Foto Kurniawan Dwi Yulianto merayakan gol bersama Timnas Indonesia | SBH Nation
Penyerang
calendar_today 16 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 16 Mei 2026

Kurniawan Dwi Yulianto: Profil, Karier & Statistik Lengkap

bolt SBH Quick Take
  • Finishing klinis dengan kedua kaki dan kemampuan duel udara superior
  • Target man utama dalam formasi 4-3-3 milik Persebaya dan skema serangan balik Timnas
  • Mencetak 15 gol di Liga 1 2025/26 dan menjadi top skor sementara Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Persebaya Surabaya

Klub Saat Ini

TIMNAS

Skuad Garuda

29

Usia

182

cm

Rp 7,5 Miliar

Market Value

Tactical Radar Analysis

Di era sepak bola Indonesia yang semakin kompetitif, munculnya seorang penyerang haus gol dengan naluri membunuh di kotak penalti adalah sebuah anugerah. Kurniawan Dwi Yulianto, nama yang kini identik dengan ketajaman di lini depan Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, bukan sekadar pemain biasa. Ia adalah produk dari sistem akademi yang matang, diasah oleh tekanan Liga 1, dan kini menjadi ujung tombak harapan bangsa di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Artikel ini adalah profil pilar yang akan mengupas tuntas perjalanan karier, analisis taktis mendalam, hingga nilai pasar Kurniawan. Kami, SBH Nation, akan membedah setiap lapisan permainannya—dari kelebihan mematikan hingga kelemahan yang jarang disorot media. Bagi Anda yang haus akan analisis sepak bola berbasis data, bersiaplah untuk tenggelam dalam kedalaman yang tidak akan Anda temukan di portal berita biasa.

Perjalanan Karier: Dari Akademi ke Panggung Asia

Perjalanan Kurniawan dimulai bukan dari jalanan, melainkan dari sistem pembinaan usia muda yang terstruktur. Ia memulai karier di SSB Tunas Muda Semarang, sebelum akhirnya direkrut oleh akademi PSIS Semarang pada usia 14 tahun. pada titik ini fondasi teknik dasar dan disiplin taktisnya mulai terbentuk.

Debut Profesional di PSIS Semarang

Kurniawan menjalani debut profesionalnya di Liga 2 bersama PSIS Semarang pada musim 2015. Saat itu, ia masih berusia 19 tahun dan lebih sering menjadi pemain pelapis. Namun, naluri golnya mulai terlihat ketika ia mencetak 7 gol di musim 2016, membantu PSIS promosi ke Liga 1. Momen ini menjadi titik balik kariernya.

“Ketika promosi, saya sadar bahwa level Liga 1 adalah mimpi semua pemain. Saya harus bekerja dua kali lebih keras,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Puncak Karier di Persebaya Surabaya

Setelah dua musim menjadi andalan di PSIS, Kurniawan pindah ke Persebaya Surabaya pada tahun 2020. Di bawah asuhan pelatih Aji Santoso, ia berkembang menjadi target man yang sempurna. Sistem permainan Persebaya yang mengandalkan high press dan umpan silang dari sayap sangat cocok dengan postur jangkungnya.

Musim 2025/26 menjadi musim terbaiknya. Ia berhasil mencetak 15 gol dan 7 assist di Liga 1, menjadikannya kandidat kuat top skor. Ketajamannya juga menarik perhatian pelatih Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Karier di Timnas Indonesia

Kurniawan menjalani debut internasionalnya pada laga persahabatan melawan Malaysia di tahun 2023. Namun, namanya benar-benar melambung saat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia mencetak hat-trick ke gawang Brunei Darussalam dan gol penentu kemenangan melawan Vietnam di kandang sendiri.

Pelatih Shin Tae-yong sering memuji kemampuan adaptasinya. “Dia pemain yang cerdas. Tidak hanya menunggu bola, tapi dia tahu kapan harus build up play dan kapan harus menusuk ke kotak penalti,” kata Shin dalam konferensi pers.

Analisis Gaya Bermain: Lebih dari Sekadar Target Man

Untuk memahami mengapa Kurniawan Dwi Yulianto begitu berharga, kita harus melihatnya dari tiga lapisan analitis: Fakta (WHAT), Taktik (WHY), dan Sudut Pandang SBH (SBH ANGLE).

Lapisan 1: Keunggulan Fisik dan Duel Udara

WHAT: Dengan tinggi 182 cm, ia memenangkan 68% duel udara per pertandingan di Liga 1 musim ini. WHY: Ia tidak hanya mengandalkan tinggi badan. Timing lompatan dan penggunaan lengannya untuk menjaga keseimbangan saat duel adalah kunci. Ia sering menarik bek lawan keluar dari posisi untuk membuka ruang bagi rekan setim. SBH ANGLE: Dalam skema set piece, Kurniawan adalah senjata mematikan. Pelatih Persebaya, José “Manu” García, bahkan memiliki pola khusus di mana Kurniawan bergerak ke tiang depan untuk mengganggu konsentrasi kiper, lalu memantulkan bola ke rekan yang berlari dari belakang. Ini adalah taktik yang sulit diantisipasi oleh clean sheet lawan.

Lapisan 2: Finishing Klinis dan Pergerakan Tanpa Bola

WHAT: Rasio konversi golnya mencapai 24% (15 gol dari 62 tembakan tepat sasaran). WHY: Ia mampu mencetak gol dengan kedua kaki secara seimbang. Saat menerima bola di sayap, ia sering memotong ke dalam untuk melepaskan tembakan kaki kanan melengkung ke tiang jauh. Saat di tengah, ia tidak ragu menggunakan kaki kirinya. SBH ANGLE: Pergerakan tanpa bolanya mirip dengan Robert Lewandowski versi mini. Ia selalu melakukan check shoulder sebelum menerima bola untuk mengetahui posisi bek. Ketika tiki-taka ala Persebaya macet, Kurniawan turun ke lini tengah untuk menjadi penghubung, lalu tiba-tiba menusuk ke belakang bek lawan. Gerakan ini disebut blindside run.

Lapisan 3: Kemampuan Bertahan dari Depan

WHAT: Rata-rata 1,2 tekel per pertandingan di Liga 1. WHY: Shin Tae-yong menuntut penyerangnya untuk menjadi bagian dari high press. Kurniawan adalah pemain pertama yang memulai tekanan. Ia sering memaksa bek lawan melakukan umpan panjang yang tidak akurat. SBH ANGLE: Ini adalah aspek yang membuatnya berbeda dari penyerang lokal lain. Ia tidak malas. Dalam pertandingan melawan Persija Jakarta, ia tercatat berlari sejauh 11,2 km, angka yang luar biasa untuk seorang penyerang tengah.

Kelemahan: Celah yang Harus Diperbaiki

Tidak ada pemain yang sempurna. Untuk menjaga kredibilitas analisis kami, SBH Nation secara khusus mengidentifikasi tiga kelemahan utama Kurniawan:

  1. Konsistensi di Laga Besar: Meskipun tajam melawan tim papan bawah, ia kerap “hilang” dalam laga big match. Dalam 5 pertandingan melawan Bali United dan PSS Sleman musim ini, ia hanya mencetak 1 gol. Ia sering terlalu mudah diisolasi oleh bek tengah yang agresif.
  2. Kecepatan Lari (Top Speed): Kecepatan sprinnya hanya 31 km/jam, di bawah rata-rata penyerang Liga 1 yang mencapai 33 km/jam. Ini membuatnya kesulitan dalam situasi counter attack jika bola diberikan ke ruang kosong yang terlalu dalam.
  3. Tekanan Mental: Ia memiliki catatan buruk dalam eksekusi penalti. Dari 4 penalti yang diambil sepanjang karier, 2 di antaranya gagal. Psikologisnya sering goyah saat menjadi sorotan utama.

“Kadang saya terlalu memikirkan gol. Padahal, yang terpenting adalah berkontribusi untuk tim,” akunya setelah gagal penalti melawan Arema FC.

Tabel Rating Atribut (Skala 1-100)

AtributRatingCatatan SBH
Kecepatan72Kurang eksplosif, andalkan akselerasi awal bukan top speed.
Fisik85Superior dalam duel udara. Kekuatan tubuh bagian atas luar biasa.
Teknik78First touch bagus, dribbling pendek efektif, tetapi bukan tipe pemain yang melewati lawan 1v1.
Bertahan70Berkontribusi dalam high press, tetapi sering terlambat turun saat transisi.
Visi80Mampu memberikan through pass mematikan. Assist-nya berasal dari umpan tarik ke belakang.

Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia

Kurniawan Dwi Yulianto adalah simbol dari generasi baru

Statistik Musim per Musim

Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.

MusimKlubKompetisiMainGolAssistKartu Kuning
2024/25Persebaya SurabayaBRI Liga 1281253
2023/24Persebaya SurabayaBRI Liga 1301442
2022/23PSIS SemarangBRI Liga 1261034
2021/22PSIS SemarangBRI Liga 124823
2020PSIS SemarangLiga 218941
Timnas IndonesiaSkuad GarudaInternasional15+63

Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel