembangan:

  • Kecepatan yang terbatas bisa dieksploitasi dalam transisi cepat lawan
  • Temperamen yang masih perlu dijaga — riwayat kartu kuning yang cukup sering

Target di Piala Dunia 2026

Granit Xhaka adalah pemain dengan ambisi besar. Setelah merasakan kejuaraan Bundesliga bersama Leverkusen, kini ia ingin mengulang momen kejayaan di level tim nasional. Swiss telah menunjukkan kemampuannya lolos dari fase grup di beberapa Piala Dunia terakhir, namun selalu terhenti di babak 16 besar.

Di Piala Dunia 2026, Xhaka ingin mematahkan batas itu. Target realistisnya adalah membawa Swiss setidaknya ke perempat final — sebuah pencapaian yang akan menjadi sejarah bagi sepak bola Swiss. Dengan dukungan rekan-rekan berbakat seperti Yann Sommer di gawang dan Xherdan Shaqiri sebagai opsi ofensif, Swiss memiliki tim yang kompetitif.

Pada usia 33 tahun, Xhaka mungkin sedang menjalani Piala Dunia terakhirnya. Dan tidak ada yang lebih memotivasinya daripada mengakhiri karier internasional dengan pencapaian terbesar.


📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel