Granit Xhaka: Profil, Karier & Statistik Lengkap
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Tactical Radar Analysis
Granit Xhaka: Jenderal Lapangan Tengah Swiss di Piala Dunia 2026
Granit Xhaka adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia dan kapten tak terbantahkan tim nasional Swiss. Lahir pada 27 September 1992 di Basel dari keluarga keturunan Albania-Kosovo, Xhaka telah membuktikan dirinya sebagai pemain dengan kualitas yang konsisten selama lebih dari satu dekade di level elite Eropa. Bersama Bayer Leverkusen, ia merasakan musim yang benar-benar bersejarah pada 2023/24 ketika Die Werkself meraih Bundesliga tanpa kekalahan sekalipun. Kini, Xhaka membawa semua pengalaman itu ke Piala Dunia 2026 untuk memimpin Swiss.
Perjalanan Karier
Xhaka memulai karier profesionalnya di FC Basel, salah satu klub terkuat di Swiss. Di sini ia mengembangkan fondasi permainannya dan langsung menunjukkan kualitas gelandang bertahan yang langka — kombinasi antara kemampuan bertahan, distribusi bola yang akurat, dan tendangan keras dari jarak jauh.
Pada 2012, Borussia Mönchengladbach menjadi klub Bundesliga pertama yang merekrutnya. Di sini Xhaka berkembang menjadi gelandang matang dan menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Pada 2016, Arsenal dari Premier League memboyongnya dengan nilai transfer yang signifikan.
Masa Xhaka di Arsenal berjalan dengan dinamika yang unik — ia sempat mengalami periode kontroversial, termasuk reaksi terhadap cemoohan fans yang viral, namun ia tidak menyerah. Sebaliknya, ia berhasil bangkit, memperbaiki hubungannya dengan fans Arsenal, dan akhirnya menjadi kapten tim. Total ia menghabiskan 7 tahun di Arsenal sebelum pindah ke Bayer Leverkusen pada 2023.
Di Leverkusen, Xhaka menemukan versi terbaik dirinya. Musim 2023/24 menjadi musim paling fenomenal dalam kariernya ketika Leverkusen memenangkan Bundesliga tanpa sekalipun kalah — sebuah prestasi yang masuk dalam catatan sejarah sepak bola Jerman.
Peran di Tim Nasional Swiss
Sebagai kapten tim nasional Swiss, Xhaka adalah pemimpin sejati di lapangan. Ia telah mengoleksi lebih dari 120 caps — menjadikannya salah satu pemain Swiss dengan penampilan internasional terbanyak. Perannya adalah mengontrol laju permainan dari lini tengah, melindungi barisan pertahanan, dan memberikan umpan-umpan vertikal yang membuka celah.
Swiss dikenal sebagai tim yang terorganisir taktis, dan Xhaka adalah otak di balik organisasi itu di lapangan. Ia adalah gelandang yang bisa bermain simple namun juga berani mengambil risiko dengan umpan-umpan progresif ke depan.
Di Piala Dunia 2026, Xhaka akan menjadi pemain paling berpengalaman dan vital bagi Swiss — seseorang yang bisa memimpin tim melewati momen-momen paling krusial.
Kekuatan & Kelemahan
| Atribut | Rating (1–10) |
|---|---|
| Kontrol Permainan & Distribusi | 9 |
| Tackling & Intersepsi | 8 |
| Tendangan Jarak Jauh | 9 |
| Kepemimpinan | 10 |
| Stamina & Konsistensi | 9 |
| Kecepatan | 7 |
| Kemampuan Duel Udara | 8 |
| Disiplin (Kartu) | 7 |
Kekuatan Utama:
- Kepemimpinan yang luar biasa — lahir sebagai pemimpin di lapangan
- Distribusi bola jarak jauh yang presisi dan berani
- Tendangan keras dari luar kotak penalti yang sangat berbahaya
- Konsistensi permainan di level tertinggi selama lebih dari 10 tahun
Area Pengembangan:
- Kecepatan yang terbatas bisa dieksploitasi dalam transisi cepat lawan
- Temperamen yang masih perlu dijaga — riwayat kartu kuning yang cukup sering
Target di Piala Dunia 2026
Granit Xhaka adalah pemain dengan ambisi besar. Setelah merasakan kejuaraan Bundesliga bersama Leverkusen, kini ia ingin mengulang momen kejayaan di level tim nasional. Swiss telah menunjukkan kemampuannya lolos dari fase grup di beberapa Piala Dunia terakhir, namun selalu terhenti di babak 16 besar.
Di Piala Dunia 2026, Xhaka ingin mematahkan batas itu. Target realistisnya adalah membawa Swiss setidaknya ke perempat final — sebuah pencapaian yang akan menjadi sejarah bagi sepak bola Swiss. Dengan dukungan rekan-rekan berbakat seperti Yann Sommer di gawang dan Xherdan Shaqiri sebagai opsi ofensif, Swiss memiliki tim yang kompetitif.
Pada usia 33 tahun, Xhaka mungkin sedang menjalani Piala Dunia terakhirnya. Dan tidak ada yang lebih memotivasinya daripada mengakhiri karier internasional dengan pencapaian terbesar.
📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


